PDA

View Full Version : Hemat BBM dengan Elektrolisa


Pages : 1 [2] 3

abanganton
06-10-2008, 04:57 PM
Sudah dicoba ditambahin katalisnya?
Atau mungkin desain plat elektrodanya terlalu jauh, coba didekatkan sampai 5mm.
Jangan patah semangat, lha wong kita sedang cari-cari setting terbaik, kalau lekas patah semangat sama seperti saya, langsung bayar orang suruh bikin yg perfect, bayar sekali langsung dapat manfaatnya :lol: :cool:
Apa yang mas Riza maksud produk ex. Sentul ? nggak gitu perfect juga menurutku... belum dilengkapi bubbler... :) keran udaranya juga masih pake keran udara aquarium yang "secengan", masih nggak stabil, suka berubah... :?

Riza
06-10-2008, 05:18 PM
Bubbler is simple bangetz, bisa dipasang sendiri :cool:
Nothing is perfect, tapi yg jelas Sentul sudah tahu how to nancapkan selangnya, coba pasang Grand Livina Bang. Pusing dah :lol:

handy
06-10-2008, 05:21 PM
interesting video...
http://vids.myspace.com/index.cfm?fuseaction=vids.individual&videoid=925517621

kymcokulari
06-10-2008, 05:36 PM
@abanganton
Pada Single Sell
Daya terpakai untuk elektrolisis = 2 x 2 x 1jam / 1,333 = 3 Watt jam.
Tapi ada tegangan lebih sebesar 10 Volts, arus yang lewat sebesar 1,5A, sehingga daya yang terbuang sebagai panas sebesar = 10 x 1,5x 1jam = 15 Watt jam.
betul...dan kelebihan 15 watt yg menjadi panas ini yg tidak bisa dihindari, jadi penggunaan single cell tetap saja menggunakan 18 watt/jam. :D Karena itu penggunaan 6 cell diseri menjadi solusi. Voltase terpakai semuanya (12v), arus yg dibutuhkan tetap sama seperti dalam penggunaan single cell.

@hann
Dari beberapa sumber yg saya baca..volume katalis (pake KOH) sebanyak 28% (berat) berada pada titik maksimum..lebih dari itu tidak ada manfaatnya..

Pemakaian arus (untuk elektrolisa) pada motor harus memeprtimbangkan besarnya arus pengisian maksimal spul dan pengeluaran (pemakaian listrik) agar aki tidak tekor..dari sini bisa dihitung arus yg hendak disalurkan ke tabung elektrolisa kira2 yg aman pake berapa amper..

Lebih baik kita sendiri yg menentukan besar amper yg bekerja di hydrobooster kita, untuk motor saya prefer 1 A saja. Caranya dgn memainkan luas plat elektroda (ujicoba) dan mengefektifkan katalis. Sebisa mungkin dicari nilai terkecil (maks. 28%an), karena lewat dari itu bukannya tambah gas malah nilai amper naik.

kymcokulari
06-10-2008, 05:39 PM
Sudah dicoba ditambahin katalisnya?
Atau mungkin desain plat elektrodanya terlalu jauh, coba didekatkan sampai 5mm.
Jangan patah semangat, lha wong kita sedang cari-cari setting terbaik, kalau lekas patah semangat sama seperti saya, langsung bayar orang suruh bikin yg perfect, bayar sekali langsung dapat manfaatnya :lol: :cool:
Apa yang mas Riza maksud produk ex. Sentul ? nggak gitu perfect juga menurutku... belum dilengkapi bubbler... :) keran udaranya juga masih pake keran udara aquarium yang "secengan", masih nggak stabil, suka berubah... :?

Cari aman saja...bubbler pakai deh :D
Ingat kecepatan gas hidrogen saat terjadi flame bisa mencapai 1000m/detik loh...

abanganton
06-10-2008, 06:21 PM
Bubbler is simple bangetz, bisa dipasang sendiri :cool:
Nothing is perfect, tapi yg jelas Sentul sudah tahu how to nancapkan selangnya, coba pasang Grand Livina Bang. Pusing dah :lol:
iyah... belum sempurna, karena saya tahu mas Riza nambahkan bubbler ndewe... :D Nggak masalah sama space, mas ? ruang mesin jazz udah padet gitu deh kayaknya... :?
Sentul enak banget waktu pasang di mobilku (baleno'01).. di throttle udah ada nipple ke intake vacuum yang disumbat pake capping karet. Tinggal lepas cappingnya, trus tancepin selang dari tabung. Ruang untuk nggantung tabung juga luas.. sehingga bisa tegak sempurna... sepertinya mobil itu dari awal didesain untuk suatu sistem lain, yang nggak jadi dipasang, untuk menekan harga, mungkin... :roll:
Lebih baik kita sendiri yg menentukan besar amper yg bekerja di hydrobooster kita, untuk motor saya prefer 1 A saja. Caranya dgn memainkan luas plat elektroda (ujicoba) dan mengefektifkan katalis.. dari artikelnya Pat Kelly (D9.pdf...cmiiw), disebutkan kalau luas pelat efektif antara 13-25cm2. Saya sendiri masih ingin membuktikan pengaruh luas pelat terhadap daya yang disedot sistem elektrolizer...

Riza
06-10-2008, 07:34 PM
Sementara untuk kualitas alat dan pemasangan Sentul lebih unggul dari yg lainnya meski Sentul belajar dari Pak Joko, sayangnya Pak Joko tidak pernah memikirkan bagaimana bikin sistem yg lebih awet.
Meski masalah kran harus selalu dikontrol, maklum bahan dari plastik tidak tahan panas, padahal di kompartemen kap mobil selalu panas, terutama kalau jalan macet.
Nambah bubbler di Jazz masih muat :cool:

BTW, oneway valve bisa juga dibeli di alat-alat kedokteran, di ujung alat pompa remas pengukur tekanan darah juga ada oneway valvenya, ini kualitasnya lebih bagus daripada pompa kuras aquarium.
Kraan yg bagus pasti juga ada di sana :cool:
Good luck.

hann
06-10-2008, 11:11 PM
Prinsip output sama dengan atau kurang dari input memang mudah dimengerti. tapi teknis pelaksanaan perhitungan di motornya gimana caranya pak ? Harus diukur pake multitesterkah tiap "beban" listrik ?
wah... perlu teknisi bengkel nih... :?

Memang sepertinya perlu bantuan mekanik untuk mengerti daleman sistem pengisian pada motor..
Pada buku LX (copy dary p Riza.. :) ) sepertinya nggak dijelaskan juga besar arus pengisiannya..yg jelas untuk lampu besar 2A, lampu kota 0,5A, CDI+pulser 0,7A, pengisian battery 0,5A.. :?

Riza
06-11-2008, 07:36 AM
Kalau yang Trend 2000 ada.
Generator magnet Trend 2000 dg LX beda.
Trend 2000 (8 spull) semua masuk aki, sedangkan LX spullnya lebih banyak (12 spull), output generator LX dibagi 2 masuk aki dan langsung menghidupkan lampu headlamp.
Kalau ilmu dari Pak Joko Sutrisno, elektrolisis diambilkan dari output yang berfungsi menghidupkan headlamp, makanya perlu penyearah => dioda.
Tentu karena kelistrikan diambilkan dari headlamp, risikonya kalau terlalu banyak ambilnya headlamp jadi redup.

abanganton
06-12-2008, 08:44 AM
report dari istri di Jogja, setelah 1bulan lebih mobil yang dipasang sistem elektroliser dipakai, kembali isi Premium Full Tank. ternyata konsumsi malah jadi 1:9,1... :(
Sebelum pasang, bervariasi antara 1:10,5 sampai 1:10,7.
Sama-sama pemakaian dalam kota. Riding style juga relatif sama, cewek (baca:ibu-ibu) yang bawa gitu loh...
Sebelum dan Sesudah Pasang Hydrobooster :
- Tarikan relatif sama saja.
- Getaran saat idle lebih terasa. Terlebih saat compressor AC "ON" (thermostat men-trigger compressor).
Larutan elektrolit sudah berkurang sekitar 150ml.
Saya belum sempat bawa lagi ke yang pasang untuk klarifikasi dan diskusi mengapa jadi begini... :x
Saya yakin sistem hydroboosternya sudah baik. Yang nggak yakin adalah penyesuaian di sistem pembakaran mesin...
Mungkin ada komen atau masukan ?

Riza
06-12-2008, 10:03 AM
Yups, masalahnya ada di kran.
Memang susah kalau ga bisa always periksa.
Coba ganti krannya dengan yang metal, bisa dibeli di Labora utara pasar terban, tanya saja kran udara untuk alat periksa tekanan darah.
Saya juga blm kesana, jadi belum coba, tapi harusnya lebih reliable.
Setelah asupan HHO harusnya sedikit saja.
Oneway valve juga tersedia, beli pompa remas untuk periksa tekanan darah juga.
Jangan lupa kalau sudah diganti dengan kran logam, baiknya diberi lem spt aica-aibond supaya tidak geser jika kena getaran, tapi masih bisa diputar jika mau adjust lagi.
Oh ya, kalau testnya dalam kota kayaknya tidak valid, karena 98% energi dari bensin dipergunakan untuk memutar mesin (sistem) diberi penghemat BBM jenis apapun tidak akan terasa, kecuali ngerubah jalan menjadi sepi, misalnya mobil dipakai hanya jam 02:00 sampai jam 05:00, tidak pakai AC, berhenti di traffic light mesin dimatiin, kalau luar kota 70% untuk sistem, jadi kita masih bisa berhemat dari yang 30%nya. Efisiensi kendaraan saat ini memang masih seperti itu.
Rumornya sudah pakai mesin hybrid pun masih banyak komplain bahwa sistemnya masih boros :lol:
Good luck.

abanganton
06-12-2008, 10:31 AM
Kalau keran udara untuk air-compressor mungkin bisa juga ya, mas ?
Memang sih, dari artikel dan postingan serta pengalaman orang2 yang pernah aplikasi sistem hydrobooster di mobilnya, dalam kota nggak signifikan.
Tapi ini kok malah jadi lebih boros ? Pemakaian pada jam2 yang relatif sama, jadi nggak jauh2 beda kondisi lalu lintasnya. Apalagi di Jogja, macetnya nggak panjang dan nggak lama, nggak spt Jakarta. Pengalaman saya dan istri, yang paling macet cuma di Jl. Solo depan Ambarukmo plaza, itu juga hari Sabtu malam... :o
Toleransi boros juga diambil dari record konsumsi BBM terdahulu. Karena saya selalu fulltank setiap re-fueling, jadi ketahuan konsumsinya, antara 1: 10,5 ~ 10,7. Beda sampai 0,5 menurut saya wajar, krn faktor perbedaan macet dan riding style. Lebih dari itu, pasti ada masalah lain...
Oke deh, tak benahi dulu masalah keran udara...
kalau next re-fueling masih nggak bener, input bakalan saya pindahin ke Air Intake sebelum throttle saja...

dsukarman
06-12-2008, 10:43 AM
Saya pasang sistem ini 3 minggu yang lalu di Civic Wonder. selesai pasang lusanya langsung test bdg - jkt. Dari sisi efisiensi memang belum kelihatan karena tabung yang dipasangpun ukurannya kecil. dari test ini saya hanya melihat dari sisi keamanan saja bahwa sistem cukup aman.

Menurut saya harus ada perubahan Mindset dari kita untuk Sistem ini.
1. Dengan banyaknya asupan Hidrogen dan Oxygen asap mobil lebih bersih malah banyak mengeluarkan uap air, alhasil mesin akan bersih walaupun knalpot pasti akan sering ganti karena korosi. Tapi kan harga knalpot nggak sebanding dengan harga mesin. so pasti akan lebih hemat dalam manintenance mobil.
2. Asap bersih berarti mengurangi polusi, sekalian ikut program global warning gituuu
3. Nggak bisa dipakai ngebut , percuma karena tidak sebanding dengan ketersetiaan bahan bakar. Bensin sudah tersedia di tangki tinggal sedot sedangkan HHO harus diproduksi dulu. Jadi nggak ngebut lebih aman dari kecelakaan :)
Kalau masalah efisiensi sih tinggal diatur belakangan.

saya coba untuk menggunakan dua tabung , tapi tidak digabung. Satu tabung masuk sesudah karbu dan satu tabung masuk ke sebelum karbu jadi pada saat dalam kota ada supplemen bahan bakar saat mesin idle. Mohon pencerahannya dari rekan-rekan pecinta BBA ini. Trims.

Riza
06-12-2008, 11:03 AM
Masalah air di knalpot.....
Saya jalan Jogja-Bdg PP habis sekitar 200cc air, jalan sekitar 900 km total, signifikankah 200 cc air dengan perjalanan 900 km akan bikin keropos knalpot?
Knalpot keropos bisa terjadi, karena: mobil/motor kalau jalan trip sangat pendek misalnya 500 meter atau karena terlalu eman-eman, maka sering dipanasin mesinnya, mobil hanya berhenti di tempat, knalpot blm panas sudah dimatiin, air hasil pembakaran BBM masih nggendon di knalpot, tidak perlu ditambah HHO untuk bisa keropos.
Menurut hukum kekekalan zat, kalau air yg diurai 200 cc maka kalau disatukan tentu max 200 cc pula, tidak bisa simsalabim jadi 2 liter misalnya :lol:
Jadi tenang aja Bro, yg penting tidak usah mengada-adakan pemanasan mobil, mau pakai langsung bejek gitu lho :cool:

Tentang 1 tabung masuk sebelum throttle control, maka untuk mesing bensin sedotannya kurang, jadi 99% akan nganggur gasnya, baiknya diberi jembatan untuk membuang gas hasil elektrolisis ke tabung yg masuk ke manifold, supaya tidak percuma. Tentu jangan lupa diberi kran, dikit saja, tujuannya jangan sampai HHOnya menumpuk.

hann
06-12-2008, 11:43 AM
200CC diuapkan dalam waktu belasan jam..sepertinya komposisi uap air dan gas hasil pembakaran bensin perbandingannya jauh lebih besar bensinnya daripada uap air..
0,2 L air berbanding 50 L bensin => cuman 0,4% ajah..masih jauh lebih banyak cipratan air dari jalan kalau kena knalpot..

hann
06-12-2008, 11:58 AM
dari artikelnya Pat Kelly (D9.pdf...cmiiw), disebutkan kalau luas pelat efektif antara 13-25cm2. Saya sendiri masih ingin membuktikan pengaruh luas pelat terhadap daya yang disedot sistem elektrolizer...

Luasan efektif tersebut (2~4 sq.inch => 13~25 cm2) adalah untuk arus 1 amper..
Memang sebaiknya kita tentukan dulu arus yg akan dipakai secara aki agar tidak tekor..nah rumus luasan inilah (plat SS ya..untuk kawat SS dan plat lain misal almu belum nemu referensinya) yg dipake sebagai patokan..selanjutnya konsentrasi katalis ditambahkan sedikit demi sedikit untuk mencapai arus optimum tersebut..

abanganton
06-12-2008, 02:12 PM
Masih berhubungan dengan Elektrolisis...
siang ini ketemu kawan, bincang2 berlanjut ke elektrolisis, dan saya ceritain soal "hasil" dari pemasangan sistem tsb di mobil saya...
komentar dia :
"ya jelas... mobil injection spt mobilmu kan punya kontrol elektronik untuk sistem injectionnya. Tujuannya untuk menjaga keseimbangan campuran udara-bensin. Kalau ada asupan tambahan Oksigen dari Elektroliser, maka otomatis kontrol unit tadi akan memerintahkan sistem mensuplai bensin lebih ke ruang bakar. Ujung2nya yah makan BBM lebih..."
lanjutnya lagi...
".. makannya elektroliser akan lebih cocok dan mudah diaplikasikan ke kendaraan yang masih pakai karburator atau mesin diesel. Kalau mesin diesel sistem injectionnya beda, istilahnya "injection manual" yang nggak kepengaruh kontrol unit"
betul nggak tuh ? kalau ya, mungkin ini yang bikin konsumsi BBM lebih boros dibanding sebelum pasang hydrobooster. Artinya perlu re-mapping dong yah untuk kontrol elektroniknya... :roll: :?:
apa memang ada ecu di baleno ? (mobil sendiri nggak tau... :oops: )
apa memang bisa dilakukan re-mapping untuk ecu nya ?

handy
06-12-2008, 03:01 PM
nah ini yg tadinya juga saya khawatirkan kalo dipasang di mobil injeksion... tapi terus terang eksperimen saya jg belum sampai pada tahap nyoba di mobil... kalau emang bener maka solusinya mungkin hanya memasukkan gas hidrogennya saja ke manipol... gas oksigennya dibuang... menurut temen saya kutup positif dan negatif menghasilkan gas yg berbeda.. yg satu menghasilkan hidrogen.. satunya oksigen... cuman saya jg belum nemu referensinya mana yg menghasilkan hidrogen... mana yg menghasilkan oksigen... mungkin ada temen disini yg sudah nemu referensinya monggo diposting.

salam,
hand,-


"ya jelas... mobil injection spt mobilmu kan punya kontrol elektronik untuk sistem injectionnya. Tujuannya untuk menjaga keseimbangan campuran udara-bensin. Kalau ada asupan tambahan Oksigen dari Elektroliser, maka otomatis kontrol unit tadi akan memerintahkan sistem mensuplai bensin lebih ke ruang bakar. Ujung2nya yah makan BBM lebih..."

Riza
06-12-2008, 05:53 PM
Logikanya kalau tambahan itu sedikit saja maka tidak perlu merepotkan ECU kalaupun ada.
Tidak perlu diremap, kalau diremap kayaknya terlalu berlebihan.
Kalau diperhatikan, jika kran dibuka sangat lebar/besar maka kalau pakai ECU memang tidak akan menambah idle, idle tetap pada putarannya, karena tugas ECU memang menyesuaikan, beda dengan yg pakai karbu dengan ditambah lebar bukaan kran maka idlenya akan tambah tinggi.
Intinya sih bagaimana memproduksi gas hidrogen dengan optimal, tanpa mengganggu kelistrikan dll.

handy
06-12-2008, 06:00 PM
eh... kran ini maksudnya buat ngatur volume gas yg dimasukkan ke mesin ya... berarti nantinya ada gas yg tertahan di tabung elektroliser... nah lama2 apa gak numpuk di tabung akibatnya tekanannya jadi tinggi... logikanya perlu ada katub buat ngebuang kelebihan gas... betul gak kang Riza?

Riza
06-12-2008, 07:57 PM
Tidak betul kalau gas hasil elektrolisa akan menumpuk, karena berdasarkan pengamatan alat elektrolisa yang saya pakai, sebenarnya hasil gasnya sangat sedikit jika dibandingkan dengan yg disedotkan ke manifold meski sudah 'dicekik' memakai kran.
Kecuali desain elektrodanya sangat besar, kalau besar mungkin ketersediaan arus listrik pada kendaraan tidak akan cukup untuk menghidupkannya.
Dalam tabung elektrolisis yg terpasang kalau tidak tahan vakum justru akan menyusut volumenya, jadi tekanan dalam tabung terpasang bukan positif tetapi negatif.
Tabungnya baiknya tahan terhadap vakum, tidak perlu tahan terhadap tekanan spt tabung gas LPG.

dsukarman
06-13-2008, 11:44 AM
apakah ada rekan yang sudah experiment dengan syntetic gas / hydrocarbon ?
http://bingofuel.online.fr/bingofuel/html/bfr10.htm .[/url]

dsukarman
06-13-2008, 09:40 PM
Atau GEET Fuel System yang memanfaatkan gas buang ?

abanganton
06-16-2008, 10:03 AM
... Dalam tabung elektrolisis yg terpasang kalau tidak tahan vakum justru akan menyusut volumenya, jadi tekanan dalam tabung terpasang bukan positif tetapi negatif.
Tabungnya baiknya tahan terhadap vakum, tidak perlu tahan terhadap tekanan spt tabung gas LPG.
Tambahan, improvisasi yang dilakukan provider & installer Sentul, yakni insulasi tabung dengan bahan penahan panas, seperti lembaran sponge yang ada perekat dan lapisan alumunium foil, terutama bila tabung ditempatkan di ruang mesin, untuk menghidari penyerapan panas mesin oleh tabung. Dugaan sementara, tujuannya untuk mengoptimalkan kinerja sistem hydrobooster, karena "panas" adalah musuh larutan elektrolit.

Riza
06-16-2008, 12:42 PM
Jadi susah ngecek plupuk-plupuknya kebanyakan atau tidak. Jadi lebih riskan :sad:
Sebenarnya tabung bisa ketularan panas jika mobil berjalan pelan atau berhenti setelah mesin panas.
Kalau jalan luar kota mestinya tidak ada masalah, tapi bisa jadi biang kerok tidak efektifnya HHO untuk trip dalam kota.
BTW, pernah aku tanyakan, bagaimana kalau udara yg dihisap diambilkan dari udara AC, dijawab tidak ada pengaruhnya, padahal udara AC kan lebih dingin, bisa mendinginkan elektrolitnya.

abanganton
06-16-2008, 12:52 PM
masih disisakan "lubang intip" kok mas, di satu sisi disisakan selebar kira2 3-4cm menerus ke bawah. Memang artinya panas masih bisa lewat "lubang intip situ, tapi paling tidak pemasangan insulasi tadi lumayan lah menekan penyerapan panas.
Setuju, kalau udara dingin bisa menekan panas larutan elektrolit, tapi belum pernah coba seberapa efektifnya penggunaan udara dingin tsb.

handy
06-16-2008, 04:17 PM
sharing aja nih... kemarin eksperimen ulang... pakai plat stainless ukuran sekitar 3cm (lbr) x 9cm (pjg) x 0,8mm (tbl). sorry sy lupa ga ngukur persisnya berapa... kalau memang perlu nanti malem deh saya ukur yg benernya berapa.

- eksperimen pertama :
pakai 2 plat kemudian ditambah platnya sampai 6 plat, makin banyak jumlah platnya
makin besar nyedot arusnya. kelihatan dari lampu 55watt yg dipasang seri jadi agak redup.
tapi penambahan produksi gas kelihatannya tidak begitu signifikan dengan penambahan
dari 2 plat menjadi 6 plat.

- eksperimen kedua :
dari eksperimen pertama saya melihat gelembung2 gas terbanyak muncul di pinggir2
plat, maka kali ini saya coba melubangi plat sebanyak2nya. ternyata dengan 2 plat
produksi gasnya jauh lebih banyak dibanding tidak dilubangi. kebetulan waktu percobaan
ngalirin listrik ke plat diiket pakai kawat tembaga, saya perhatikan di kabel (+) banyak terjadi
oksidasi, artinya di kutup (+) terjadi pengikatan oksigen sedangkan yang kutup (-) akan
mengikat hidrogen. dari sini saya trus punya ide gimana kalau pakai 3 plat, 1 plat di tengah
disambung ke kutup (+) sedangkan 2 plat yg pinggir di sambung ke kutup (-) ? ternyata wow
gas yg diproduksi oleh kutup (-) jauh lebih banyak dibanding pakai 2 plat.... artinya produksi
hidrogennya lebih banyak...

kesimpulan sementara yg saya peroleh dari eksperimen yg saya lakukan kemarin :
1. pemasangan lampu yg diseri dengan elektrolisa bisa kita pakai buat mengontrol arus yg
mengalir ke elektrolisa, makin besar watt lampu makin besar juga arus yg mengalir dan
ujung2nya produksi gasnya juga makin banyak.
2. pemakaian plat yg dilobang2 lebih efektif terhadap produksi gas dibanding plat yg polos
(hmmm.... jd penasaran mo nyoba pakai kawat nih)
3. gas hidrogen akan terbentuk dari kutub (-), karena itu untuk memperbesar produksi gas
bisa dengan cara membuat jumlah elemen di kutub (-) lebih banyak dari pada di kutub (+),
cuman perbandingannya yg efektif gimana masih belum tahu

demikian sekedar sharing dari saya.... tolong dikoreksi kalau asumsi saya ada yg salah
terutama mengenai oksidasi....

thanks & salam,
hand,-

masandhie
06-16-2008, 05:43 PM
sharing aja nih... kemarin eksperimen ulang... pakai plat stainless ukuran sekitar 3cm (lbr) x 9cm (pjg) x 0,8mm (tbl). sorry sy lupa ga ngukur persisnya berapa... kalau memang perlu nanti malem deh saya ukur yg benernya berapa.

Mas kalo perlu gambarnya skalian yah
oia kalau pakai kawat kira2 yang bagus pakai diameter berapa?

abanganton
06-16-2008, 06:36 PM
sharing aja nih... kemarin eksperimen ulang...
pakai 3 pelat persis seperti yang saya lakukan, mas Han..
2 Pelat tepi saya gabung sehingga berbentuk U, dialiri kutub negatif. Pelat tengah saya aliri kutub Positif. Hasilnya memang Ruarr Biasa. Kalau kutubnya dibalik, hasil buih nggak sebanyak semula. Tapi, saya duga ini penyebab makan daya besar. Sekarang saya pakai anoda dan katoda masing2 pakai 1 lempeng, dan accu nggak tekor lagi... itu juga dengan pengontrolan katalis yang dimasukkan, sehingga arus yang mengalir nggak sampai 2A. (sekitar 1,8A).
Sampeyan pakai kontrol katalis ndak ?
Soal pelat berlubang (perforated), berarti sudah dibuktikan oleh anda, bahwa hasil gas akan lebih banyak, seperti salah satu artikel di url. Good work, mate... 8)
Bagusnya mungkin pakai pelat yang sudah berlubang dari pabrik kali yah, daripada capek bikin banyak lubang... :wink:
Saran, mas... kalo desain elektroda sudah "nemu", gimana kalo coba buat multi cell yang diseri, untuk melihat daya yang dibutuhkan, arus yang mengalir, dan tegangan yang terjadi... :)
maksudnya biar lebih applicable gituu... :o

handy
06-16-2008, 07:27 PM
thanks mas Anton atas tanggapan dan masukannya

kalo sy kemarin 2 plat yg tepi gak saya bentuk U... tapi sy nyambunginnya diluar...
ga tahu ini pengaruh apa tidak... juga ketebalan plat seberapa besar pengaruhnya
belum puntya pembanding alias blm punya plat yg lebih tebal.... oya mas Anton pakai
plat yg tebalnya berapa mm? sekedar untuk pembanding...

katalis belum dikontrol... masih pakai cairan yg sama untuk percobaan2 yg sebelumnya
nanti kalau dah pasti mau pakai desain elektroda yg bagaimana baru uji coba kontrol katalis.

sayang ga punya ampere meter jadi ga bisa ngukur arus yg ngalir berapa A... kayaknya
mesti beli ampere meter yg murah2an aja deh... juga belum diaplikasi ke kendaraan.

ngomong2 soal aplikasi ke kendaraan... pas nyoba selang vacuum yg ke intake dicabang
trus salah satu ujungnya dimasukin ke bakal tabung elektrolisa... wuih nyedotnya ternyata
kuat banget... kalau dikasih jarum suntik gitu apa masih kegedean ya lubangnya.... kalau
gak bisa ya berarti harus nyari kran nih....

orangindonesiabiasa
06-16-2008, 07:37 PM
Wahh hebat, kemajuan yang baik nih, nanti saya coba dirumah deh..
Seperti yang sudah saya katakan sebelumnya di reply saya yang kemaren-kemaren, berikut hasil percobaan saya (lihat gambar):
http://www.geocities.com/antiaribanget/temp/tabel.jpg
dengan kondisi sebagai berikut:
- banyaknya H20, 200ml dicampur dengan takaran NaOH (Soda Api) dan Na(CO)2 (Sodium Becarbonate/ Natrium Becarbonate/Soda Kue) yang sama, 1 sendok teh.
- menggunakan adaptor

kemudian saya coba menggunakan tegangan yang langsung dari motor, dimana aki dituliskan bertegangan 12v / 7.2a (lihat gambar)
http://www.geocities.com/antiaribanget/temp/aki.jpg


terlihat sebelum kabel dihubungkan dengan booster, aki memiliki tegangan sebesar 13.21v (lihat gambar)
http://www.geocities.com/antiaribanget/temp/before.jpg


setelah dihubungkan ke aki terlihat besarannya tegangan berkurang, bohlam lampu menyala terang dan muncul buih (lihat gambar),
http://www.geocities.com/antiaribanget/temp/after.jpg
http://www.geocities.com/antiaribanget/temp/after_glow.jpg

larutan yang digunakan adalah larutan NaOH dengan takaran 1 sendok teh dan H20 sebanyak 200ml.

saya belum sempet menggunakan KOH karena mahal aja harganya (rp25.000/kg) dan minimal pembelian harus 1/2Kg. sepertinya lebih baik menggunakan soda kue selain buihnya lebih banyak juga lebih hemat energi.
Kemudian yang menjadi pertanyaan adalah kenapa gak keluar bubble pada bubbler?? apa tabung saya kurang vakum atau karena saya gak pake selang vakum juga?? gimana instalasi selang vakumnya ya??

salam hangat

Riza
06-16-2008, 08:23 PM
Wo, jelas tidak plupuk-plupuk kan gasnya keluar melalui selang yang menjuntai ke rumput :lol:
Bubbler bisa plupuk-plupuk kalau sudah dihubungkan ke mesin => dimasukkan ke intake manifold, kan ada tekanan negatif (tenaga vakum). Jangan lupa dicekik pakai kran, supaya plupuk-2nya tidak terlalu kencang, secukupnya saja.
Tabung bubbler harus tertutup rapat seperti tabung elektrolisanya itu.
selamat mencoba.

orangindonesiabiasa
06-16-2008, 09:05 PM
berarti bener dugaan saya, emang harus masuk mesin ya, sehingga dapet keadaan vakum. baik lah nanti saya coba lagi. btw selang yang menjuntai-juntai mencoba untuk merumput itu mati koq, saya cekik keran.

btw lagi, sebenarnya ada foto2 lagi tapi pake kawat dan larutan soda kue, hasilnya lebih baik lagi dari pada pake plat, nanti saya coba ketika pake plat "U" hasilnya seperti apa.

untuk temen2 yang pake sodium becarbonate, lebih baik cari yang pure sodium becarbonate, biasanya berlabelkan soda kue, beberpa baking soda, baking powder, pengembang kue dan VX memang mengandung sodium becarbonate tapi bercampur dengan sodium acid dan tepung tapioka. nanti jadinya larutan elektrolisis anda berlumpur gitu.

salam hangat.

handy
06-16-2008, 09:35 PM
@orangindonesiabiasa : pakai lampu yg berapa watt?
@Riza : gak harus dihubungkan ke mesin kok... saya sudah coba dari tabung elektrolisis saya salurkan
ke satu tabung lagi yg saya isi air sabun... keluar plupuk2 kok... trus iseng2 plupuk2 yg ditabung
ke-2 saya sulut api.... langsung DUARRRR!!!! ternyata suaranya memekakkan telinga... ampe
kaget saya...

orangindonesiabiasa
06-16-2008, 11:59 PM
lampu 12 watt koq mas, itu juga lampu rem blakang yang kebetulan nganggur.

koq bisa kluar plupuk-plupuknya ya mas?? apa rahasianya ya?? saya liat di video2 juga gak nyambung sama mesin juga bisa keluar plupuk2?? saya udah coba sgala cara.

Oh ya saya liat dibuku water4gas diujung selang vakum itu apaan ya? pengaruh gak ya kalo gak pake itu??
trus selang vakumnya itu brarti nyemplung ke dalam air kan?? brarti airnya nyangkut di selangnya dong??
ada yang bisa kasih gambarnya gak??

hann
06-17-2008, 12:01 AM
@orangindonesiabiasa : pakai lampu yg berapa watt?
@Riza : gak harus dihubungkan ke mesin kok... saya sudah coba dari tabung elektrolisis saya salurkan
ke satu tabung lagi yg saya isi air sabun... keluar plupuk2 kok... trus iseng2 plupuk2 yg ditabung
ke-2 saya sulut api.... langsung DUARRRR!!!! ternyata suaranya memekakkan telinga... ampe
kaget saya...

Wah pemberani betul nih bro Handy..
Di artikelnya Bob Boyce dan Pat kelly selalu ditekankan dalam handling dan percobaan elektrolisis ini harus diluar ruangan atau minimal berventilasi lancar..
Gas2 hasil elektrolisa ini (dalam ruangan) bisa berkonsentrasi d plafon rumah dan apabila terakumulasi dapat terpantik (trigger) hanya oleh percikan sedikit api yg sering terjadi pada saklar lampu rumah yg kita nyalakan..
Karena keasyikan bereksperimen kadang kita tidak menyadari terakumulasinya gas ini..
Tapi untung gas hidrogen ini sangat ringan sehingga tetap bisa menyelinap keluar plafon sekalipun cuma lewat celah yg kecil..

Riza
06-17-2008, 12:09 AM
Barusan diskusi sama dosen Sanatadarma, dia pernah lihat proses elektrolisa sebesar 7 amperes => 84 watt, pada tegangan 12Volt, tabungnya ditutup rapat-rapat, gas hasil elektrolisa hanya dikeluarkan lewat 1 selang dan dimasukkan langsung ke intake depan karbu/di belakang filter udara.
Meski sedotannya (vakum) di mulut karbu itu kecil, tetapi tabung elektrolisis ada tekanannya jadi sudah seperti pompa. Lebih cocok dicontohkan seperti membuka coca-cola lantas ditutup pakai jempol, botolnya dikocok-kocok tentu akan ada tekanan dari dalam botol.

BTW, kalau ada selang menjuntai ke udara bebas meski sudah dicekik, kalau cekikannya tidak 100% menutup tentu disebut kebocoran gas :mrgreen:
Kalau tidak ada kebocoran, gas yg dihasilkan terlalu kecil, kemungkinan bisa plupuk-plupuk tetapi membutuhkan waktu.
Kalau di air sabun mungkin membenamkan selangnya tidak terlalu dalem sehingga memang tidak perlu tekanan yg besar.
Pastikan buang dulu batu aquariumnya kalau untuk test, kelamaan nanti, membenamkan dalam airnya juga jangan dalem-dalem, bagusnya pakai air sabun tadi, gelembungnya dicoba disulut pakai api, pastikan hati-hati.

abanganton
06-17-2008, 12:43 PM
@orangindonesiabiasa : pakai lampu yg berapa watt? tergantung berapa cell. Kalau cuma 1 cell, pakai yang 5 Watt saja. Tapi kalau sampai 6 cell, pakai yang 21 Watt.
@Riza : gak harus dihubungkan ke mesin kok... saya sudah coba dari tabung elektrolisis saya salurkan ke satu tabung lagi yg saya isi air sabun... keluar plupuk2 kok... trus iseng2 plupuk2 yg ditabung ke-2 saya sulut api.... langsung DUARRRR!!!! ternyata suaranya mekakkan telinga... ampe kaget saya...loh..? :roll: intinya kan pemanfaatan gas hasil elektrolisis toh ? kalo untuk mesin, gas hasil elektrolisis dimasukkan ke ruang bakar, untuk turut serta dalam pembakaran. Karena sudah vacum, alis ada hisapan dari ruang bakar (melalui intake manifold) yah nggak perlu alat lagi untuk mendorong gas tadi, otomatis terhisap. Kalau sistem terbuka seperti gambarnya pak orangindonesiabiasa, yah gasnya cuma numpuk aja di dalam tabung utama elektrolisis. Saya nggak tau deh, apakah kalau elektrolisisnya dibiarkan bekerja terus akan ada tekanan positif di dalam tabung tsb, sehingga mendorong udara keluar ke bubbler. Tapi kayaknya nggak akan deh.. :?
BTW, mas Handy kok nekat yah... kan udah banyak cerita dan postingan soal mudah meledaknya gas HHO. Kalau tabung yang digunakan dari kaca, bisa bahaya dengan pecahannya loh... :o

orangindonesiabiasa
06-17-2008, 01:36 PM
harusnya ketika gas numpuk dia akan keluar menuju ke bubbler, dengan begitu nanti terlihat sudah benarkah generator kita itu, coba deh liat video ini
http://www.youtube.com/watch?v=O21rjLZKdOE (kalo mau download 4,7mb) atau yang ini http://www.youtube.com/get_video?video_id=jyVacWqM5bQ&t=OEgsToPDskKJTJCeYAvniIQUjj2b9YRm (4,9mb)
dia sama2 mengujinya dalam sistem yang terbuka seperti saya, tapi anehnya di bubblernya keluar plupuk-plupuk. ohya in update foto ketika mengunakan cell berbentuk U, nice works.

handy
06-17-2008, 01:54 PM
kalo ada produksi gas di tabung elektrolisis kan berarti tekanan di dalam tabung bertambah... hanya seberapa cepat penambahan tekanan tergantung seberapa banyak gas yg diproduksi... kalo gasnya banyak ya tekanannya cepet nambah dan sebaliknya... begitu kan? cobain pakai lampu depan motor (35watt) trus lihat bedanya ama pakai 12watt...

lampu 12 watt koq mas, itu juga lampu rem blakang yang kebetulan nganggur.

koq bisa kluar plupuk-plupuknya ya mas?? apa rahasianya ya?? saya liat di video2 juga gak nyambung sama mesin juga bisa keluar plupuk2?? saya udah coba sgala cara.

Oh ya saya liat dibuku water4gas diujung selang vakum itu apaan ya? pengaruh gak ya kalo gak pake itu??
trus selang vakumnya itu brarti nyemplung ke dalam air kan?? brarti airnya nyangkut di selangnya dong??
ada yang bisa kasih gambarnya gak??

handy
06-17-2008, 02:24 PM
saya eksperimen selalu di teras atas rumah dan kebetulan banyak angin bertiup jadi lumayan aman... gas hidrogen cepet kebawa angin. nah yg saya sulut api itu gas yg tertampung di gelembung2 di permukaan air sabun... jumlah gelembungnya juga pas masih sedikit.... sekitar 10-15 gelembung... kalau dah banyak mana berani pak... apalagi langsung nyulut yg keluar dari tabung elektrolisa... tabung bekas nescafe yg terbuat dari kaca kalau pecah.... hiks....


Wah pemberani betul nih bro Handy..
Di artikelnya Bob Boyce dan Pat kelly selalu ditekankan dalam handling dan percobaan elektrolisis ini harus diluar ruangan atau minimal berventilasi lancar..
Gas2 hasil elektrolisa ini (dalam ruangan) bisa berkonsentrasi d plafon rumah dan apabila terakumulasi dapat terpantik (trigger) hanya oleh percikan sedikit api yg sering terjadi pada saklar lampu rumah yg kita nyalakan..
Karena keasyikan bereksperimen kadang kita tidak menyadari terakumulasinya gas ini..
Tapi untung gas hidrogen ini sangat ringan sehingga tetap bisa menyelinap keluar plafon sekalipun cuma lewat celah yg kecil..

dsukarman
06-17-2008, 02:38 PM
Versi Alpha , saya menggunakan dua buah tabung.
satu masuk ke Intake Manifold, satu lagi masuk ke air intake. Hemat yg didapat cukup lumayan tapi tetep panas.

Plat yang digunakan untuk (+) 2,5 X 10 Cm dan (-) 3 X 10 Cm. Diseri dengan Ampere meter. Total Ampere untuk dua tabung sebesar 5 Amp.

Kelihatannya tabung gelas Nescafe nggak bagus masih ada kebocoran, tutup tabung tidak terlalu rapat.

Oh.. ya Ampere meter di Plaza Bandung seharga Rp. 24 Ribu tokonya didepan Tulus Elektronik. Kotak Plastiknya 3 Ribu.

handy
06-17-2008, 02:44 PM
Barusan diskusi sama dosen Sanatadarma, dia pernah lihat proses elektrolisa sebesar 7 amperes => 84 watt, pada tegangan 12Volt, tabungnya ditutup rapat-rapat, gas hasil elektrolisa hanya dikeluarkan lewat 1 selang dan dimasukkan langsung ke intake depan karbu/di belakang filter udara.
Meski sedotannya (vakum) di mulut karbu itu kecil, tetapi tabung elektrolisis ada tekanannya jadi sudah seperti pompa. Lebih cocok dicontohkan seperti membuka coca-cola lantas ditutup pakai jempol, botolnya dikocok-kocok tentu akan ada tekanan dari dalam botol.


gilee 7 ampere.... seberapa besar tuh pak elektrodanya.... pak Riza kan sudah pernah pasang yg hasil jadi di sentul kalo ga salah ya... kalau boleh tahu seberapa besar sih tabungnya... soalnya pas kemarin nyoba selang dari tabung elektrolisis dimasukin ke intake plenum... walah airnya langsung kesedot... langsung deh matiin mesin... :(

bagusnya pakai air sabun tadi, gelembungnya dicoba disulut pakai api, pastikan hati-hati.

yak betul kalau mo nyoba disulut api baiknya selang dari tabung elektrolisis dimasukkan ke tabung lagi yg berisi air sabun... saya kemarin pakai bekas popmie diisi air campur sabun cuci piring dikit. dengan bubbler ini kita jg bisa tahu seberapa besar produksi gasnya... dengan ngelihat cepatnya dan banyaknya gelembung yg terbentuk.

Riza
06-17-2008, 02:50 PM
Kebocoran bisa diberi lem aquarium atau auto sealer.
5 ampere sudah bagus banget => jika tegngan 12 volt = 60 watt, kayaknya kalau motor minimal 250cc baru bisa membangkitkannya.

handy
06-17-2008, 02:52 PM
BTW, mas Handy kok nekat yah... kan udah banyak cerita dan postingan soal mudah meledaknya gas HHO. Kalau tabung yang digunakan dari kaca, bisa bahaya dengan pecahannya loh... :o

yg disulut gelembung air sabun kok pak... hehehe itupun gelembungnya pas masih sedikit... ya kira2 10-15 gelembung gitu... itupun dah bikin kaget loh... trus tabung air sabunnya pakai bekas popmie... batang korek api saya sambung pakai lidi biar panjang.... :) jadi aman deh...

abanganton
06-17-2008, 02:53 PM
belum puntya pembanding alias blm punya plat yg lebih tebal.... oya mas Anton pakai plat yg tebalnya berapa mm? sekedar untuk pembanding...
Saya pakai pelat tebal 1mm.
ngomong2 soal aplikasi ke kendaraan... pas nyoba selang vacuum yg ke intake dicabang trus salah satu ujungnya dimasukin ke bakal tabung elektrolisa... wuih nyedotnya ternyata kuat banget... kalau dikasih jarum suntik gitu apa masih kegedean ya lubangnya.... kalau
gak bisa ya berarti harus nyari kran nih....aku pakai keran udara untuk gelembung aquarium. Jeleknya, Nggak stabil. Sering membesar sendiri atau menutup sendiri... :x
Kalau keran comressor angin mungkin lebih baik. Atau keran rumah sakit seprti mas Riza. Tapi kalau memungkinkan, pakai jarum suntik aja yang paling besar. Jadi bukaannya udah fix, nggak berubah. Saya sendiri belum nyoba sih... :oops:

handy
06-17-2008, 03:01 PM
@dsukarman:
mas sukarman di bandung? saya di cimahi nih... lam kenal ajha ya...
wah dengan segitu aja udah 5 ampere ya... pakai diseri ama lampu ga mas? nyoba di motor apa mobil? oya yg masuk ke intake manifold dicekik pakai apa & beli dimana supaya air gak ikut kesedot... kemarin nyoba airnya ikut kesedot euy... untung masih sedikit :(
oya, thanks info harga ampere meternya.

Riza
06-17-2008, 03:02 PM
gilee 7 ampere.... seberapa besar tuh pak elektrodanya.... pak Riza kan sudah pernah pasang yg hasil jadi di sentul kalo ga salah ya... kalau boleh tahu seberapa besar sih tabungnya... soalnya pas kemarin nyoba selang dari tabung elektrolisis dimasukin ke intake plenum... walah airnya langsung kesedot... langsung deh matiin mesin... :(


Lho kan udah aku pajang fotonya di halaman-halaman sebelumnya, coba telusuri lagi "previous" ada foto dalam kap mesin Honda Jazz saya, tabung itu juga dipakai para pembikin HHO di luar negeri :cool:
Kalau tabung tidak tahan sedotan vakum, pasang krannya mepet di intake manifold, kalau tabung tahan sedotan vakum bisa dipasang sebelum masuk tabung, lebih stabil.

handy
06-17-2008, 03:08 PM
aku pakai keran udara untuk gelembung aquarium. Jeleknya, Nggak stabil. Sering membesar sendiri atau menutup sendiri... :x
Kalau keran comressor angin mungkin lebih baik. Atau keran rumah sakit seprti mas Riza. Tapi kalau memungkinkan, pakai jarum suntik aja yang paling besar. Jadi bukaannya udah fix, nggak berubah. Saya sendiri belum nyoba sih... :oops:

jarum suntik yg paling besar ama jarum suntik tinta isi ulang kira2 masih besar mana ya... banyak nih di kantor eks tinta isi ulang... tar mo dicoba ah... thanks ya boss infonya

handy
06-17-2008, 03:12 PM
Lho kan udah aku pajang fotonya di halaman-halaman sebelumnya, coba telusuri lagi "previous" ada foto dalam kap mesin Honda Jazz saya, tabung itu juga dipakai para pembikin HHO di luar negeri :cool:
Kalau tabung tidak tahan sedotan vakum, pasang krannya mepet di intake manifold, kalau tabung tahan sedotan vakum bisa dipasang sebelum masuk tabung, lebih stabil.

ok boss tak coba telusuri.... jadi tetep lebih bagus pakai tabung yg tahan sedotan vakum ya...

Riza
06-17-2008, 03:12 PM
Kalau terlalu sempit jarumnya memang berisiko adanya penyumbatan, perlu didesain yang mudah dibersihkan atau diganti.

abanganton
06-17-2008, 03:25 PM
gilee 7 ampere.... seberapa besar tuh pak elektrodanya.... pak Riza kan sudah pernah pasang yg hasil jadi di sentul kalo ga salah ya... kalau boleh tahu seberapa besar sih tabungnya... soalnya pas kemarin nyoba selang dari tabung elektrolisis dimasukin ke intake plenum... walah airnya langsung kesedot... langsung deh matiin mesin... :(
sekadar meluruskan... Sentul itu nama bengkel di Jogja yah, bukannya Sentul yang ada Sirkuitnya... :P
Tabung yang dipakai adalah tabung untuk penyaringan air, bisa dibeli di Carrefour, seharga 160.00-an... (udah naik, bulan lalu masih 120.000-an :cry: )
Lho kok bisa kesedot... memangnya jarak dari mulut selang ke permukaan air berapa ? 5 cm udah aman kok... Kalau sudah aplikasi di kendaraan, kalau bakalan sering lewat jalan rusak atau banyak poldur, mungkin perlu diperbesar jaraknya... atau pasang sistem penahan cipratan...

Riza
06-17-2008, 03:40 PM
Kalau tabungnya tidak tahan vakum tentu tabungnya langsung menciut dan airnya slurp... tersedot :lol:

dsukarman
06-17-2008, 04:02 PM
@dsukarman:
mas sukarman di bandung? saya di cimahi nih... lam kenal ajha ya...
wah dengan segitu aja udah 5 ampere ya... pakai diseri ama lampu ga mas? nyoba di motor apa mobil? oya yg masuk ke intake manifold dicekik pakai apa & beli dimana supaya air gak ikut kesedot... kemarin nyoba airnya ikut kesedot euy... untung masih sedikit :(
oya, thanks info harga ampere meternya.

Salam kenal juga kang handy aku di Antapni, punyaku nggak di seri sama lampu, takut putus sama susah pastiin nyalanya liat siang sama malam kan beda terangnya.

Masuk ke Intake manifold pake one way valve dapet dari montir mobil , dia bilang banyak kok jualnya. saya pasang di mobil civic wonder.

Hemat BBM sangat-sangat terasa. Cuma panasnya nggak ketulungan.

Salam.

handy
06-17-2008, 04:12 PM
ealah... hehehe... kirain itu sentul yg deket mbekasi... nama bengkel toh ternyata.... :D sorry kalo gitu...
yg airnya kesedot itu masih nyoba pakai tabung eks nescafe yg tanggung... jadi ya mestinya gak akan kempot kalau kesedot.. kaca gitu loh... ga tahu apa karena kekecilan atau saking kuat sedotannya... tapi kan semua mobil pasti ga akan beda jauh ya sedotan vacuum di intake...
mo nyoba lagi pakai tabung yg lebih besar... masih nyari dulu... tapi kalau yg harga 160rb ya tar dulu deh... hehehe...

abanganton
06-17-2008, 04:14 PM
Masuk ke Intake manifold pake one way valve dapet dari montir mobil , dia bilang banyak kok jualnya. saya pasang di mobil civic wonder. Hemat BBM sangat-sangat terasa. Cuma panasnya nggak ketulungan. Salam.
Panas apanya nih pak ? panas larutan elektrolitnya, atau akibat dari sistem hydrobooster bikin mesin lebih panas ?
Mas hilman kymcokulari pernah posting, kalau one way valve nggak mampu menyaingi kecepatan ledakan Hidrogen hasil Hydrobooster. Saran saya, kalau tujuannya untuk safety dari ledakan, pakai bubbler saja.
Kalau tujuannya mengontrol tekanan antara intake manifold dan mulut throttle body (kalau selang HHOnya dicabang ke 2 masukan tsb), one way valve.. oke.. :)

handy
06-17-2008, 04:16 PM
Kalau tabungnya tidak tahan vakum tentu tabungnya langsung menciut dan airnya slurp... tersedot :lol:

dah ketemu gambar yg terpasang di jazz... itu tabungnya kira2 segede tabung blender ya boss.... cuman ga kelihatan dalemannya eh... juga posisi airnya sampe seberapa... bisa dijepret lagi yg kelihatan dalemannya ga boss... buat pembelajaran nih... :) thanks

Riza
06-17-2008, 04:19 PM
Coba di next ada kok yg dipakai para HHO-er di LN, coba cari terus.

abanganton
06-17-2008, 04:31 PM
yg airnya kesedot itu masih nyoba pakai tabung eks nescafe yg tanggung... jadi ya mestinya gak akan kempot kalau kesedot.. kaca gitu loh... ga tahu apa karena kekecilan atau saking kuat sedotannya... tapi kan semua mobil pasti ga akan beda jauh ya sedotan vacuum di intake... mo nyoba lagi pakai tabung yg lebih besar... masih nyari dulu... tapi kalau yg harga 160rb ya tar dulu deh... hehehe...
Yang saya buat dan dipasang di kymco juga terbuat dari tabung nescafe. yang tingginya sekitar 17-18cm. Bagian tutup, packing kertas saya ganti dengan karet ban dalam mobil. Jadi saat ditutup lebih "air tight".
Saya masih belum percaya, tadi malam isi bensin Rp 24.990, sekitar 4 liter lebih (sampai full tank hampir tumpah), Odometer awal 35.012, odometer akhir 35.199. Jarak tempuh 187km. Artinya rasio konsumsi mencapai 1:45... :shock: Biasanya paling irit 1:35. Pemakaian motor dalam kota, jarak tempuh dalam 1 hari rata2 40km. Masih riding style yang sama, bejek gas full throttle. Bebas macet, karena motor gitu loh... bebas nyalip2 dan cari jalan tikus... :P
Oke lah, mungkin ada kekeliruan... Saya akan mulai lagi dengan angka odometer 35.199. Report konfirmasinya nya menyusul... :D
Kalo yang di mobil pake tabung yang spt di Carrefour itu. Jarak antara lubang outlet dengan permukaan air (larutan elektrolit) sekitar 7cm. Aman2 saja kok. Mungkin penyetelan udara masuk tabung yang kurang kecil, sehingga air terdorong gelembung udara luar, sampai mencapai mulut outlet...

abanganton
06-17-2008, 04:36 PM
..dah ketemu gambar yg terpasang di jazz... itu tabungnya kira2 segede tabung blender ya boss.... cuman ga kelihatan dalemannya eh... juga posisi airnya sampe seberapa... bisa dijepret lagi yg kelihatan dalemannya ga boss... buat pembelajaran nih... :) thanks
coba click : http://waterpoweredcar.com/hydrobooster2.html
langsung tuh keliatan spt gimana tabungnya... spt itu jugalah yang dijual di Carrefour... di Bdg ada C4 kan ? :)

dsukarman
06-17-2008, 05:07 PM
Masuk ke Intake manifold pake one way valve dapet dari montir mobil , dia bilang banyak kok jualnya. saya pasang di mobil civic wonder. Hemat BBM sangat-sangat terasa. Cuma panasnya nggak ketulungan. Salam.
Panas apanya nih pak ? panas larutan elektrolitnya, atau akibat dari sistem hydrobooster bikin mesin lebih panas ?
Mas hilman kymcokulari pernah posting, kalau one way valve nggak mampu menyaingi kecepatan ledakan Hidrogen hasil Hydrobooster. Saran saya, kalau tujuannya untuk safety dari ledakan, pakai bubbler saja.
Kalau tujuannya mengontrol tekanan antara intake manifold dan mulut throttle body (kalau selang HHOnya dicabang ke 2 masukan tsb), one way valve.. oke.. :)

Thanks Bung Anton ,

Larutannya yang panas , kalau mesin malah kelihatan tambah adem. Pake one way agar safety dari air masuk ke manifold.

Saya pakai dua tabung 1 masuk ke Manifold , satu lagi masuk ke air intake jadi nggak di gabung.

handy
06-17-2008, 05:52 PM
Larutannya yang panas , kalau mesin malah kelihatan tambah adem. Pake one way agar safety dari air masuk ke manifold.

Saya pakai dua tabung 1 masuk ke Manifold , satu lagi masuk ke air intake jadi nggak di gabung.

larutannhya panas... berarti energi listriknya banyak yg kebuang jadi panas... coba kurangin arusnya pakai lampu yg diseri... sekalian nyoba2 nyari arus optimalnya berapa amp... tar dishare kesini... :)

orangindonesiabiasa
06-17-2008, 07:00 PM
sori tadi gambarnya gak ke upload, ini saya tampilin lagi

http://www.geocities.com/antiaribanget/temp/update.jpg

handy
06-17-2008, 07:08 PM
sori tadi gambarnya gak ke upload, ini saya tampilin lagi


lebih banyak mana produksi gasnya boss? yg kiri (sama panjang) apa yg kanan (negatifnya lebih panjang)? oya kawat SS itu apa ya....

orangindonesiabiasa
06-17-2008, 07:14 PM
lebih banyak mana produksi gasnya boss? yg kiri (sama panjang) apa yg kanan (negatifnya lebih panjang)? oya kawat SS itu apa ya....

yang kanan mas, yang lebih panjang negatifnya. SS = stainless steel mas.

orangindonesiabiasa
06-17-2008, 07:20 PM
...
Kelihatannya tabung gelas Nescafe nggak bagus masih ada kebocoran, tutup tabung tidak terlalu rapat.
...

...
Bagian tutup, packing kertas saya ganti dengan karet ban dalam mobil. Jadi saat ditutup lebih "air tight".
...

coba pas ulirnya juga dikasih seal tape (yang untuk pipa itu loh, rp1000) biar tambah tight lagi, saya juga pake itu koq.

kalo cari one way valve dimana ya?? toko aquarium yang digejayan gak ada, selain itu dimana ya, ada yang tau??

ohya sekedar info aja, tadi habis ketemu pak joko, dia bilang besok malam dia tampil diacaranya tukul "Empat Mata".

abanganton
06-17-2008, 07:27 PM
..ohya sekedar info aja, tadi habis ketemu pak joko, dia bilang besok malam dia tampil diacaranya tukul "Empat Mata".walah... pas bentrok dengan exercise bulutangkis lagi... :?
btw, thanks infonya... :)

handy
06-17-2008, 07:42 PM
yang kanan mas, yang lebih panjang negatifnya. SS = stainless steel mas.

siipp... sekali lagi terbukti... baiknya yg negatif lebih luas... kalau sy nyoba kemarin pakai plat... 1 plat positif diapit 2 plat negatif... kalo yg kawat yg kepikir ama saya bikin 3 gulungan/spiral yg besarnya bertingkat... kawat terdalam dan terluar untuk negatif... yg ditengah untuk positif

orangindonesiabiasa
06-17-2008, 07:55 PM
... kalo yg kawat yg kepikir ama saya bikin 3 gulungan/spiral yg besarnya bertingkat... kawat terdalam dan terluar untuk negatif... yg ditengah untuk positif...

iya nice work mas. kalo kawat dari forum2 luar sono katanya lebih sedikit makan daya makanya saya coba pake kawat.

hmm saya belom dapet gambaran tuh untuk rencana mas diatas.

untuk yang kawat, saya kira gampang aja milin tuh kawat gak taunya susah bener, kebtulan saya dapet 2 jenis kawat SS, satu yang tipis satu lagi yang tebel. pertama-tama sok-sok-an milin-milin gitu, gak lama nyerah sendiri, soalnya beda banget sama kawat-kawat biasa (nikel), yang tipis juga sama aja kayak yang tebel.

untuk kawat yang tipis bisa pake senar gitar nomor 3 mas (string).

abanganton
06-18-2008, 08:58 AM
...untuk kawat yang tipis bisa pake senar gitar nomor 3 mas (string). :roll: senar gitar string itu dari Stainless Steel yah ? baru tahu... :?
BTW, sekadar sharing, untuk maintenance baiknya pelat digosok dengan sabut pembersih piring, atau ampelas paling halus. Kalo kerak kuning dibiarkan menempel, akan mengurangi hasil gas HHO... soalnya kerak tsb nggak menghantarkan listrik...
Sementara ini saya pakai Soda Kue, baru 3 hari udah menumpuk lumpurnya... kayaknya bener tuh mas, soda kue adalah Natrium Bicarbonat dicampur tepung dan zat lain... :(
Kalo udah ketemu KOH nya, mungkin akan lebih manteb...

handy
06-18-2008, 11:54 AM
[quote=orangindonesiabiasa]
Sementara ini saya pakai Soda Kue, baru 3 hari udah menumpuk lumpurnya... kayaknya bener tuh mas, soda kue adalah Natrium Bicarbonat dicampur tepung dan zat lain... :(
Kalo udah ketemu KOH nya, mungkin akan lebih manteb...

saya jadi teringat... istri pernah nyoba bikin bika ambon tapi hasilnya kurang memuaskan... trus dikasih tahu ama tetangga kalau bikin bika ambon sodanya pakai ini nih (sambil nunjukin kemasan soda)... tapi kalau gak salah inget tulisannya bukan soda kue atau baking soda tapi natrium bikarbonat... mungkin kalau pakai yg ini hasilnya lebih bagus daripada soda kue yg umumnya.

orangindonesiabiasa
06-18-2008, 01:01 PM
seperti yang sudah saya bilang, biasanya baling soda, baking powder dan pengembang kue memiliki campuran natrium bikarbonat, natrium acid dan tepung tapioka kalo gak tepung jagung (sama gak ya??), kalo saya kebetulan dapet soda kue yang kandungannya hanya dan cum natrium bikarbonat, coba deh ke supermarket, kalo di alfamart/indomart kurang tau ada gak ya. untuk yang dijogja bisa ke mirota, cuma rp1000 aja koq

kalo KOH katanya forum2 luar sono bikin boros listrik, trus lebih dangerous kalo kena mata (emang sih siapa yang mau matanya diculek pake KOH) karena kebetulan saya udah pernah kena cipratan NaOH dan natrium bikarbonat, lumayan bikin mata keduttan.

nanti saya mau aplikasikan ke motor apa yang sudah saya buat beberapa waktu yang lalu, nanti saya upload fotonya.

oh ya untuk yang plat, terutama yang pake penggaris besi, emang mending di amplas dulu, bli aja amplas nomor 1000 kalo mau halus lagi yang nomor 1500

handy
06-18-2008, 01:25 PM
seperti yang sudah saya bilang, biasanya baling soda, baking powder dan pengembang kue memiliki campuran natrium bikarbonat, natrium acid dan tepung tapioka kalo gak tepung jagung (sama gak ya??), kalo saya kebetulan dapet soda kue yang kandungannya hanya dan cum natrium bikarbonat, coba deh ke supermarket, kalo di alfamart/indomart kurang tau ada gak ya. untuk yang dijogja bisa ke mirota, cuma rp1000 aja koq

kok bisa yakin kalo tidak dicampuri ama zat lain gimana tahunya? saya pakai soda kue merk kupu-kupu (sorry nyebut merk, biar jelas aja) yg kebetulan ada di rumah... nah kira2 kalo ini bagus ga?

oh ya untuk yang plat, terutama yang pake penggaris besi, emang mending di amplas dulu, bli aja amplas nomor 1000 kalo mau halus lagi yang nomor 1500

diamplas sampai halus maksudnya buat apa nih pak... kalo saya kepikir malah sebaliknya... dibikin kasar ajha... atau ya dilubang2. ngomong2 soal bahan elektroda... kalau ada 'ram nyamuk' terbuat dari stainless kayaknya bagus tuh buat elektrodanya

Riza
06-18-2008, 01:31 PM
Gunanya KOH (katalis) memang untuk menghantarkan listrik menembus air.
Kalau tidak boros berarti katalisnya kurang, kalau dikasih KOH lalu jadi boros => terlalu banyak dosisnya :mrgreen:

dsukarman
06-18-2008, 01:36 PM
Kang Handy , Plat SS potongan banyak di Jatayu , beli 20 Ribu dapet seabrek-abrek dari pada motong penggaris. Cuma motong sama ngebentuknya butuh tenaga extra harus siapin gergaji besi lima biji.

handy
06-18-2008, 01:52 PM
Kang Handy , Plat SS potongan banyak di Jatayu , beli 20 Ribu dapet seabrek-abrek dari pada motong penggaris. Cuma motong sama ngebentuknya butuh tenaga extra harus siapin gergaji besi lima biji.

ga... saya ga pake penggaris kok... sayang atuh beli penggaris mahal2 cuman mo dipotong2 buat elektroda... kebetulan di kantor ada plat sisa name plate... uhh... lum sempet eksperimen lg... rencana mo ngebandingin antara plat yg dibolong2 ama kawat ama 'ram nyamuk' (kalo ada)

orangindonesiabiasa
06-18-2008, 01:57 PM
biasanya disebutin kang handy kandungannya apa aja, pertama saya juga pake yang cap kupu itu juga, karena gak tau kalo ternyata tepung tapiokanya malah bikin berlumpur dan berwarna kuning kecoklatan. begitu juga untuk soda kue yang saya beli, disitu tertulis hanya mengandung sodium bikarbonate trus ada tulisan depkes RI-nya juga bla..bla..bla.. gitu deh.

kalo masalah amplas sih, yang penting permukaannya yang tadinya ketutupan tulisan/angka2 nya ilang/berkurang.
:D

kalo kemaren ditempatnya pak joko dia pake SS yang model tabung, ukuran tabungnya seperti spidol whiteboard itu trus panjangnya cuma 10cm-an aja, trus saya juga liat tabung SS-nya itu aslinya berbentuk spiral (persis kayak per mobil, bentuk dan panjangnya) kemudian ya dipotong kecil-kecil itu tadi. Kayaknya SS spiral gitu dapet dari toko ac dan kulkas deh. tapi buat apa juga kalo segede itu juga, kecuali saya punya truck/bus :lol:

handy
06-18-2008, 02:48 PM
ooo diamplas buat ngilangin tulisan toh... hehehe kalo itu saya setuju mesti dibersihin... tapi ga jg ga apa2... wong permukaan yg ada tulisannya jg sedikit kok...

nah ngomong2 SS bentuk tabung kebil... jadi inget di rumah ada bekas water heater yg buat masak air di teko plastik itu... terbuat dari SS bukan yach? kalau dari SS kan bisa dipakai untuk elektroda tuh...

orangindonesiabiasa
06-18-2008, 05:47 PM
:lol: wahhh saya juga sempet kepikiran itu juga tuh, tapi itu bahannya dari aluminium mas.

handy
06-18-2008, 06:12 PM
wah aluminium ya... ga jadi kalo gitu... oya aluminium ini kalo buat megangin elektroda ngaruh gak ya... belum nyoba sih... yg pasti kan gampang tuh ditekuk2... :)

Riza
06-18-2008, 08:56 PM
Selain stainless steel baiknya ditutup pakai lem, spt plastic steel atau araldite.

abanganton
06-19-2008, 09:08 AM
Tadi malem sempet liat 4Mata nya Tukul... tapi kebagian ujungnya doang... pasbanget saat pak Joko mao demonstrasikan ledakan pada gelembung.
Tapi kayaknya pertanyaan2 Tukul kurang mengena prinsip kerja Hydrobooster... (atau akunya yang terlewat... :wink: )
anyway, paling tidak bisa jadi awal mulanya dilakukan penelitian lebih mendalam dengan dana besar... siapa tahu... :roll:

dsukarman
06-19-2008, 10:34 AM
Tetangga ada yang coba pakai plat almunium antene TV , cuma larutannya berubah jadi warna biru bukan kuning, apa karena hasil elektrolisa ya ? lucu juga kalo pake SS rasa Orange , pakai Almunium rasa BlueBerry :D

Iskandar
06-19-2008, 10:59 AM
coba pake isi cutter yang ukuran gede aja untuk flatnya gak capek motong2, hati2 sama sisi yg tajemnya, jarak antar flat bisa mepet2 dan ruang bisa terpakai secara maksimal, saya sarankan pake wadah yang kotak dan tahan panas aja,
yang bikin warna blueberry mungkin pake air biasa kali ye, saya pernah coba pake alumunium pake air hujan gak biru tuh,

coolbachelor888
06-19-2008, 11:18 AM
mo kasi tambahan info nih men temen........

dari pada jarum suntik, coba pakai nozel yg buat kipas angin air seperti yg dipasang di dufan itu, banyak koq dijual di glodok, ukurannya mulai dari 0,1 micron - 0.5, harganya sekitar 30 ribuan. di wai saya pakai yg no 0.3.

untuk one way valve, bisa beli di onderdil mobil bilang beli klep booster. semua mobil pakai klep itu di booster remnya, harganya sih sekitar 30 ribuan.

saya lagi mo bikin wai tapi dgn tabung tekanan ex pompa air + pakai pompa angin mobil, keluar butiran airnya jadi lebih halus karena bertekanan, ada yg sudah coba katanya tenaga lebih dahsyat.

orangindonesiabiasa
06-19-2008, 01:02 PM
memang pertanyaannya tukul kurang mengena soalnya kalo kata orang TV bilang "ngejar durasi" makanya pertanyaannya ya sekenanya juga, lagian apa hubungannya dewi persik dan booster hydrogen??

isi cutter bukannya bisa berkarat ya??

one way valve ditoko akuarium juga ada koq mas tapi mereka gak ngerti kalo kita bilang "one way valve" mereka taunya itu "in out" kalo yang bagus 14rb kalo yang biasa 7rb, bedanya, yang 14rb transparan gt yang 7rb sebaliknya. saya udah coba dan pake yang 7rb.

ohya ini gambar sodakue nya kalo bung handy masih bingung

http://www.geocities.com/antiaribanget/temp/sodakue_gf.jpg

Riza
06-19-2008, 01:55 PM
Tetangga ada yang coba pakai plat almunium antene TV , cuma larutannya berubah jadi warna biru bukan kuning, apa karena hasil elektrolisa ya ? lucu juga kalo pake SS rasa Orange , pakai Almunium rasa BlueBerry :D
Pastikan airnya pakai air suling/aquadestilata jangan akua botolan, jangan pula air sumur atau air PAM.
Mau gratis coba saja air tetesan AC.

handy
06-19-2008, 01:59 PM
kemarin dapet plat SS tebal kl 1,5mm lebar kl 20mm... pas dicobain ternyata produksi gasnya lebih mantep dibanding pakai plat yg sebelumnya yg lbh tipis. cuman mo beli ampere meter lupa2 wae... :)
kayaknya mau aplikasikan plat yg ini ajha... tadi udah dipotong sesuai keperluan trus ke tukang las nelasin baut di ujung plat buat nanti di-mounting ke tutup tabung...

kalau aluminium pernah nyobain... yg kutup positif cepet sekali teroksidasi n lama2 makin tipis... :(

@orangindonesiabiasa:
makasih buat info 'in out' ama pic soda kuenya...

ictjogja
06-20-2008, 03:54 PM
buat teman2, jika ada yg berdomisili di jakarta dan sudah berhasil aplikasi di mobil sejenis avanza / injeksi, bisa sharing gak nih ...

mas riza, kapan ke jkt nih .. bisa liat cara pasangnya gak ?

salam,

bambang

handy
06-20-2008, 04:32 PM
buat temen2 semua... ada yg pernah merhatiin gak ya... berapa banyak sih gelembung yg keluar ke bubbler kalau kita hitung misalnya dalam 1 menit... buat patokan aja... kira2 yg saya bikin produksi gasnya sudah cukup apa belum...

oya mengenai soda kue... kemarin di supermarket lihat2 bahan2 kimia untuk bikin kue... ternyata emang bener ada 2 macam... soda kue sama baking soda... kalau yg tertulisnya soda kue biasanya kandungan bahannya hanya sodium bikarbonate tapi kalau baking soda biasanya ada tambahan bahan2 lainnya... trus selain dinamain baking soda biasanya juga dikasih nama baking powder atau pengembang kue... nah belinya harus yg soda kue...

*selama ini saya nganggap soda kue = baking soda, ternyata salah!*

masandhie
06-20-2008, 05:30 PM
Mas mas mau nanya ada yang tau tempat beli plat/kawat SS & one way valve/in out di jogja gak?udah muter muter malah mumet akhirnya nggak ketemu.

info aja kalo ada yg mo beli KOH ada di alfa kimia jl. C simanjuntak utara jogja phone market kanan jalan cuman harus beli 1 kilo gak di jual eceran dan harganya 35an ribu

matur nuwun..

masandhie
06-20-2008, 05:34 PM
Kang Handy , Plat SS potongan banyak di Jatayu , beli 20 Ribu dapet seabrek-abrek dari pada motong penggaris. Cuma motong sama ngebentuknya butuh tenaga extra harus siapin gergaji besi lima biji.

jatayu sebelah mana pak, jogja bukan???

handy
06-20-2008, 05:44 PM
jatayu sebelah mana pak, jogja bukan???

maaf pak... jatayu itu di bandung... :)

abanganton
06-20-2008, 06:04 PM
Mas mas mau nanya ada yang tau tempat beli plat/kawat SS & one way valve/in out di jogja gak?udah muter muter malah mumet akhirnya nggak ketemu.
info aja kalo ada yg mo beli KOH ada di alfa kimia jl. C simanjuntak utara jogja phone market kanan jalan cuman harus beli 1 kilo gak di jual eceran dan harganya 35an ribu
matur nuwun..
wah.. :D baru niat nanya udah dijawab duluan... makasih info soal KOH. Walau di Jogja... :wink:
Kalau di Jakarta di mana yah ? udah nanya di toki kimia Fatmawati, depan pasar Mede, tapi Potass... alias KOH habis... udah 2 minggu ditanya abis melulu... :x
Info juga, buat yang mau nyari segala jenis Stainless Steel di jakarta, bisa cari di toko Sinar Laut, daerah Glodok. Antara bangunan pertokoan Glodok dan Bangunan Pertokoan Lindeteves, ada jalan, masuk aja, tanya aja tukang parkir dimana toko stainless steel. Ini info dari temen, saya juga belum coba cari :oops: ... tapi katanya, kalo nggak ada di Sinar Laut, maka nggak ada di Indonesia... :shock:

orangindonesiabiasa
06-20-2008, 06:32 PM
buat temen2 semua... ada yg pernah merhatiin gak ya... berapa banyak sih gelembung yg keluar ke bubbler kalau kita hitung misalnya dalam 1 menit... buat patokan aja... kira2 yg saya bikin produksi gasnya sudah cukup apa belum...


udah pernah coba tapi di bubblernya gak keluar plupuk-plupuk, kayaknya kalo pake adaptor universal. amperenya kurang besar. dan tempat yang saya gunakan kurang vakum. sehingga HH0-nya bocor kemana-mana.
trus jadi bli nggak mas soda kue-nya?? berapa disana??

Mas mas mau nanya ada yang tau tempat beli plat/kawat SS & one way valve/in out di jogja gak?udah muter muter malah mumet akhirnya nggak ketemu.


untuk in/out coba ke DeBest akuarium, utara tugu mas, sebelah kiri jalan, sesudahnya pom bensin, sebelumnya papa rons

kalo kawat SS, bisa pake senar gitar no. 3 (string)

handy
06-20-2008, 07:12 PM
kalau di glodok sih banyak lah tempat yg jualan SS... glodok gitu lho... mo nyari apa ada kayaknya... hehehe... kebetulan di kantor ada sisa2 plat SS... jadi ya lumayanlah :)

nah kayaknya temen2 dah berulangkali eksperimen kan ya... gimana kalo kita sharing data2 eksperimen misalnya :
- elektroda yg dipakai (plat, kawat, pipa) & jumlahnya
- ukuran elektroda, misalnya kalo plat ya pjg x lbr x tbl. trus berapa % yg
masuk kedalam cairan... ya kira2 aja...
- volume cairan yg dipakai
- katalis (KOH, Soda Kue, Baking Soda, dll)
- pakai diseri sama lampu pa nggak, kalau diseri pakai lampu yg brp watt
trus ujung selang dimasukkan ke bubbler & hasilnya :
- jumlah bubble/gelembung per menit
- arus yg mengalir (Ampere)

gimana setuju ga?

kalau saya :
- elektroda yg pernah dicoba:
1. plat ukuran 9cm x 3cm x 0,8mm dibolong2, 100% masuk cairan
2. plat ukuran 13cm x 2cm x 1,5mm, blm dibolong2, kr2 75% masuk
ke cairan
- volume cairan kr2 400ml
- katalis pake soda kue
- diseri lampu 35W & 55W

dari konfigurasi diatas hasilnya :
- jumlah bubble lebih banyak pakai plat yg no 2, demikian juga kalau
diseri ama lampu yg watt lbh gede jumlah bubble jg meningkat. blm
sempet diitung persisnya... tp pernah iseng2 dihitung sampai 60 bubble
per menit... cuman lupa konfigurasi yg mana :) dengan jumlah bubble
segitu kira2 gmn ya... sangat sedikit.. sedikit apa cukup... hehehe
kayak quiz ajha.... :))
- plat no 2 lebih cepat menjadi panas ke cairan
- arus yg ngalir blm sempet diukur... blm sempet cari ampere meter

salam,
hand,-

orangindonesiabiasa
06-20-2008, 07:14 PM
generator versi alpha 1.2 saya sudah dipasang dimotor akhirnya.

http://www.geocities.com/antiaribanget/temp/alpha1.jpg

report:
- versi alpha 1.2 ini menggunakan kawat SS tebal sekitar 2mm-an (kayaknya!!! :D ), dengan panjang beda-beda, untuk positif 20cm yang negatif 40cm trus saya bentuk U untuk yang negatif.
- arus yang didapet cuma 5volt, jauh dari harapan saya, karenanya berpengaruh pd produksi gas. saya juga pake lampu untuk melhat arus yang keluar dari generator. saya menggunakan arus dari lampu depan (AC) trus disearahkan menggunakan bridge dioda bla..bla..bla.. gitu lah.
- karena produksi gas tidak terlalu banyak ketika kran (kran akuarium) ditaruh diselang vakum, generator saya jadi kempot karena hisapan dari mesin, mungkin kalo pake botol kaca gak kliatan kalo udara di tabung udah habis dan menyebabkan air masuk mesin (waktu itu ada yang reply masalah yang sama kayak gini, mungkin ini jawaban kenapa air bisa masuk ke mesin), kalo kran di buka pol airnya begejolak karena adanya angin dari luar yang masuk untuk memenuhi kebutuhan udara di vakum dan dapat menyebabkan air bisa masuk lagi ke ruang bakar jadi
- pengaturan gas masuk ke mesin saya ganti tidak dari selang vakum tapi dari selang ke manipol (lihat gambar, ada yang kuning-kuning dimanipol, kebetulan manipolnya dari karet, jadi tinggal bolongin trus tuncepin deh)
oh ya tidak lupa saya kasih onewayvalve/inout sebelum selang untuk mencegah tendangan balik. udara yang masuk juga bikin air bergejolak, jadi saya buka krannya kecil aja, tapi gas yang masuk ke ruang bakar gak maksimal, mungkin bisa menggunakan water trapper/PCV untuk menangkap air yang kemungkinan ikut masuk ke ruang bakar (tapi beli dimana??). hasilnya
- setelah pemasangan mesin menjadi lebih halus suaranya, untuk performa jadi lebih enteng tarikannya, jadi lebih sangar bawa motornya, maunya ngebut aja :P. untuk tingkat konsumsi BBM tidak berpengaruh banyak (sama seperti report abanganton dihalaman 18 ).

karena kawatnya masih sisa 1meteran akhirnya saya bikin versi alpha 2.0

http://www.geocities.com/antiaribanget/temp/alpha2..jpg

report:
- produksi gas ketika dilangsungkan ke aki (12v) lebih banyak lagi dari pada kawat letter U (kawat letter U aja udah banyak).
- tapi ketika melewati bridge dioda balik lagi ke 5v, dan produksi sama aja kayak versi alpha 1.2
- belom sempet pasang ke motor, tadi buru2 mau bayar listrik

next task mungkin memperbaiki sistem kelistrikan (kalo langsung dari spul sebelum ke aki, arusnya naik turun tapi bisa sampe 8v tapi kalo digeber, masa iya saya musti geber2 mulu, kayak kampanye aja) :P , skalian mengaplikasikan alpha 2.0 ke motor, mengusahakan tetap murah pembuatan generator ini tentunya dengan efektif dan efisien dan aman tentunya, sehingga banyak orang yang bisa mengaplikasikannya dikemudian hari :D
saran dan kritik teman-teman salalu saya tunggu.

salam hangat.

orangindonesiabiasa
06-20-2008, 07:22 PM
stuju bung han
Report saya ada dihalaman 19, 21 dan halaman 24.
terutama halaman 19, sudah lengkap dengan foto dan tegangan masuk dan keluar.
sepertinya saya tetap menggunakan kawat untuk saat ini, karena saya belom explore semuanya dari kawat apalagi setelah saya buat versi alpha 2.0

salam

handy
06-20-2008, 08:18 PM
@orangindonesiabiasa:

makasih sharingnya...
oya yg dimaksud selang vakum itu yg dimana? setahu saya yg namanya (intake) manipol itu khan antara karburator dengan mesin... nah ini khan juga membikin vakum alias nyedot.
kelistrikan motor memang ga sama ama mobil.... kalo mobil khan full DC ga kayak motor... kalau punya diagram kelistrikannya mungkin bisa membantu. saya pernah punya tapi untuk motor honda, itupun ga lengkap semua model.
satu pertanyaan ttg konfigurasi kawat negatif ama positifnya gmn? apakah dibikin luar dalem dengan diameter gulungan berbeda atau gmn?

*oya untuk arus nyebutnya bukan volt ya... tapi ampere*

orangindonesiabiasa
06-20-2008, 08:46 PM
@orangindonesiabiasa:

makasih sharingnya...
oya yg dimaksud selang vakum itu yg dimana? setahu saya yg namanya (intake) manipol itu khan antara karburator dengan mesin... nah ini khan juga membikin vakum alias nyedot.
kelistrikan motor memang ga sama ama mobil.... kalo mobil khan full DC ga kayak motor... kalau punya diagram kelistrikannya mungkin bisa membantu. saya pernah punya tapi untuk motor honda, itupun ga lengkap semua model.
satu pertanyaan ttg konfigurasi kawat negatif ama positifnya gmn? apakah dibikin luar dalem dengan diameter gulungan berbeda atau gmn?

*oya untuk arus nyebutnya bukan volt ya... tapi ampere*

terima kasih bung hann untuk koreksinya.
selang vakumnya ada didalam tabungnya yang ngarah ke luar tidak ke arah manipol.
iya manipol itu antara mesin dan karbu, dan bikin vakum tabung hidrogen juga karena adanya hisapan ke mesin
hmm full DC gimana ya? tergantung perangkat saja sepertinya. Untuk diagram, saya gak punya, semuanya melalui proses trial dan error, palingan pake testpen 12volt aja biar gampang cari arusnya.
konfigurasi kawat negatif ama positif gmn ya?? kalo yang alpha 1.2 kawat [+] ditengah2 kawat [-], begitu juga untuk yang versi alpha 2.0. untuk yang alpha 2.0 gulungan cuma yang negatif saja, [+]-nya cuma kawat SS sepanjang 10cm kalo yang [-] 120cm. mungkin ini bisa ngebantu

http://www.geocities.com/antiaribanget/temp/gambar1.jpg

sebenarnya gambar diatas sudah saya kasih tulisan kecil [+] dan [-] nya, mungkin gak kliatan ya.

handy
06-20-2008, 09:16 PM
digambar sebelumnya ternyata kawat (+) kelihatan berhimpitan dengan kawat (-) yg lurus keatas dari gulungan... :) sy blm coba pakai kawat... tapi ide sy kawat (-) dan (+) sama2 digulung, ada 2 cara :

1. diameternya dibikin sama, digulung bersamaan dengan jarak kawat 0,5-1cm
2. diameternya dibikin tidak sama, yg (+) lebih kecil 1-2cm dari yg (-)

kenapa? karena yg saya amati selama ini jarak antar elektroda sangat berpengaruh terhadap produksi gas... makin jauh makin sedikit... makin deket makin banyak tapi jg ampere-nya makin gedhe (rasanya... krn blm bisa ngukur ampere). gmn? bisa cobain tuh buat alpha 3.0 :)

orangindonesiabiasa
06-21-2008, 12:55 PM
1. diameternya dibikin sama, digulung bersamaan dengan jarak kawat 0,5-1cm
2. diameternya dibikin tidak sama, yg (+) lebih kecil 1-2cm dari yg (-)

kenapa? karena yg saya amati selama ini jarak antar elektroda sangat berpengaruh terhadap produksi gas... makin jauh makin sedikit... makin deket makin banyak tapi jg ampere-nya makin gedhe (rasanya... krn blm bisa ngukur ampere). gmn? bisa cobain tuh buat alpha 3.0 :)

iya saya dempetin trus buat jaraknya saya pake hot glue biar gak saling nempel. ide saya juga itu mas, tapi kemaren karena terbatasnya bahan ya udah yang ada aja dicoba dulu. untuk masalah kelistrikan khir saya tidak menggunakan bridge dodanya lagi, langsung dari aki tapi saya bypass ke kontak, jadi bisa on/off dan hasilnya banyak gas yang diproduksi.

kymcokulari
06-21-2008, 09:13 PM
buat rekan2 yg mau beli ss...ciri2 terbaik ss yg paling "murni" adalah yg tidak melekat kalau didekatkan ke magnet. Penggunaan besi pada stainless steel utk memperkeras saja. Saya sempat beli penggaris besi SS tapi masih sangat ketarik oleh magnet.
Tipe SS 316 L yg paling kecil unsur Fe (besi/iron) nya. Makanya kalau beli sambil iseng bawa magnet kecil deh :D

hann
06-22-2008, 01:29 AM
next task mungkin memperbaiki sistem kelistrikan (kalo langsung dari spul sebelum ke aki, arusnya naik turun tapi bisa sampe 8v tapi kalo digeber, masa iya saya musti geber2 mulu, kayak kampanye aja) :P , skalian mengaplikasikan alpha 2.0 ke motor, mengusahakan tetap murah pembuatan generator ini tentunya dengan efektif dan efisien dan aman tentunya, sehingga banyak orang yang bisa mengaplikasikannya dikemudian hari :D
saran dan kritik teman-teman salalu saya tunggu.

salam hangat.

Sepertinya naik turunnya tegangan ini justru bisa dimanfaatkan deh..
Logikanya gini..

5 volt pada idle..pengaruhnya produksi gas sedikit..setelah throttle digeber bisa keluar nyampe 8 volt yg berpengaruh produksi gas juga jadi banyak..
Dari sini pemanfaatannya adalah kalau pas idle atau atau RPM rendah kan kebutuhan BBM juga sedikit..begitu digeber produksi gas turut meningkat seiring kebutuhan mesin..bukankah jadi lebih efisien..?? :mrgreen: :mrgreen:

Jadi daripada repot membuat sistem kontrol yg mengatur asupan hidrogen agar seiring dengan kebutuhan mesin maka kondisi seperti ini malah bisa dimanfaatkan.. :) :)

Tinggal memaksimalkan produksi hidrogennya aja..CMIIW..

abanganton
06-22-2008, 03:20 PM
Kalo diperhatikan, beberapa variabel dalam mendesain generator HHO:
1. Luasan Pelat atau Panjang Kawat Elektroda.
2. Ketebalan pelat atau kawat.
3. Pelat datar (plain) atau perforated.
4. Kawat lurus atau berpilin/spiral.
5. Rasio perbedaan luas (pelat) atau panjang (kawat) antara Katoda (+) dan Anoda (-).
6. Jarak antar Pelat elektroda atau kawat
7. Konsentrasi Katalis dalam larutan
Lakukan kombinasi dari Semua di atas untuk mencari data optimum sbb :
a. Arus yang lewat
b. Tegangan yang terjadi
c. Produksi HHO (walau hanya sebatas pengukuran visual, sejauh ini)
Banyak sekali PR nya nih... :wink:

Saya mah cuma sempet pakai pelat, ukurannya juga cuma 1, yakni 4cmx6cm... hasilnya sangat ditentukan oleh Konsentrasi Katalis dan jarak antar pelat.
Yang pasti, untuk diterapkan di kendaraan, baiknya arus yang terjadi antara 1,8A ~ 2A. Lebih dari itu, larutan akan cepat panas, dan penguapan larutan bisa terjadi. Kalo menguap, nggak bagus lah ya, karena larutan elektrolit tsb bersifat basa yang korosif...

masandhie
06-24-2008, 09:21 AM
report:
kemarin nyoba experimen pakai:
- air ac +- 400 cc cari yg gratis :lol:
- KOH 1 sdt
- senar gitar 2 buah
- jarak antar kawat 0,5 cm +- ada 14 lilitan (plus dan minus)
- dililitkan di akrilik berbentuk + dg diameter 3cm

experimen 1:
dicoba pakai power supply komputer dengan tegangan 5V 30A, ternyata jalan dengan bagus, tapi gelembung yang dihasilkan cuma dikit
dicoba pakai power supply tegangannya 12V arusnya sekitar 15-20an ampere, power supply langsung mati & ndak mau hidup
dicoba lagi pakai aki tegangan 12V amperenya lupa, gelembung yg dihasilkan lumayan banyak tapi tiba2 blugggg.... :shock: tabungnya meledak jadi kaget :o ,untung gak kena mata...- :?:

kesimpulan 1:
- ada yg korslet, tp setelah dicek gak ada yg bermasalah, sekring juga gpp
- lubang keluar tertutup, tp setelah dicek jg gapapa :?:
- kalau diamati senar + nya kayak korosi, masak stainless korosi :?:

experimen 2:
sama kayak diatas tp ndak pake meleduk, cuman setelah diamati senar kutub + nya menyala merah :shock:

kesimpulan 2:
- senar gak tahan arus tinggi jadi langsung memuai
- lilitan terlalu banyak dan terlalu rapat

experimen ndak diterusin krn udah jam 11 malem, akhirnya tidur dg penasaran

yg mau ditanyain:
- udah bener belom ya experimennya?
- apa perlu senarnya dibikin twisted?
- jarak kawat lilitannya?

mohon arahan dr para master sekalian :D

Riza
06-24-2008, 09:49 AM
Supaya aman diseri pakai lampu, biar yang nyala itu lampunya bukan senarnya :cool:
Mungkin dicoba dengan lampu 10 W, 25 W... monggo.

orangindonesiabiasa
06-24-2008, 11:50 AM
benar, coba dikasih lampu mas.

trus kawatnya juga ditwisted, kayaknya saya pernah kasih foto disini deh kawatnya ditwisted.

mau dapet SS gratis lagi?? coba masuk ke garasi anda, cari wiper bekas, moga-moga belom anda buang. biasanya ganjelan karet wiper yang tipis dan panjang itu terbuat dari SS. satu wiper ada spasang SS panjang, berarti kali spasang wiper ada 4 lonjor SS. nanti deh saya eksperimen pake itu biar jadi Alpha 3.0

btw Alpha 2.x udah jadi, udah sempet pasang dimotor juga, trus dipake kliling-kliling jogja. reportnya nanti sama fotonya ya.

salam

darsonosu
06-24-2008, 04:13 PM
benar, coba dikasih lampu mas.

trus kawatnya juga ditwisted, kayaknya saya pernah kasih foto disini deh kawatnya ditwisted.

mau dapet SS gratis lagi?? coba masuk ke garasi anda, cari wiper bekas, moga-moga belom anda buang. biasanya ganjelan karet wiper yang tipis dan panjang itu terbuat dari SS. satu wiper ada spasang SS panjang, berarti kali spasang wiper ada 4 lonjor SS. nanti deh saya eksperimen pake itu biar jadi Alpha 3.0

btw Alpha 2.x udah jadi, udah sempet pasang dimotor juga, trus dipake kliling-kliling jogja. reportnya nanti sama fotonya ya.

salam

ditunggu report-nya om.....
salut gw.....
mantabs....

masandhie
06-25-2008, 09:12 AM
wah matur nuwun bgt. nanti tak cobanya ditwisted, kmaren lupa diseri sm lampu, pantesan kawatnya murup :D, kmaren ada yg ngasih saran pake resistor yg wattnya besar, kayaknya bentuknya yg kotak putih, ohmnya kecil tp wattnya besar,mkn bs dicoba tuh.

info aja, klo ada yg mau experimen pake kawat nikelin kmrn ada yg ngasih tau di tuning elektronik jl. mataram utara hotel melia purosani dekat yg jual vcd, klo dr selatan di kiri jalan. kmrn sempat kesitu cuman tokonya pas tutup jd blm bs survei harga. :(

Riza
06-25-2008, 12:32 PM
Kalau pakai resistor tidak tahu seberapa kencang arus yang lewat, kalau pakai lampu hrg murah, arus kencang nyala terang, arus lambat nyalanya redup, teknologi tepat guna gitu lho :cool:
Thx info beli kawat nickelnya.

abanganton
06-25-2008, 01:16 PM
...info aja, klo ada yg mau experimen pake kawat nikelin ... :( rasanya saya pernah posting percobaan pake kawat yang disangka Stainless Steel, nggak taunya baja berlapis nickel.
Kalo yang masandhie maksud spt itu, baiknya jangan deh... bakalan karat abis... running sistem hydrobooster 15 menit aja air bakalan berwarna ijo, endapan warna ijo juga, bahkan arus yang mengalir makin mengecil... dan kalo diterusin endapan jadi warna hitam dan larutan makin gelap... :roll:
Nggak tau deh kalo kawat nickel murni... :?

Iskandar
06-25-2008, 03:24 PM
saya udah coba pake isi cutter, gk karat, cukup pake 3 lembar yg ukuran gede, pake toples kaca bekas nescafe, bubbler pake bekas mayones kaca juga tapi lebih kecil, 2 bilah cutter untuk (-) 1 nya lagi (+) pemasangannya (-)(+)(-) produksi gelembungnya banyak, soda kue 1 sendok teh.

Iskandar
06-25-2008, 04:35 PM
berikut saya bantu untuk check valve buatan sendiri karena kepepet.
Bahan2:
1. Selang Vacuum yg mau dikasih efek in-out
2. kabel audio yg transfaran buang seratnya
cari yg lubangnya kira2 1- 2mm yg penting jarum pentolnya masup
dan diameter kabel kira2 pas masuk ke selang vacuum
3. jarum pentol
4. kabel ties

lihat skema gambarnya di
http://www.sinnob.com/images/check-valve.jpg

victorbsd
06-25-2008, 05:38 PM
gak ngerti cara bikinnya...
:?
di angkringan ada yg jual gak????

masandhie
06-25-2008, 06:07 PM
rasanya saya pernah posting percobaan pake kawat yang disangka Stainless Steel, nggak taunya baja berlapis nickel.
Kalo yang masandhie maksud spt itu, baiknya jangan deh... bakalan karat abis... running sistem hydrobooster 15 menit aja air bakalan berwarna ijo, endapan warna ijo juga, bahkan arus yang mengalir makin mengecil... dan kalo diterusin endapan jadi warna hitam dan larutan makin gelap... :roll:
Nggak tau deh kalo kawat nickel murni... :?

aq jg blom tau mas, kawatnya murni atau ndak, kemaren sempat nyariin ke tokonya cuman udah tutup duluan :(, kmaren jg dapet info kalau kawatnya tahan karat, jd penasaran pengen nyobain, tp sblumnya nuntasin yg kmaren, td dah beli lampunya 12V/6W + snar gitar 4 biji dibikin twisted, tar siap2 pusing ampe malem :D

masandhie
06-25-2008, 06:12 PM
saya udah coba pake isi cutter, gk karat, cukup pake 3 lembar yg ukuran gede, pake toples kaca bekas nescafe, bubbler pake bekas mayones kaca juga tapi lebih kecil, 2 bilah cutter untuk (-) 1 nya lagi (+) pemasangannya (-)(+)(-) produksi gelembungnya banyak, soda kue 1 sendok teh.

wah ide bagus bgt tuh, perlu dicoba buat experimen tahap 2, tadi sempet kepikiran pake strimin (yg biasanya dipake buat kandang ayam),bahannya alumunium harga +- 25 rb permeter, motongnya juga gampang.

orangindonesiabiasa
06-26-2008, 12:59 PM
wah ide bagus bgt tuh, perlu dicoba buat experimen tahap 2, tadi sempet kepikiran pake strimin (yg biasanya dipake buat kandang ayam),bahannya alumunium harga +- 25 rb permeter, motongnya juga gampang.

memang lebih bagus pake SS karena daya tahannya terhadap korosi yang ditimbulkan akibat reaksi elektrolisis. Tapi bukan berarti SS penghantar listrik yang baik, SS memiliki tahanan yang besar jika dibandingkan tembaga atau alumunium, besarnya tahanan juga tergantung dengan luasnya penampang yang digunakan.
Tapi gak ada salahnya koq kita berekserimen

"Continous learning, keep up to date"

orangindonesiabiasa
06-27-2008, 10:46 AM
kemaren sampe mana ya??
oh ya ini sedikit reportnya. gambar dibawah ini adalah model perbandingan antara alpha 1 dengan alpha 2
http://www.geocities.com/pratomoaribowo/hho-alpha1/9.jpg

kemudian saya ubah lagi model alpha 2nya menjadi spiral smua (alpha 2.x), bisa dilihat pada gambar dibawah ini
http://www.geocities.com/pratomoaribowo/hho-alpha1/10.jpg

setelah dipasang dimotor memang gas yang dihasilkan cukup banyak, tapi ketika habis dipake jalan2 aki langsung tekor, ternyata banyaknya materi yang digunakan untuk membentuk spiral cukup memberi pengaruh, akhirnya saya kembali lagi ke alpha 1. nanti mau coba lagi kalo spiralnya dikurangi bagian-demi-bagian bagaimana hasilnya. oh ya memang koneksi saya langsungkan ke aki belom coba kalo langsung dari spul.
http://www.geocities.com/pratomoaribowo/hho-alpha1/11.jpg

ini perbandingan banyaknya gas yang dihasilkan antara alpha 1 dan alpha 2.x.
alpha 2.x sebelum dan sesudah diberi tegangan
http://www.geocities.com/pratomoaribowo/hho-alpha1/1.jpghttp://www.geocities.com/pratomoaribowo/hho-alpha1/2.jpg

alpha 1 sebelum dan sesudah diberi tegangan
http://www.geocities.com/pratomoaribowo/hho-alpha1/3.jpghttp://www.geocities.com/pratomoaribowo/hho-alpha1/4.jpg

kemudian alpha 1 dan alpha 2.x saya seri dan ini perbandingannya.
alpha 2.x sebelum dan sesudah diberi tegangan
http://www.geocities.com/pratomoaribowo/hho-alpha1/7.jpghttp://www.geocities.com/pratomoaribowo/hho-alpha1/8.jpg

alpha 1 sebelum dan sesudah diberi tegangan
http://www.geocities.com/pratomoaribowo/hho-alpha1/5.jpghttp://www.geocities.com/pratomoaribowo/hho-alpha1/6.jpg

kesimpulan :
secara visual saja sebelum diserikan memang alpha 2.x memberikan plupuk-plupuk yang lebih banyak dari alpha 1, tetapi harus dibalas dengan tekornya aki.
kemudian ketika diserikan jumlah plupuk-plupuk yang dihasilkan alpha 2.x menurun drastis dibandingkan alpha 1. mungkin kalo tegangan langsung dari spul hasilnya sama baik diseri maupun tidak.

oh ya ini panduan pembuatan alpha 1 (http://stradasembilantujuh.net/content/bikin-sendiri-elektroliser-hh0-tested-bajaj-pulsar-150), kalo ada salah mohon koreksinya ya.


alpha 3?? menyusul ya..

salam.

Riza
06-27-2008, 02:58 PM
Untuk menghemat listrik bisa mengurangi kandungan katalisnya.
Bagusnya isi aquadestilatanya tanpa katalis dulu hidupkan lalu test pakai ampere meter, masukkan katalis dikit demi sedikti sampai arus yang dikehendaki (disesuaikan dengan kemampuan pembangkitnya), beli ampere meter skala di 5 ampere bisa dibeli di toko elektronik semacam toko Sinar di Jogja.
Kalau kelistrikannya hanya mampu 2 ampere (24 watt) maka disetel sampai 2 amperes saja.
Kalau kelistrikan motor hanya mampu membangkitkan 5 ampere jangan dibebani sampai 5 ampere namanya besar pasak daripada tihang :lol:
Good luck.

orangindonesiabiasa
06-27-2008, 03:39 PM
...
Bagusnya isi aquadestilatanya tanpa katalis dulu hidupkan lalu test pakai ampere meter, masukkan katalis dikit demi sedikti sampai arus yang dikehendaki (disesuaikan dengan kemampuan pembangkitnya)...


Makasih buat sarannya mas.
Ok nanti di coba lagi deh. :D

abanganton
06-27-2008, 06:32 PM
Sebenarnya mas Riza sudah sering posting yang sama soal kontrol konsentrasi katalis, hanya saja untuk desain tabung dan elektroda yang "nempel" ke tutup tabung, agak sulit melakukannya. Harus buka-tutup-buka-tutup terus untuk mencari konsentrasi yang "pas".
Saya aja coba cuma sekali, trus untuk selanjutnya saat maintenance alias ganti air, saya pake feeling. Kira2 untuk 500ml butuh "seujung" sendok teh, atau kira2 1/3 sendok teh (baking sodanya tidak munjung).
Enaknya desain hydroxy generatornya, elektrodanya ada di bawah, tanpa mengganggu kalo buka tutup caping/penutup.
BTW, untuk konsentrasi katalis yang sama, dengan penggunaan elektroda yang berbeda, berbeda juga daya yang dibutuhkan. Saya pernah coba, dengan jumlah air+katalis yang sama, 2 tipe elektroda berbeda (saya pakai pelat stainless steel 1mm):
1. Katoda (+) luas pelat 4cm x 6cm, dan 2 lembar Anoda (-) luasan per lembarnya sama.
2. Katoda dan Anoda masing2 1 lembar, luasan sama dengan di atas.
Yang no.1 yang bikin Aki tekor... :roll:

orangindonesiabiasa
06-28-2008, 08:35 AM
... untuk desain tabung dan elektroda yang "nempel" ke tutup tabung, agak sulit melakukannya. Harus buka-tutup-buka-tutup terus untuk mencari konsentrasi yang "pas".
...

setuju mas.
saya cukup repot untuk itu. belom sempet coba yang dibawah elektrodanya, takut bocor aja.

Riza
06-28-2008, 11:57 AM
Kalau nyetel ga usah ditutup, yakin juga bisa, lht saja kabut gelembungnya dan arus yg lewat pakai ampere meternya, segalnya jadi mudah. :cool:

kiwil
06-28-2008, 02:08 PM
alo kk .. gw dah bela2in beli yg di http://pengiritbbm.blogspot.com

kata penjualnya produk dia lebih bagus & ga perlu pake sodakue.. karena dah pake Plat..

tapi g merasa msh kurang puas.. krn. g pikir gas H2 nya masi kurang banyak.. [g test caranya masukin itu selang gas ke air nah kan ketauan ternyata bubblenya keluarnya dikit2.. apa ngaruh..?]

nah akhirnya g pengen bikin sendiri.. pertanyaan g simpel aja :

gimana cara bikin banyak gas H2nya.. ? note: g sementara ini masi ga pake baking soda , cuma pake air minum saja..

klo g pake air pam malah banyak gelembungnya tapi air jadi cepet kotor banget..

thank's a lot
:D

orangindonesiabiasa
06-28-2008, 02:55 PM
klo g pake air pam malah banyak gelembungnya tapi air jadi cepet kotor banget..

thank's a lot
:D

hii kiwil selamat gabung
lebih baik jangan pake aer minum, kan aer minum ada mineralnya, itu yang bikin air jadi cepet kotor. kalo bisa pake aer murni, coba pake aquadest. Bisa dibeli diapotik ato toko kimia terdekat.

salam

Riza
06-28-2008, 03:12 PM
Pakai aquadestilata (air suling) dijamin ga kotor airnya, hehehe.... kayaknya sudah mulai ga pada baca sejak awal yach.... :lol:
Katalis tentu bikin produksi gasnya banyak, bisa pakai soda kue, garam, KOH atau bahkan soda api. Rekomendasi pakai KOH. Fungsinya sebagai elektrolis yang mempermudah elektron menembus H2O (air suling tadi) sehingga produksi H2 dan O2 nya meningkat drastis.

Barusan lihat pembikinan bio diesel di Laptop Si Unyil, ternyata dari minyak goreng bekas, lalu dibikin adonan ethanol + KOH dicampur, lalu dicampurkan minyak goreng bekas lalu disaring-saring.

So, kekhawatiran KOH bikin rusak mesin sebenarnya terlalu PARANOID, karena bio diesel saja malah dibubuhkan, kalau pada HHO yg kita pakai hanya berfungsi sebagai katalis, kalau pun ada penguapan hanya sedikit sekali.
1 sendok teh bisa untuk berbulan-bulan, bandingkan dengan kandungan KOH dalam bio diesel.

orangindonesiabiasa
06-28-2008, 03:19 PM
pengen coba pake KOH tapi mahal mas
25.ooo/kg
lagi cari temen anak farmasi biar bisa minta gratisan dikit

Riza
06-28-2008, 04:17 PM
Senengannya kok repot-repot :lol:
Ke rumah Pak Djoko aja beli satu sendok makan boleh kok, selama masih ada stok.
Katanya di Jogja, so tunggu apa lagi? Masih buka tuh :lol:

sam
06-28-2008, 06:43 PM
bro2, bisa ga oneway valve nya pake ginian?

http://i216.photobucket.com/albums/cc44/sambocam/wai-02.jpg


sumber = http://saft7.com/?p=144#comment-14808

dsukarman
06-28-2008, 09:13 PM
Untuk menghemat listrik bisa mengurangi kandungan katalisnya.
Bagusnya isi aquadestilatanya tanpa katalis dulu hidupkan lalu test pakai ampere meter, masukkan katalis dikit demi sedikti sampai arus yang dikehendaki (disesuaikan dengan kemampuan pembangkitnya), beli ampere meter skala di 5 ampere bisa dibeli di toko elektronik semacam toko Sinar di Jogja.
Kalau kelistrikannya hanya mampu 2 ampere (24 watt) maka disetel sampai 2 amperes saja.
Kalau kelistrikan motor hanya mampu membangkitkan 5 ampere jangan dibebani sampai 5 ampere namanya besar pasak daripada tihang :lol:
Good luck.

Mas , untuk mobil kira-kira berapa Ampere Idealnya ? saya tanpa lampu mencapai 5 Ampere , tabung panas dan mendidih.

Air Accu sama Aquadest sama nggak ?
Thanks

Riza
06-29-2008, 11:40 AM
@ Sam
Yups nomor 3 itu hrg berapa dan beli dimana? Yang ada tulisannya in out.

@ Dsukarman
5 ampere 12 volt = 60 watt, kalau Jazz saya dipasangi lampu 18W 12V secara seri => artinya Jazz saya konsumsinya 1,5 ampere => tegangannya bervariasi dari 6V - 12V. => tidak mendidih, mungkin hanya hangat saja.
Karena kalau lampu 18W itu nyala terang berarti yang lewat 12V (mungkin kurang dikit), kalau redup brarti yg lewat 6V, kukira arusnya tetep 1,5 amperes.

Kalau memakai lampu seri tidak usah begitu mempertimbangkan konsumsi listriknya, mau nambah tinggal ganti dengan lampu yg lebih besar watt nya. => dipastikan tidak akan korslet dan menghabiskan aki, asal dihitung dulu kekuatan generator dan lampu yg terpasang.
Saya kira paling stabil adalah diseri dengan lampu.
Monggo.

sam
06-29-2008, 03:59 PM
mas Riza, coba hubungi Dikwan di ditech.injection@gmail.com
seperti yg tertera di website mas Saftari (saft7.com).
Katanya bisa pesan langsung kan. Nanti kalau sudah pakai, share disini ya mas

darsonosu
06-30-2008, 09:38 AM
@ Sam
Yups nomor 3 itu hrg berapa dan beli dimana? Yang ada tulisannya in out.



beli di toko aquarium ada kok om, kalo gak salah 2000rb-an.....
bahan2 sudah lengkap tinggal berburu stainless steel di Glodok....
kemaren akhirnya beli buku "Bahan Bakar Air" by mail order....
makin tercerahkan....
:D

kiwil
06-30-2008, 12:56 PM
kmrn dah nyoba buat sendiri tapi gagal..[ gelembungnya lama banget alias ga keluar2 gasnya, kawat - jadi item krn. ga ketemu kawat baja stainless g pake kawat besi eh taunya..:oops:

senar gitar ada tapi koq masi nempel ke magnet ya.. berati tu kawat besi kan..:oops:

nyarinya susah ga ketemu2 di toko bangunan..

masi bagusan yg gw beli di pak arief budianto.. baru brp detik dah keluar gelembungnya.. :wink:

ikijack
06-30-2008, 04:14 PM
kmrn dah nyoba buat sendiri tapi gagal..[ gelembungnya lama banget alias ga keluar2 gasnya, kawat - jadi item krn. ga ketemu kawat baja stainless g pake kawat besi eh taunya..:oops:

senar gitar ada tapi koq masi nempel ke magnet ya.. berati tu kawat besi kan..:oops:

nyarinya susah ga ketemu2 di toko bangunan..

masi bagusan yg gw beli di pak arief budianto.. baru brp detik dah keluar gelembungnya.. :wink:

Barusan Ane bicara panjang lebar dengan beliau....waduh.....gelembungnya boleh dech...trus dia juga kasi tau ane hidrogen buat mesin las segala kayak di youtobe n cara2xnya....
yang buat mobil punya beliau harus pakai elektronik tambahan karena arusnya besar n liar.....tapi kalau dimotor arusnya liar tapi kecil jadi gak usah pakai elektronika tambahan....
Yang aneh dia pakai aer biasa men......tapi bisa nimbulin hidrogen buat ngelas juga lagi......

Riza
06-30-2008, 04:21 PM
Air biasa = H2O+mineral sebenarnya tidak apa-apa, hanya airnya jadi keruh, tergantung kandungan mineralnya, kalau dapet air biasa yang mineralnya dikit tentu tidak keruh-keruh amat.

ikijack
06-30-2008, 04:26 PM
Kalau memakai lampu seri tidak usah begitu mempertimbangkan konsumsi listriknya, mau nambah tinggal ganti dengan lampu yg lebih besar watt nya. => dipastikan tidak akan korslet dan menghabiskan aki, asal dihitung dulu kekuatan generator dan lampu yg terpasang.
Saya kira paling stabil adalah diseri dengan lampu.
Monggo.[/quote]

Biar gak boros pemakaian listriknya gw rasa ambil dari yang arusnya ac trus dikasi dioda setengah .....biar setengah buat masukan ke aki trus setengah lagi ke part hidrogen
just sharing aje nih koreksi kalo salah.....

ikijack
06-30-2008, 04:38 PM
Air biasa = H2O+mineral sebenarnya tidak apa-apa, hanya airnya jadi keruh, tergantung kandungan mineralnya, kalau dapet air biasa yang mineralnya dikit tentu tidak keruh-keruh amat.

Aer biasa + non katalis / baking soda = aer pake kumparan doang men .... jadi deh hidrobooster.....
keliatannya kuncinya hanya di plat n arus ac ..... plat pakai stainlessteel higrade...

Riza
06-30-2008, 04:39 PM
@ Ikijack,

Betul, itu ajarannya Pak Joko Sutrisno, tapi tetep dibebani lampu supaya tidak korslet. Kalau tanpa beban lampu harus betul-betul teliti, baiknya pakai ampere meter untuk memastikan tidak over arusnya, paling 1 sd 1,5 ampere saja. Mobilku saja 1,5 ampere = 18 watt.
Dan ada perubahan suhu dan berkurangnya H2O tentu akan menambah arusnya, kalau pakai lampu sudah ada limiternya, gitu, Oom ;-)

kiwil
06-30-2008, 04:54 PM
Barusan Ane bicara panjang lebar dengan beliau....waduh.....gelembungnya boleh dech...trus dia juga kasi tau ane hidrogen buat mesin las segala kayak di youtobe n cara2xnya....
yang buat mobil punya beliau harus pakai elektronik tambahan karena arusnya besar n liar.....tapi kalau dimotor arusnya liar tapi kecil jadi gak usah pakai elektronika tambahan....
Yang aneh dia pakai aer biasa men......tapi bisa nimbulin hidrogen buat ngelas juga lagi......

wah.. kk udah beli juga ya ? tapi aneh sejak dipasang itu alat motor g kurusin campurannya [skrup angin g puter ke kiri ampir mau copot] tapi resiko motor kadang2 susah dinyalain kadang gampang..

tenaga ya lumayan naik dikit meski campuran udah dikurusin.. soal hemat.. kyknya ada penghematan juga tapi tergantung bnyk faktor juga..

the most important thing is that i'm a little proud of myself to help reduce the emission :wink: but still i think the price for the device is quite a little expensive.. :(

ikijack
06-30-2008, 05:18 PM
wah.. kk udah beli juga ya ? tapi aneh sejak dipasang itu alat motor g kurusin campurannya [skrup angin g puter ke kiri ampir mau copot] tapi resiko motor kadang2 susah dinyalain kadang gampang..

tenaga ya lumayan naik dikit meski campuran udah dikurusin.. soal hemat.. kyknya ada penghematan juga tapi tergantung bnyk faktor juga..

the most important thing is that i'm a little proud of myself to help reduce the emission :wink: but still i think the price for the device is quite a little expensive.. :([/quote]

Ane belon beli beli ... cuma sharing aja men..... masalahnya ane lagi butuh mesin las buat potong....sayang kan mesin las listrik rumah dipake buat motong segala...mo pake gas buat masak mahal men n cuma bisa buat manasin doang kalo gak dikasi oksigen.....

pasangnya dimana dmana men ... di saluran udara atau di intake.....?

ikijack
06-30-2008, 05:20 PM
oh ya...beliau mo buka2xan di majalah otomotif tuh.....besok katanya wawancaranya....

Riza
06-30-2008, 10:45 PM
Kalau dipasangin HHO motor jadi terlalu kurus campuran BBMnya dan jadi susah distart kayaknya perlu belajar lagi filosofinya :lol:
Lha wong HHO itu nyatanya hanya bisa diproduksi dikit kok, yang dimasukin jadi buanyak, tentu tidak ada manfaatnya dan salah, karena terlalu banyak udara bebas ikut masuk => tidak ada artinya.
Kalau bisa memproduksi gas HHO dalam jumlah banyak dan bisa dimasukkan tak mungkin jadi kurus dan susah distart :mrgreen:
Karena kalau gas HHOnya banyak, itu gas bisa meledak, ga mungkin jadi kurus campuran udara+BBM+HHO yang banyak, mungkin malah ga bisa berhenti motornya.
Tapi sebuah mesin bisa menghidupi dirinya sendiri dari energi listrik yg dihasilkannya untuk mengelektrolisis air, itu masih dicita-citakan, entah kalau mobil H2O power bikinan jepang, yang pasti basisnya bukan motor bakar tapi mobil listrik yang listriknya dihasilkan sebuah alat yang berbahan bakar air, mungkin REVERSE ELECTROLYSIS kali yach. Di Belanda sudah ada pembangkit listrik tenaga air, air laut dicampur air tawar dengan proses kimia => elektrolisa terbalik = jadi listrik yang berbahan baku murah.

kiwil
07-02-2008, 11:31 AM
jadi pgeimane dunk kk :oops:

motor ane tu mesti diapain apa dilepas aja hidrobosternya tapi pan sayang udah beli mahal2.. :lol: :lol:

Riza
07-02-2008, 01:17 PM
Wah perlu lihat barang yang udah dibeli plus masangnya seperti apa?
Saya tidak punya keahlian untuk menerawang jarak jauh tanpa foto :lol:

abanganton
07-02-2008, 02:32 PM
Coba posting foto2nya dengan lengkap.
posisi mas kiwil dimana nih ?
nggak bisa tau, soalnya di forum
http://www.kymco.or.id/perkenalan-t232-165.html
sampeyan juga belum posting sih...
kalo di Jakarta, coba mampir dong ke Angkringan tiap jumat malem, biasanya mulai pukul 7:30-an...
Dimana itu Angkringan ? coba deh cari di forum ini pake fasilitas search dulu... :D
Kita bisa diskusikan di lokasi. kang Hilman Kymcokulari juga sering ngangkring...

ikijack
07-02-2008, 03:59 PM
jadi pgeimane dunk kk :oops:

motor ane tu mesti diapain apa dilepas aja hidrobosternya tapi pan sayang udah beli mahal2.. :lol: :lol:

Jangan putus asa dulu bro...
Coba lepas dulu hidroboosternya...trus seting karburator standar....kalo sudah trus pasang hidroboosternya...rasakan bedanya gimana...kalau mo irit dikurussin dikit aja jangan tterlalu banyak....kalo mo tenaga yah jgnn diutak atik karburatornya....
Memang kalo pasang aksesoris tambahan perlu literatur dan percobaan bro....
moga aja berrmanfaat.....

alfinip2000
07-02-2008, 06:52 PM
maaf para senior,sya ikut nimbrung...sya trtarik dgn elektrolisa ini.
mngkin sya bsa mnyumbang pemikiran dlm pembuatan botol H2o yg lbh safe ketimbang cuma botol aqua ato botol kecap...yg jls JANGAN PERNAH menggunakan bahan yg terbuat dari KACA!!akan sangat berbahaya!!!
bahan yg saya gunakan adalah :
1. Pipa PVC ukuran 3" sepanjang 23cm
2. CO dan DOP pipa PVC uk 3"
3. Pipa PVC yg utk kabel (yg kecil uk nya,lupa lagi, tulisannya sih 5/5"
4. Nipple gas
5. Mur dan Baut secukupnya
6. lem epoxy (yg 2 biji itu, warna putih n item)
7. Tabung stainless uk 2".2,5" dan 3" sepanjang 15cm(beli ditukang las yg suka bikin tangga stailess, yg bnyak dipinggir jalan itu...murah,cuma 20rban)
8. selang oksigen aquarium yg kecil plus sambungan letter L 2 biji (cuma 1000an)

jadi total klo bikin sendiri cuman 60rban n lbh durable....

klo pake botol aqua/kecap/nescafe rawan gas leak,jd krang optimal hasilnya...fotonya menyusul,saya tak plg dulu n foto barangnya...ntr sya foto sejelas2nya.

Riza
07-02-2008, 06:58 PM
Perlu diluruskan HHO bisa menghemat BBM bukan lantaran campuran bensin+udara dikurusin, HHO adalah suplemen bahan bakar tambahan yang berbahan baku air.
Bagusnya asupan gas yang dari tabung HHO seminimal mungkin saja, pastikan tidak mengubah campuran bensin+udara terlalu banyak, pastikan ada kran untuk membatasi asupan => walah jadi cerita dari awal, udah pernah saya tulis puluhan kali di tret ini :sad:

hann
07-04-2008, 05:14 AM
Betul bro Riza..Hidrogen (dn juga oksigen) disini berfungsi sebagai aditif saja untuk menyempurnakan pembakaran..dengan pembakaran yg sempurna maka didapat tenaga yg sempurna pula karena bensin terbakar tuntas..
Dari tenaga yg sempurna ini maka tidak perlu membuka throttle terlalu besar sehingga muncul efek irit..dan irit ini tetap tergantung dari habit dalam mengendarai motor..
Kalau dengan bertambahnya tenaga ini pengendara jadi terpacu untuk geber2an (karena memang jadi enak digeber) jatuhnya bisa jadi malah nggak irit lagi..

dodi_suwardi
07-05-2008, 12:07 PM
Betul bro Riza..Hidrogen (dn juga oksigen) disini berfungsi sebagai aditif saja untuk menyempurnakan pembakaran..dengan pembakaran yg sempurna maka didapat tenaga yg sempurna pula karena bensin terbakar tuntas..
Dari tenaga yg sempurna ini maka tidak perlu membuka throttle terlalu besar sehingga muncul efek irit..dan irit ini tetap tergantung dari habit dalam mengendarai motor..
Kalau dengan bertambahnya tenaga ini pengendara jadi terpacu untuk geber2an (karena memang jadi enak digeber) jatuhnya bisa jadi malah nggak irit lagi..

Betul mas hann, karena klo HHO yang dihasilkan dianggap sebagai penambah Energy..ya gak akan sebanyak itu efisiensinya...untuk menghasilkan energy sebesar itu gak mungkin hanya dengan memecah H2O dengan voltage 12V dan 1.5 Amp ..secara hitungan thermodinamika energy dan hukum2 nya menjadi aneh dan gak mungkin...perlu temen2 ketahui semua, bahwa penambahan HHO memang bertujuan untuk mengoptimalkan efisiensi mesin berbahan bakar bensin atau solar sehingga pembakarannya menjadi efisien...jadi yang membangkitkan energy bukan dari hasil HHO yang dibakar . melainkan tetep dari fuel fosil yang menjadi lebih efisien pembakarnanya karena dalam pembakaran terdapat campuran HHO selain udara biasa....semoga ini bisa bermanfaat mencerahkan kita...sebab kalau anda mengatakan HHO sebagai penambah energy ...bakal diketawain sama para sciencetis ...lah gimana bisa energy yang dihasilkan lebih besar dari energy asupan untuk elektrolisys seupil gas ke dalam ruang bakar...??? padahal menurut hukum kekealan energy wlalupun elektrolisysnya 100% efisien...hitungannya menjadi tidak mungkin..enrgy asupan 12volt x 1.5 amp = 18 wat padahal efisiensi yang dihasilkan adalah misalnya 20 persen hitung saja misalnya dari 1:12 menjadi 1:14.4 berarti ada 2 km yang di save...hitungan 2 km memindahkan mobil anda energynya jauh lebih besar ketimbang 12voltx1.5amp x (waktu tempuh). karena secara hukum kekealan energi = energi yangdihasilkan dari HH) sama dengan energy yang dipakai untuk elektrolisys H2O (inipun jika elektrolisys 100% efisien) kenyataannya banyak energy terbuang menjadi panas dan reaksi sampingan akibat korosi dan ketidakmurnian air yang dipakai.

Riza
07-05-2008, 04:24 PM
Eh barusan diskusi sama anak engeneering yang menguasai tentang fluida, ternyata bubbler sebaiknya tidak memakai air, tetapi memakai liquid khusus yang bisa menangkap uap air, tapi blm ngomong belinya dimana, namanya apa :?
Menurut dugaanku liquidnya itu minyak, yang encer spt air, tdk menguap, tidak berbusa, nah air yang tertangkap di bubbler yang berfungsi sebagai drier air akan mengendap di bawah, jika perlu diberi drainase untuk mempermudah mengeluarkan air dengan rutin :cool:

kiwil
07-05-2008, 05:03 PM
kmrn feeling sptnya tembus 1:80 an.. :oops:

isi bensin km7920 2liter 30 june. refuel again at 4july km 8080. per hari tempuh 20km pp klpgading~blokM jadi 40 km..

gatau itungan gmnya kk.. :( .. pengen lebih irit seh..skrg pake spuyer standar supra pit MainJet 72 PilotJet 42 mau cari yg lebih kecil kata bengkel ga jual..

oli pake idemitsu touring 1Ltr. bagus ga ya tuh olie.. :wink:

sam
07-05-2008, 11:31 PM
Para mas2 bisa tukar pikiran & sumbang saran disini
http://tech.groups.yahoo.com/group/Komunitas-BBA/

kiwil
07-07-2008, 12:41 PM
ternyata klo terlalu irit karena settingan AFR dibuat terlalu miskin.. resiko mesin jadi pincang pas langsam, en susah distater musti pake cuk terus..

akhirnya g balikin lagi g puter ke kanan lagi air screwnya.. biarinla ga irit2 amat yg penting mesin stabil.. drpd terlalu irit [miskin] ntar g ngeri mesin cepet panas, en ga awet.. :( [ngapain g sok irit2an orang yg boros juga masih banyak.. :P ]

Riza
07-07-2008, 01:18 PM
Sekali lagi HHO tidak boleh membikin miskin campuran BBMnya, pastikan ada kran pengatur asupan HHOnya, ada di depan penjelasannya kan masih 27 halaman saja yg perlu dibaca.
Banyak kejadian tambah HHO tenaga malah ngedrop, bensin tambah boros, karena tidak mendalami filosofinya, karena tidak mau baca :sad:

khens20
07-07-2008, 03:10 PM
Salam kenal,

Saya sangat tertarik pada pembahasan topik ini dan setelah membaca dari halaman 1-28 ( fiiiuuhh capek juga .... panjang banget :shock: ) saya penasaran pengen juga bikin untuk dicoba ke mobil saya.

Adakah rekan rekan disini yang bisa bantu menunjukkan dimana saya bisa mendapatkan alat alat yang dibutuhkan di bandung, terutama kawan SS 316L -nya yang katanya sulit.

terima ksaih
Surya

Riza
07-07-2008, 03:29 PM
Coba search Joko Purnomo, kan udah aku tulis alamatnya yg di Bandung :-)

khens20
07-07-2008, 04:03 PM
iya pak yang di jalan cimbeuluit no 51 kan yah.....cuma mohon infonya pak joko purnomo itu buka bengkel juga atau gimana pak ? soalnya kan rada ngga enak juga kalo tiba tiba rumah orang biasa kita ketok untuk diminta bantuan :oops:


salam,
surya

Riza
07-07-2008, 05:07 PM
Waduh mestinya urang Bandung lebih tahu, saya hanya dikasih note alamat itu dari kakaknya yaitu Joko Sutrisno yg di HOS Cokroaminoto Jogja.
Joko Sutrisno sendiri juga rumah biasa, bahkan hanya seperti garasi, tapi yg pasang HHO sampai saat ini masih ngantri, baik dari orang club, perusahaan maupun perseorangan. Kelihatannya kerja 7 hari seminggu, biasanya sampai malem.
Atau ke Jogja saja :lol:

gsenugi
07-08-2008, 01:36 PM
Salam kenal,


Adakah rekan rekan disini yang bisa bantu menunjukkan dimana saya bisa mendapatkan alat alat yang dibutuhkan di bandung, terutama kawan SS 316L -nya yang katanya sulit.

terima ksaih
Surya

Salam Kenal semuanya saya baru gabung disini. Kawat SS grade 316L dapat dibeli di Gang Suniaraja Bandung di Toko Sinar Harapan. Mahal euy harganya! Rp 10 rb semeter minimum harus 2m yang diameter 1.2 mm. Karena mahal sebaiknya digunakan buat anodanya saja, yang katoda pakai saja yang grade 304.

Nugi

wijaywi
07-08-2008, 02:27 PM
Saya Jual jual kawat stainless, sudah dibentuk Pegas/per, Untuk blue energy ini.
tinggi 50cm (dlm bentuk Pegas/per).
barang diambil / tdk di antar.
Sms: 08567887748.
Qty: 50pcs.
email to : sansevieria_minded@yahoo.co.id

handy
07-08-2008, 03:25 PM
Salam Kenal semuanya saya baru gabung disini. Kawat SS grade 316L dapat dibeli di Gang Suniaraja Bandung di Toko Sinar Harapan. Mahal euy harganya! Rp 10 rb semeter minimum harus 2m yang diameter 1.2 mm. Karena mahal sebaiknya digunakan buat anodanya saja, yang katoda pakai saja yang grade 304.

Nugi

Wah makasih infonya boss... oya salam kenal ya... juga buat member lain di bandung dsk... saya di cimahi...

handoko

handy
07-08-2008, 03:35 PM
Saya Jual jual kawat stainless, sudah dibentuk Pegas/per, Untuk blue energy ini.
tinggi 50cm (dlm bentuk Pegas/per).
barang diambil / tdk di antar.
Sms: 08567887748.
Qty: 50pcs.
email to : sansevieria_minded@yahoo.co.id

boss... yg ikut disini mungkin ajha dari berbagai kota di indonesia... lha kaluk yg belinya ada di pulau seberang masak ya suruh ngambil.... but........ IMHO kayaknya disini lebih penting share pengalaman dan pengetahuan tentang HHO sesuai topiknya... tidak saja sekedar jualan... sorry kalau sudah melancangi moderator....

hand,-

gsenugi
07-08-2008, 03:48 PM
Wah makasih infonya boss... oya salam kenal ya... juga buat member lain di bandung dsk... saya di cimahi...

handoko[/quote]

Hai bung Handy saya di Cijerah Bdg, saya udah bikin n pasang dua tabung di taft GT saya, pakai skema dari temen-teman disini (katodanya dibikin spiral tapi anodanya dilurusin ditengah-tengah katoda. Tiap tabung narik 3A tapi lumayan banyak produksi gas HHOnya. Saya pasang paralel sebelumnya pernah coba diseri namun produksi HHOnya hanya sedikit.
Pengiritan cukup terasa, biasanya paling dapet 1liter untuk 10 km (luar kota), ban pake yang besar 31 and kondisi mesin Taft nggak terlalu bagus, menurut mekanik sih udah harus turun mesin, ganti ring seher karena selang breather mesin sudah keluar asap putih tipis. Minggu kemearin saya pakai ke garut PP konsumsi solar dapet 1 liter untuk 13 km, andai saya pakai ban standar mungkin biasa dapet lebih :shock: , selain itu tarikan di tanjakan lebih enteng. sekarang saya lagi coba untuk kondisi dalam kota.

Salam

Nugi

handy
07-08-2008, 04:59 PM
Hai bung Handy saya di Cijerah Bdg, saya udah bikin n pasang dua tabung di taft GT saya, pakai skema dari temen-teman disini (katodanya dibikin spiral tapi anodanya dilurusin ditengah-tengah katoda. Tiap tabung narik 3A tapi lumayan banyak produksi gas HHOnya. Saya pasang paralel sebelumnya pernah coba diseri namun produksi HHOnya hanya sedikit.

bisa di share kang.... panjang kawat yg dibikin spiral berapa mtr... diameter brp... satu lagi tabung pakai apa...
eksperimen kemarin sempet terhenti 3 mingguan karena tugas keluar kota dilanjut nganter anak2 liburan ke jatim sana... sekarang baru siap2 mau mulai eksperimen lagi... besok kayaknya mau ke toko yg ditunjukin itu.

kiwil
07-08-2008, 06:35 PM
akhirnya hari ini busi gw ganti ma yg baru.. krn kmrn/ tadi pagi motor sering mati mendadak pas jalan pelan.. mungkin gara2 stelan AFR g ubah jadi agak kaya .. :( ato krn. dulu stelan AFR terlalu miskin ??

bingung gmn cara supaya irit tapi ga ngerusak mesin.. :oops:

orangindonesiabiasa
07-08-2008, 11:56 PM
tanpa ngerusak mesin??

ya dibalikin lagi ke kondisi standar dulu motornya, gak perlu pake ganti spuyer sgala. sharing aja, motor saya udah 4bulan lebih gak saya servis, gak ganti oli jg. setelah pasang Hidrogen, tarikan jadi enteng, kebetulan 2 hari lalu ada waktu ya sudah saya servisin motor saya. ganti oli aja asama stel klep, karbu setingannya tetep aja kayak sebelum servis, dalam artian gak distel angin. setelah kelar, tarikan lebih mantab lagi, lebih enteng lagi, busi lebih bersih lagi. oh ya busi udah lebih dari setahun saya gunakan.

salam

dodi_suwardi
07-10-2008, 10:33 AM
Wah makasih infonya boss... oya salam kenal ya... juga buat member lain di bandung dsk... saya di cimahi...

handoko

Hai bung Handy saya di Cijerah Bdg, saya udah bikin n pasang dua tabung di taft GT saya, pakai skema dari temen-teman disini (katodanya dibikin spiral tapi anodanya dilurusin ditengah-tengah katoda. Tiap tabung narik 3A tapi lumayan banyak produksi gas HHOnya. Saya pasang paralel sebelumnya pernah coba diseri namun produksi HHOnya hanya sedikit.
Pengiritan cukup terasa, biasanya paling dapet 1liter untuk 10 km (luar kota), ban pake yang besar 31 and kondisi mesin Taft nggak terlalu bagus, menurut mekanik sih udah harus turun mesin, ganti ring seher karena selang breather mesin sudah keluar asap putih tipis. Minggu kemearin saya pakai ke garut PP konsumsi solar dapet 1 liter untuk 13 km, andai saya pakai ban standar mungkin biasa dapet lebih :shock: , selain itu tarikan di tanjakan lebih enteng. sekarang saya lagi coba untuk kondisi dalam kota.

Salam

Nugi[/quote]

Yups saya juga pake 2 Tabung dg elektroda flat sebanyak 4 elemen masing2...pengiritan didapat 25% ..masih tekor terus dg accunya...lagi disempurnakan ... mesin jadi lebih enteng dan halus...saya berharap sampe 80% pengiritan :-)

abanganton
07-10-2008, 11:32 AM
4 Pelat untuk tiap tabung, pak ?
artinya, tiap tabung pakai 2 pelat untuk Katoda, dan 2 Pelat untuk Anoda ?
Dijamin boros setrum. Apalagi kalau larutan elektrolitnya cukup kental (baca : kandungan katalis dalam larutan cukup banyak).
IMHO.. Kalau banyak pelat, larutannya dibuat miskin katalis. Kalau sedikit pelat, larutan dibuat lebih kaya katalis. Tujuannya... agar arus yang lewat maksimal 2 Watt saja, karena semakin tinggi arus yang lewat, akan semakin besar konsumsi daya listrik dari aki yang terpakai, dan larutan cepat panas...
Sebenarnya, dengan lebih kaya katalis dalam larutan (kita pakai saja istilah larutan kaya/miskin untuk katalis terlarut) walaupun ada batas maksimum, dan lebih banyak pelat, gas akan lebih banyak pula dihasilkan. Tapi konsekuensinya daya listrik juga lebih banyak diperlukan.
Dasarnya ya Hukum Kekekalan Energi... (HKE)
Saya pernah coba, Anoda (elektroda negatif) pakai 2 pelat ukuran @ 4cmx6,5cm, katoda hanya 1 lempeng. Dalam 10 menit continuous running test, aki ngedrop... Setelah saya ganti air baru, dengan sedikit saja baking soda, nggak ada cerita aki ngedrop... tapi gas hasil tidak sebanyak semula... HKE lagi... :)
Sejauh ini, kesimpulan yang saya dapat, ada korelasi antara :
1. Konsentrasi Larutan Elektrolit
2. Luas pelat
3. Jarak antar pelat
Ketiganya menentukan arus yang terjadi pada 1 cell sistem. Untuk mencari rumusannya butuh riset yang mendalam, konsekuensi waktu dan biaya tentunya... :roll:
Kalau volume larutan dalam tabung, sudah masuk ke item no.1 - Konsentrasi Larutan. Kalau Air sudah banyak yang terurai, volume berkurang, otomatis konsentrasi larutan jadi naik/kaya.

BTW, Saya sedang siapkan 2 tabung untuk dipasang di mobil kijang super. Untuk Elektroda pakai Pelat 4cmx5,5cm masing2 1 lempeng untuk Katoda/Anoda, dengan jarak pasang min.5mm. Konsentrasi katalis akan ditentukan saat running test, sekalian monitor arus yang lewat.
Ini sistem yang saya yakini paling reliable saat ini. Nggak mau resiko aki ngedrop... sayang2 aki, mahal sekarang... :wink:
Yang jelas, saya nggak berharap banyak untuk dapatkan hasil gas HHO dalam jumlah banyak dengan sumber energi hanya aki 12volt...

handy
07-11-2008, 12:03 PM
beberapa hari ini forum kok sepi pada kemana ya... liburankah? sibuk kutak-katik hho-kah?

hand,-

orangindonesiabiasa
07-11-2008, 01:55 PM
beberapa hari ini forum kok sepi pada kemana ya... liburankah? sibuk kutak-katik hho-kah?

hand,-

:D lagi sibuk mas, banyak sodara dateng dari mana-mana, belom sempet rakit alpha 4, tapi bahan sudah ready semua, tinggal pasang aja. yang lainnya pada kemana juga ya??
:lol:

abanganton
07-11-2008, 02:01 PM
iya.. mungkin lagi pada sibuk running tes Hydroxy boosternya... :D
termasuk mas Mods yang buka thread ini, lagi ngetes lagi sistem hydroxybooster trip Jogja-Jakart-Jogja.
Laporan dan testimoni nya ditunggu... :roll:

handy
07-11-2008, 02:14 PM
wah mantep... kemarin ane targetin bisa dipakai buat mudik ke jatim... tapi karena mesti tugas luar kota jadinya belum bisa ngerasain efek hho

Riza
07-14-2008, 11:50 PM
Jazz saya di pusat kota Jakarta pada hari Rabu, Kamis, Jumat hanya bisa 8,65 km/l karena di Jakarta ga tau jalan blas, hanya lihat peta, dari Thamrin sampai ujung Sudirman, karena macet, coba-coba belok kiri eh muncul di Diponegoro, 3 jam lebih muter-muter dan antri di situ saja, capede :lol:
Patut diberi penghargaan yg bisa hidup dengannya :lol:
Untungnya saya sudah siap mental tujuan ke Jkt jg mau menikmati kemacetan jalan :-D

Cileunyi-Jogja yang dulunya 19 km/liter (jalan relatif banyak turun), percobaan terakhir Jogja-Cileunyi dapetnya 19,5 km/liter jalan cenderung agak sedikit lebih ramai (maklum holiday time) dan cenderung lebih banyak tanjakan ( Bandung letaknya lebih tinggi daripada Jogja)
Dulu pakai flasher, yang barusan flasher tidak dipasang.
Dulu habis 200cc lebih air, yg barusan hampir tidak berkurang, mungkin hanya berkurang 50cc saja. Mungkin perlu ditambah arusnya yg lewat elektrolitnya supaya lebih banyak produksi gas nya.
Perlu coba lagi :cool:

Yang pasti jalan Jogja-Bandung mendukung untuk hemat karena speednya bisa lebih konstan di range 70-90, kalau sudah sampai jalan toll, bejek habis 120++ km/jam tentu lebih boros, banyak energi untuk menembus atmosphere bumi. Kalau ada yang bilang lewat toll Jkt-Bdg 160 km/jam konsumsi BBM bisa hemat (17 km/l) suatu hal yg impossible :-P
Setelah isi di Cileunyi bejek sampai Jkt BBMnya 14,1 km/liter. Eh tapi dihadang macet ketika masuk Bekasi timur, jadi kurang valid untuk report FC di highway on highspeed :sad:
Masih ingat, Agustus tahun 2006 lewat toll Jkt-Cileunyi konsumsi BBMnya 12,5 km/liter jalan lengang banget, speed di 100-120 km/jam, ditempuh 2 jam kurang.

Sebenarnya over all bisa lebih hemat coba saja kalau macetnya di Jkt waktu itu ga pakai HHO tentu bisa 7 km/liter.

Ingat dari waktu ke waktu kemacetan bisa mengubah konsumsi BBM dengan signifikan, banyak terjadi sebelum pakai HHO 10 km/liter setelah pakai HHO karena jalannya lebih padat bisa justru hanya dapet 9km/liter => hal ini tidak siapapun atau apapun tidak bisa dipersalahkan.
Tentu periksa sistem HHOnya barangkali asupan udaranya malah jadi terlalu banyak (oversosis).

abanganton
07-15-2008, 06:54 PM
...Ingat dari waktu ke waktu kemacetan bisa mengubah konsumsi BBM dengan signifikan, banyak terjadi sebelum pakai HHO 10 km/liter setelah pakai HHO karena jalannya lebih padat bisa justru hanya dapet 9km/liter => hal ini tidak siapapun atau apapun tidak bisa dipersalahkan.
Tentu periksa sistem HHOnya barangkali asupan udaranya malah jadi terlalu banyak (overdosis).
ini yang terjadi pada mobilku, mas...
Setelah pasang, malah menurun angka hematnya... :(
Kemarin sempat 2 minggu di non aktifkan sistemnya. Belum isi full lagi, tapi indikator bensin baru turun 1/4nya, jarak tempuh sudah 140km-an. Waktu masih diaktifkan, indikator 1/4 turun, jarak tempuh paling hanya 110km.
However, Pengukuran masih belum valid karena saya tidak pakai sistem isi full.
Heran, harusnya penghematan kan minimal sama dengan sebelum ada sistem hydroxy booster terpasang. Ini kok malah lebih boros jadinya.. :roll: terbukti pada kendaraannya mas Riza, luar kota penghematannya bagus sekali, dalam kota sedikit saja, tapi tidak tambah "boros".
Saya yakin sekali, kondisi lalu lintas dan driving style relatif sama, baik saat sebelum dipasang maupun setelah dipasang.
Saya masih menduga beberapa faktor "anomali" ini :
1. pengaruh ECU yang memberikan asuan BBM lebih, karena mendeteksi udara kaya oksigen (hasil elektrolisis, walaupun diklaim sedikit sekali, tanpa pengukuran jelas).
2. Bukaan udara masuk ruang vakum yang terlalu besar. penyebabnya keran udara yang tidak stabil, suka membuka sendiri. Saya belum sempat mengganti kerannya.. :(

Riza
07-15-2008, 09:33 PM
8,65 km/l saya belum pernah dapet segitu di Jogja, karena di Jakarta memang kemacetannya luar biasa, belum pernah mengalami kepadatan lalulintas seperti itu, kukira wajar lah dengan angka segitu bahkan yakin lebih hemat daripada tanpa HHO.
Kayaknya kemampuan Pak Sentul sekarang sudah meningkat, antara lain tabung HHOnya dipindah ke bumper jadi panas mesin tidak mempengaruhi air, punya alat untuk menakar katalisnya.

BTW, menurut hemat saya lebih lanjut mestinya tidak diseri dengan lampu, maka energi listrik tidak akan terbuang percuma, lampu nyala dalam kabin mesin = tidak ada manfaatnya.
Mestinya tidak perlu menyalakannya, hanya perlu dipantau terus arusnya memakai ampere meter berskala 0-5A, kayaknya di toko-toko elektronik banyak tersedia dan harganya murah. Saya pengen experimen tanpa lampu seri.
Tujuannya: hemat listrik, sekaligus memperbanyak produksi gas H2 nya.
Target mudik hari raya diapprove :cool:

Oh ya, rekan-rekan ada yang tahu dimmer yg bisa dilewati arus 10 ampere bertegangan 12V?
Jadi kalau arus meningkat kita bisa rem dengan dimmer itu, tujuannya supaya air tidak mendidih (over heat), memang sih pakai dimmer akan membuang energi listrik :sad:
Ada saran?

dsukarman
07-16-2008, 11:44 AM
8,65 km/l saya belum pernah dapet segitu di Jogja, karena di Jakarta memang kemacetannya luar biasa, belum pernah mengalami kepadatan lalulintas seperti itu, kukira wajar lah dengan angka segitu bahkan yakin lebih hemat daripada tanpa HHO.
Kayaknya kemampuan Pak Sentul sekarang sudah meningkat, antara lain tabung HHOnya dipindah ke bumper jadi panas mesin tidak mempengaruhi air, punya alat untuk menakar katalisnya.

BTW, menurut hemat saya lebih lanjut mestinya tidak diseri dengan lampu, maka energi listrik tidak akan terbuang percuma, lampu nyala dalam kabin mesin = tidak ada manfaatnya.
Mestinya tidak perlu menyalakannya, hanya perlu dipantau terus arusnya memakai ampere meter berskala 0-5A, kayaknya di toko-toko elektronik banyak tersedia dan harganya murah. Saya pengen experimen tanpa lampu seri.
Tujuannya: hemat listrik, sekaligus memperbanyak produksi gas H2 nya.
Target mudik hari raya diapprove :cool:

Oh ya, rekan-rekan ada yang tahu dimmer yg bisa dilewati arus 10 ampere bertegangan 12V?
Jadi kalau arus meningkat kita bisa rem dengan dimmer itu, tujuannya supaya air tidak mendidih (over heat), memang sih pakai dimmer akan membuang energi listrik :sad:
Ada saran?

Tanpa lampu sulit membatasi besar Ampere , saya pernah coba tanpa lampu Arus sebesar 5 Amp tapi tabung panas dan air mendidih.

Memang Gas yang di produksi cukup besar percobaan bandung - jkt start Tol Pasteur - Pondok Gede Timur nggak sampai 10 L.

Iskandar
07-22-2008, 04:56 PM
akhirnya dapat tabung air filter (filter udara) bekas hidrolik mesin molding, mantap tinggal modif dikit, dpt gratis juga kawat type 316 nya

Riza
07-22-2008, 05:43 PM
Tadi di Trans TV, Desi Ratnasari wawancara dengan pengembang HHO, sudah dibikin buku howto nya kayaknya bisa didapet di toko buku, mungkin saduran "BROWN GAS" => bisa disearch di internet. Karena yg mempopulerkan namanya Mr. Brown.
Kalau mau pasang Rp400rb di daerah Pejaten, tidak dijelaskan alamat lengkapnya.
Monggo yg di Jkt.

BTW, link sumbangan dari Pamansambul dari Tenggarong Kaltim, sayang Beliau masih malu-malu nulis di sini:
http://alrehabmed.blogspot.com/
"Jangan malu-malu," kata Pak Tino Sidin :mrgreen:

handy
07-22-2008, 07:43 PM
nambahin link:
http://ahmadsamantho.wordpress.com/2008/05/16/motor-mobil-kita-perlu-minum-air-yang-dielektrolisis/
http://energiair.blogspot.com/2008/06/generator-hho-4-plat-cell.html
http://tech.groups.yahoo.com/group/Komunitas-BBA
http://my.opera.com/h2earth/blog/cybrarium
http://yohan.oprekblog.com/

btw kok sekarang jadi sepi ya....

Riza
07-22-2008, 09:44 PM
Nanti kalau ada isyu yg lebih menarik silakan bikin tret baru Hemat BBM dengan Elektrolisa bagian ke dua, gitu.
Saya bisa potong dan memindahkan ke tret baru.
Saya tunggu.

agus rianto
07-23-2008, 09:59 AM
Rekan2 sekalian mau tanya nih, mungkin ada yang pernah memakai penghemat BBM semacam alat/magnet yang dipasang di selang bensin... apakah alat itu benar2 bisa menghemat BBM dan tarikan motor jadi lebih mantap..

Riza
07-23-2008, 10:21 AM
Sementara ini alat penghemat BBM yang paling masuk akal adalah dengan suplemen gas H2 (hidrogen) yang bisa kita produksi dengan bantuan sedikit aliran listrik dari kendaraan kita.
Menurutku alat penghemat BBM yg lain termasuk bersifat psikologis semata.
Memang menjadikan tarikan jadi lebih mantab (menurut pembelinya karena barusan pasang).

agus rianto
07-23-2008, 01:03 PM
mas Riza maaf nih saya orang awam masalah kelistrikan ataupun mesin, makanya alat penghemat BBM dgn suplemen gas H2 (hidrogen) seperti yang dijelaskan di atas sama sekali saya tidak mengerti, mungkin saya pengen simpelnya aja beli langsung pasang.

apakah di Indonesia sudah ada produksi massalnya dan sekaligus pemasangan di motor ?

victorbsd
07-23-2008, 01:45 PM
kalo gak salah udah ada..
anak2 club scorpio pada make
harganya Rp100rb-an
CMIIW....

Riza
07-23-2008, 05:13 PM
Kalau mau pasang sekalian suruh masangin ajah, soalnya lumayan ribet, beda yg pakai lampu DC dan sistem AC.
Tapi tukang pasang yg pengalaman udah tahu caranya.
Di Jogja 75rb tinggal antri saja.
Kalau mau kepuasan memang yg 100rb. Di Jogja ada banyak yg sudah bisa bikin.
Tapi untuk pengerjaan masih di Sentul Jl. Magelang Mlati Jogja yg terbaik.
Mobil 400rb, semoga udah turun :mrgreen:

H2=hidrogen, dihasilkan dengan cara air dialiri listrik 12 volt DC.
Gas itu kalau dikumpulkan bisa terbakar sangat cepat, meski dimasukkan sedikit saja ke ruang bakar akan membantu menyempurnakan dan menambah pembakaran, hasilnya efisiensi BBM.

Bentar lagi ada yg launch kompor listrik 50-100 watt DC + air setara 300-600 watt kompor listrik biasa, tapi masih diriset. Kita tunggu saja hasilnya nanti.
Secara teori bisa banget, tinggal detail desain yg masih banyak merahasiakan.

Yang jelas bakalan efisien semua, kalau mau mendalami HHO ini, kalau saya sih sebenarnya hanya konsumen saja, tapi harus tahu teorinya dikit-dikit supaya tidak dikibulin spt yg dilakukan Pak Joko dari Nganjuk :lol:

agus rianto
07-23-2008, 05:22 PM
oo begitu, sedikit ngerti dech.. :roll:

klo di Jakarta belum ada yang jual dan pasang yah.. (kyknya berguna bgt buat ngiritin inova sm trend sr secara di Jkt macet bgt)

Riza
07-23-2008, 06:33 PM
Di Pejaten.
Dalkot tidak terasa banget, karena speedometernya saja tidak banyak bergerak apalagi kalau macet, so mana bisa diukur speedonya saja diem saja kalau macet, tapi menurutku tetep memperbaiki, tapi tidak signifikan kalau berdasarkan kilometer.
Lain soal kalau mesin hidup dicatet waktunya :mrgreen:

abanganton
07-24-2008, 10:23 AM
@ Agus Rianto
kopdar jumat pekan depan di angkringan, saya akan coba kasih liat alat elektrolisis yang ta pasangi di Kodok Ijo-ku... :)
sambil kita diskusi, mungkin malah ada masukan dari sampeyan... selain mas Hilman Kymcokulari, yang lain nggak tertarik/nganggap ribet sama yang namanya elektrolisis ini... :? lebih tertarik modif ban, lampu, atau aksesoris lainnya... :wink: namanya juga interest... tiap orang beda-beda...

BTW, sharing cerita aja soal konsentrasi katalis dalam larutan. Saat main2 ke Bengkel Sentul, ternyata Pak Bob bengkel Sentul punya alat ukur larutan elektrolit, bentuknya spt hygrometer (alat ukur keasaman spt bisa dilihat di tempat setrum aki). Alat tsb dicelupkan ujungnya ke larutan, dan alat tsb akan menunjukkan angka tertentu. Ukuran yang optimum menurut beliau adalah 400 sampai 500, atau bisa diambil 450 untuk optimumnya. Tapi nggak jelas satuannya apa. Beliau sptnya agak membatasi saat saya coba ekxplore soal alat tsb. Mungkin itu rahasia dagangnya... :)
Kalau angka 7 itu Netral, lebih dari 7 itu Asam, kurang dari 7 itu Basa, mungkin angka 450 sama dengan 4,5. Kalau pakai alat itu, nggak usah buka tutup untuk melihat arus yang liwat... :P lebih ringkas aja...

agus rianto
07-24-2008, 11:40 AM
@ Bang Anton thanks banget atas penjelasannya

Insya Allah, Jumat malam bisa mampir ke Angkringan.
Klo saya suka modifikasi yang simple2 aja, mesin cukup standart, konsumsi bahan bakar paling irit, lari motor paling kenceng, trus body motor enak diliat, :)

handy
07-24-2008, 12:21 PM
Kalau angka 7 itu Netral, lebih dari 7 itu Asam, kurang dari 7 itu Basa, mungkin angka 450 sama dengan 4,5. Kalau pakai alat itu, nggak usah buka tutup untuk melihat arus yang liwat... :P lebih ringkas aja...

Dari kemarin2 kok ga kepikir ama yg namanya kertas lakmus (bener ga namanya?)... itu lho kertas yg biasanya dipakai praktikum sekolah... kayaknya harganya ga mahal ya... BTW, thanks atas informasi angka 450-nya... bisa jadi memang 4,5

Riza
07-24-2008, 12:40 PM
Kalau 4,5 berarti BASA, so bisa gatal kena tangan.

abanganton
07-24-2008, 04:01 PM
aku inget waktu praktikum Kimia SMA long long time ago...
Asam Sulfat (H2SO4) yang berbentuk cairan mengeluarkan uap yang berbahaya kalo terhirup, dicek pake kertas lakmus merah, langsung jadi ijo... kata guru, nilai keasamannya 12... kalo gak salah lho...mungkin ingatanku udah lemah... :wink:
Jadi mungkin saja 4.5 belum bikin tangan gatal, mas... cmiiw... lagipula itu kan dugaanku saja 450 setara dengan 4,5... :)

handy
07-24-2008, 04:24 PM
Mas Anton,
Saya ada ide buat eksperimen nih... Gini... mas bawa seliter air yg belum ditambah katalis... trus minta tolong bengkel sentul buat ukur konsentrai katalis yg optimum (450). Sampai rumah ukur berapa ampere arusnya (kalau ada ampere meter digital lebih bagus). Setelah itu air dibagi 2, satu coba ditambah katalis trus yg satunya ditambahin air. Ukur ampere masing2... amati perbedaan antara ketiganya.

abanganton
07-24-2008, 04:40 PM
hmm... untuk melihat arus yang lewat pada konsentrasi katalis optimum tsb ya, mas Handy ?
Saat saya maintenance sistem Hydroxy Booster kemarin, saat larutan dikuras dan diganti, kemudian dicek, optimum di 450, lalu dipasang. Kebetulan saya niatkan bawa Tang Ampere, dan dicek arus yang lewat sekitaran 1,85 A.

Mungkin lain kali kapan-kapan saat saya mampir ke Sentul, saya bisa minta tolong pinjam alat ukur tsb, untuk mengukur larutan, saat melarutkan Natrium Bikarbonat (baking soda) pada seliter air murni, sedikit demi sedikit sampai nilai tertera di alat ukur (digital) tsb menunjukkan angka 450. Tapi nunggu maintenance berikutnya, mas... kira2 30-40 hari lagi... :)
saya kerja di Jakarta soalnya... sesekali nengok keluarga di YK, tapi belum tentu sempat ke Sentul... :wink:

handy
07-24-2008, 06:36 PM
some useful links:
http://www.h2gen.info/links.html
http://www.energeticforum.com/renewable-energy/1480-all-about-electrolysers-hho-joecells-ect.html
http://www.panaceauniversity.org/
http://oupower.com/index.php?dir=_Other_Peoples_Projects/kumaran/Electrolysis/8_plate_series_cell&PageNum=1

Riza
07-24-2008, 07:01 PM
Saya barusan ganti air HHO di mobil.
Saya isi air 1 liter dengan hasil tetesan AC rumah (gratis), aku hidupin kontak, tidak terjadi elektrolisis, lampu yg diseri juga tidak menyala, lantas aku isi pakai baking soda (cap macan/harimau hrg 2rb) kira-kira 1 sendok makan munjung/setengah kemasan kira-kira, mungkin kebanyakan kali yach :lol:
Aku aduk bentar lalu aku hidupin kontak, lampu langsung menyala dengan sangat terang dan gas hasil elektrolisis sangat banyak, lebih banyak daripada ramuan terdahulu dari Sentul :cool:

handy
07-24-2008, 07:23 PM
lampunya berapa watt om? (buat tahu amperenya kr2 berapa)

abanganton
07-24-2008, 07:39 PM
Saya barusan ganti air HHO di mobil.
Saya isi air 1 liter dengan hasil tetesan AC rumah (gratis), aku hidupin kontak, tidak terjadi elektrolisis, lampu yg diseri juga tidak menyala, lantas aku isi pakai baking soda (cap macan/harimau hrg 2rb) kira-kira 1 sendok makan munjung/setengah kemasan kira-kira, mungkin kebanyakan kali yach :lol:
Aku aduk bentar lalu aku hidupin kontak, lampu langsung menyala dengan sangat terang dan gas hasil elektrolisis sangat banyak, lebih banyak daripada ramuan terdahulu dari Sentul :cool:
Hati-hati mas Riza... sekadar mengingatkan...
pengalamanku kebanyakan katalis, hasil gas memang Ruarr Biasa... tapi, baru jalan 15 menit, larutannya panas minta ampunn... aki kymco langsung tekor...
semoga mobilnya mas Riza oke-oke aja...

Riza
07-24-2008, 08:38 PM
Hehehe,,, kalau itu ga mungkin terjadi, kan aku punya rahasianya :lol:
Becanda kok, sumfeh udah aku tulis semua rahasianya di forum ini ,,,, :cool:
Tapi sayang banyak yang mengabaikan, sampai dorong kendaraan (motor/mobil) di jalan karena tekor dan hebatnya tidak ada yg komplain :cool:
BTW, brarti semua sudah memahami sebab akibatnya.
Kalau semua orang bisa memahami betapa indahnya diskusi ini :cool:

abanganton
07-25-2008, 01:51 PM
yo, mas... rahasianya diserikan lampu 18Watt toh ?
kalo terlalu besar arus yang lewat, lampu juga akan putus.. jadinya sering gonta-ganti lampu... tapi memang lebih baik daripada aki tekor dan dorong motor/mobil... :)

Riza
07-25-2008, 02:36 PM
Wekekek,,, mana mungkin, kalau bisa over ampere atau over voltage tentu akan menyalahi hukum alam, khususnya hukum kekekalan energi, bagaimana mungkin bisa terjadi.
Kalau itu bisa terjadi elektrolisa malah bisa bikin power lagi,,,, tentu jadi heboh. Tapi yakin bakal bernasip seperti Pak Joko Nganjuk :lol:
Nggak ah jangan dipikirin, jangan percaya lampu 18 watt 12 volt (=1,5 ampere) bisa putus lantaran terlalu banyak kasih katalis :lol:
Lha wong lampunya saja dilangsungkan ke aki 12 volt tidak akan segera putus, kan speknya sudah properly :cool:

abanganton
07-25-2008, 05:09 PM
hmm... saat ngetik tadi juga kepikiran sih... kalo langsung nggak akan putus...
tapi apa penyebab putusnya/kebakarnya lampu sistem HHO pada mobilku pasangan Sentul yah..? :roll: karena panas yang dihasilkan kah ?
Minggu kemarin aku ganti lampu di Sentul sekalian kuras larutan. Saat liat lampu kebakar, dan flasher rusak, Mr Bob tanya, apa aku nambahin katalis sendiri...
tapi aku nggak gali lebih lanjut pertanyaannya...
Untuk tabung yang baru yang saya buat, yang akan saya pasang di kymco, akan saya coba progressively penambahan katalis... untuk lihat sejauh mana konsetrasi katalis mempengaruhi lampu...

Riza
07-25-2008, 05:55 PM
Kalau katalisnya banyak hanya menambah daya hantar elektrolit (air), jadi kalau resistansinya 0 ohm tentu lampunya nyala terang seperti tanpa hambatan (seri),
Kalau lampunya redup berarti ada hambatannya, yaitu airnya itu.
Dulu waktu pemasangan juga lampunya tidak hidup, menurutku katalisnya kurang banyak.
Akan tetapi, kalau sudah panas, karena memang daya hantarnya jadi lebih baik.
So, akibatnya jika tanpa pengaman dengan diseri lampu, pada saat test katakanlah arus yang lewat 2 ampere, lantas buat jarak jauh amperenya bisa meningkat sampai 10 ampere lebih, nah ini yang bikin tekor aki.
Makanya menurutku diseri dangan lampu itu teknologi tepat guna, mau naikin amperenya ganti saja dengan lampu yang wattnya lebih tinggi.

abanganton
07-25-2008, 06:53 PM
setuju soal katalis sebanding dengan daya hantar, walau ada nilai optimumnya.
tapi ... ..saat test katakanlah arus yang lewat 2 ampere, lantas buat jarak jauh amperenya bisa meningkat sampai 10 ampere lebih, nah ini yang bikin tekor aki..
penjelasannya gimana tuh ? kok bisa ampere meningkat, sementara voltase relatif tetap (sumber dari aki+sepul).
Apa mungkin begini...
V=I x R ... atau I = V / R
karena tegangan tetap, sementara tahanan (ohm) dari larutan dipengaruhi oleh katalis dan temperatur larutan, semakin panas, daya hantar listrik larutan semakin baik, bahkan hampir mendekati nol, maka nilai Arus listrik akan mendekati tak hingga...
mungkin inilah kenapa disebutkan bahwa musuh sistem HHO adalah panasnya larutan itu sendiri...
Penyebab Panasnya larutan sudah pernah dibahas di postingan sebelumnya...
hmmm jadi diulang ulang... tapi ra popo to, mas... namanya juga belajar masang alat baru... :o

Riza
07-25-2008, 10:30 PM
Oh itu tipikal masalah yg dihadapi oleh pengembang HHO yg tidak memakai lampu sebagai bebannya.
Biasanya aliran lain dari Pak Joko Sutrisno (Sentul jg belajar di Pak Joko Sutrisno).
Yang bikin 2 ampere jadi 10 ampere itu karena suhu elektrolitnya meningkat.
Saya juga kurang setuju dengan Sentul, sekarang dia kalau masang tabung elektrolit di dalam bumper, maunya supaya dingin terus, tapi tidak ada gunanya kalau masih pakai metode seri dengan beban lampu.
Nah kalau berani menghilangkan lampu tersebut itu baru penting.
Benar panas elektrolit adalah musuh HHO yg alirannya tanpa lampu seri sebagai beban.
Kalau sudah ada beban lampu 18W12V tentu tidak perlu dikhawatirkan, ukuran berapa banyak katalisnya tidak masalah, mau nambah arusnya tinggal nambah daya lampunya, misalnya 18W diganti 25W, mau ditingkatkan menjadi 8 ampere tinggal ganti lampu 100 Watts, kalau tidak nyala terang tambah lagi baking soda atau KOHnya :cool:
It's soo simple isn't it :lol:
Meski memang ada energi yg terbuang, tapi begitulah amannya.
Mau copot lampu 18Wku jadi mundur, karena minimal harus pindah tabung elektrolit ke depan dan riset dosis katalisnya. Capekde :sad:

sam
07-26-2008, 01:08 AM
Mau tanya, mas Riza punya no telp ne pak Djoko Sutrisno? Rencana mau ke jogja numpak spin. Meh nyoba pasang di pak Djoko (jl cokroaminoto 76 kan?). Takute sampe sana pas ngantri rame, soale kl isa hari itu juga pp jogja - cilacap. Kalo telp dulu kan aman :D

Riza
07-26-2008, 07:03 AM
Nggak punya HPnya, langsung saja ke sana.
Kalau ngantri itu pasti, kalau mau dikerjakan sendiri di sana sebentar pasti bisa.
Kalau boleh saran ke Sentul saja, dia lebih awet rancangannya meski pakai botol mizone.
Good luck.

dsukarman
07-30-2008, 01:54 PM
Saya setuju dengan mas Riza , pertama Instalasi saya tidak menggunakan lampu pakai dua tabung nyambung ke relay dan langsung incharge ke Aki. Awal hanya 5 Ampere , tapi setelah jalan bisa lebih dari 10 Amp , tabung panas dan mendidih. Sekarang saya seri dengan lampu 35 Amp , hasilnya Ampere meter cuma 2 Amp produksi gas cukup dan tidak panas. cukup safety !.

Awal bulan lalu saya ke Yogya kebetulan usaha saya ( Apotek XP ) di depan rumah Pak Joko , coba survey dan liat-liat , lumayan cukup rame pasiennya. Hanya saya perhatikan Instalasi oleh teknisinya kurang begitu rapi ya....

sam
07-31-2008, 04:35 PM
Saya setuju dengan mas Riza , pertama Instalasi saya tidak menggunakan lampu pakai dua tabung nyambung ke relay dan langsung incharge ke Aki. Awal hanya 5 Ampere , tapi setelah jalan bisa lebih dari 10 Amp , tabung panas dan mendidih. Sekarang saya seri dengan lampu 35 Amp , hasilnya Ampere meter cuma 2 Amp produksi gas cukup dan tidak panas. cukup safety !.

Awal bulan lalu saya ke Yogya kebetulan usaha saya ( Apotek XP ) di depan rumah Pak Joko , coba survey dan liat-liat , lumayan cukup rame pasiennya. Hanya saya perhatikan Instalasi oleh teknisinya kurang begitu rapi ya....

Betul mas. Pemasangan gak rapi, & setingnya ngasal, heheheh. Selasa kemarin saya mampir sana bawa spin. Hari itu jg pp ke cilacap. Kebetulan lalin cukup padat siang hari di yk, setelah nyampe ring road/ jln wates baru terasa topspeed berkurang & tarikan berat. Arep mbalik maning wis males. Tapi dapet pengalaman ttg pemasangannya. Ntar setting lg & bikin sendiri yg lbh rapi alatnya ah

dsukarman
08-03-2008, 11:41 PM
Untuk konstruksi Pak Joko saya suka sih , pakai tabung dengan 4 elektroda. Saya sendiri beli dan instalasi saya pasang sendiri biar lebih rapi. Hanya kalau di pasang di manifold nggak kuat langsung kempot. jadinya masuk ke Intake karbu.

Riza
08-04-2008, 07:33 AM
Lha kan bisa merubah posisi krannya.
Kran dipindah paling depan, sebelum masuk intake manifold.
Setelah saya kasih tambahan bubbler juga gitu, kran di paling depan. SOLVED.

guzzy
08-04-2008, 07:53 AM
@ Agus Rianto

BTW, sharing cerita aja soal konsentrasi katalis dalam larutan. Saat main2 ke Bengkel Sentul, ternyata Pak Bob bengkel Sentul punya alat ukur larutan elektrolit, bentuknya spt hygrometer (alat ukur keasaman spt bisa dilihat di tempat setrum aki). Alat tsb dicelupkan ujungnya ke larutan, dan alat tsb akan menunjukkan angka tertentu. Ukuran yang optimum menurut beliau adalah 400 sampai 500, atau bisa diambil 450 untuk optimumnya. Tapi nggak jelas satuannya apa. Beliau sptnya agak membatasi saat saya coba ekxplore soal alat tsb. Mungkin itu rahasia dagangnya... :)
Kalau angka 7 itu Netral, lebih dari 7 itu Asam, kurang dari 7 itu Basa, mungkin angka 450 sama dengan 4,5. Kalau pakai alat itu, nggak usah buka tutup untuk melihat arus yang liwat... :P lebih ringkas aja...

Maaf, gatel pengen nimbrung nih.. Share juga, saya pernah pasang kit elektrolizer ini di Suzi Thundie. Home made, secara kerja di lab kimia, jadi banyak alat2nya, kawat stainles, pereaksi (katalis).
Hasilnya tidak memberi banyak perubahan pada konsumsi BBM.. Maklum masih suka tarik2an, tapi ada bedanya, power lebih terasa ngangkat.
Tujuan utama memang pengen lebih ngirit lagi, tapi setelah konsul sana-sini, ternyata banyak ubahan yang perlu diperhitungan juga misal setelan karbu, riding style deelel.. Ternyata gak sesimpel dengan hanya memasang kit ya. Akhirnya itu kit saya lepas saja, logikanya begini: efisiensi mesin bakar masa kini sudah diatas 99%. Artinya 99% BBM habis terbakar di ruang bakar jadi CO, CO2, dan H2O. Apa dengan meng-intake H2 dan O2 bisa mengurangi konsumsi BBM tanpa ada ubahan??

Nah.. tinjauan pada quote diatas. Baking soda adalah elektrolit supaya terjadi reaksi elektrolisis. Alat buat ngeceknya namanya KONDUKTOMETER. Nilainya adalah mhos (kebalikan dari ohm). Nilai diatas sepertinya korelasi antara jumlah elektrolit dengan nilai terbaca di alat tsb.
Tentang pH (derajat keasaman): asam pH <7>7

wah.. sudah jam tujuh, gotta work!! ntar nyambung lagi ya...

salam,

aguz-calon pemakai kymco (LX, libero, atau trend ya?? Suggestnya dong)

agus rianto
08-04-2008, 09:03 AM
[quote=abanganton]

aguz-calon pemakai kymco (LX, libero, atau trend ya?? Suggestnya dong)

klo saran sih pake trend SR (emang harga lebih mahal tapi kepuasan nomor satu, tarikan enak, nyaman dan blok mesin lebih awet krn di lapisi bahan keramik)

Riza
08-04-2008, 12:51 PM
efisiensi mesin bakar masa kini sudah diatas 99%. Artinya 99% BBM habis terbakar di ruang bakar jadi CO, CO2, dan H2O. Apa dengan meng-intake H2 dan O2 bisa mengurangi konsumsi BBM tanpa ada ubahan??
...

HHO itu suplemen => menambah energi, kalau tambahan energi itu dipakai/dinikmati, atau tambah liar ngegasnya tentu tidak ada penghematan, lha wong tenaga sudah dipakai habis.
Intinya bagaimana memproduksi gas H2 sebanyak mungkin dan memasukkan ke ruang bakar.
Menghemat BBM itu ibarat diet, tanpa nawaitu = omong kosong, tak mungkin berhasil.
Menurut pengamatanku HHO buat trip dalkot juga tidak bisa dirasakan secara langsung, kenapa....
Karena mesin berputar, AC hidup, odometer lebih banyak tidak berputar, karena kemacetan, kecuali kalau test nya itu dibandingkan dengan mobil lain yang berbarengan.
Saya di Jakarta pakai mobil 8km/liter, di Jakarta macet, tidak tahu jalan (hanya baca peta), kesasar-sasar. Begitu luar kota bisa 19 km/liter lebih B-) Dulunya 15 km/liter => penghematan 25%, terus terang masih kurang :sad:

mahesa
08-08-2008, 12:41 PM
Salam kenal.
Saya sangat tertarik mencoba teknologi HHO ini. Sudah saya baca mulai dari halaman pertama. Saya sudah membuatnya dengan menggunakan botol minuman anak2 dan kawat gitar nomor 3. Air tetesan AC dan soda kue. Hasil gelembung banyak ketika saya kasih arus dc dari adaptor dan diseri dengan lampu. Sementara ini masih belum saya pasang ke motor dan mobil karena beberapa hal :
1. Manifold itu sebenarnya yang mana ya? maaf, sangat awam sekali masalah mesin. Karena ga tau, maka sampai sekarang belum saya pasang.
2. Kalau dipasang antara saringan udara dan karbu, apa efeknya sama dengan dipasang di manifold? Atau dipasang di saringan udara sekalian. Menurut saya ini bagian yang mudah dipasangi. Efeknya sama gak ya?
3. Nyari one way valve di toko aquarium susah. Iseng2 kelihatan terompet mainan anak saya. Kayaknya prinsip kerjanya kayak one way. Bisa gak ya dipakai?

Terima kasih atas masukannya.

abanganton
08-08-2008, 02:17 PM
manifold atau istilah lainnya plenum, itu berada antara Karbu (atau EFI unit) dengan ruang pembakaran (blok mesin). Pada mobil, kelihatan ada logam yang bercabang dari karbu/EFI ke Blok mesin. Umumnya logam tsb bentuknya bundar. Kalau pada motor cuma 1 saluran saja, lha wong ruang bakarnya juga cuma satu... dan material yang dipake untuk manifold pada motor juga kebanyakan pakai sejenis karet/plastik warna hitam, atau komposit, gabungan antara pelat besi dengan karet/plastik.

AFAIK, intake HHO ke 2 titik berbeda tsb beda fungsinya.. : cmiiw :)
1. Sebelum Karbu/EFI : Hisapan pada putaran mesin stasioner minim sekali. Sedangkan pada putaran mesin tinggi hisapannya makin kuat.
2. Manifold : Putaran mesin rendah/stasioner maupun putaran mesin tinggi relatif sama saja hisapannya.
Jadi pilihannya tergantung masing-masing pemasang... Kalau sering luar kota, mungkin aplikasi di titik 1 akan lebih baik.
kalau intake HHO diaplikasikan pada ke-2 titik tsb, mungkin akan sangat baik performanya. Tergantung dari banyaknya HHO yang dihasilkan juga sih... :?

Ciao,
Anton

mahesa
08-08-2008, 03:45 PM
Terima kasih om abanganton. Sudah ketemu yang namanya manifold :d Nah, masalahnya terbuat dari logam. Berarti harus dibor ya om?

abanganton
08-08-2008, 03:53 PM
Terima kasih om abanganton. Sudah ketemu yang namanya manifold :d Nah, masalahnya terbuat dari logam. Berarti harus dibor ya om?jangan oom... :o nggak perlu ngerusak apa-apa.
biasanya pada bagian tertentu dari manifold ada nipple untuk selang vakum. Kalo mobil masih pake karbu gampang nyarinya. Coba aja urut, selang vakum yang dari delco (di ujung mesin satunya, lawannya dari sisi ujung mesin yang ada Timing Beltnya). Pasti akan menuju manifold. Selang vakum tsb bisa dicabang untuk asupan HHO.
Kalo pada EFI lebih sulit, pada body EFI unit biasanya ada nipple tambahan. Kalo nggak ada, ya... bawa aja ke Bengkel khusus karbu. Jelasin tujuannya untuk apa, pasti mereka akan tahu dan beri petunjuk...

Riza
08-08-2008, 04:07 PM
Kalau motor bebek yang nggak pakai karbu CV mmg tidak ada lobangnya.
Kalau Kymco matic yakin sudah disediakan untuk HHO :cool:

agus rianto
08-08-2008, 04:25 PM
threadnya udah lumayan panjang yahh.. tumben belum diclosed :)

mas dalton
08-09-2008, 10:50 PM
threadnya udah lumayan panjang yahh.. tumben belum diclosed :)

kenapa harus di closed ... kan thread bermanfaat bukan thread sampah http://i307.photobucket.com/albums/nn315/sangidola_album/th14.gif

diaz
08-11-2008, 12:58 AM
lgsg nimbrung neh
kmrn saya riset pemakaian hho dgn cara sbb;
1. tanggki bensin ak ganti botol shg pengukuran lebih akurat
2. perseling ak masukan top gear 4 setelan gas dibesarin shg odometer dpt dicatat (standar dobel)
3. sbg tambahan stop watch untuk mengukur waktu
4. waktu dan KM yg didapat: kondisi std tetap lebih irit dibanding memekai HHO dipasang dicabang di manifol
sedangkan bila dipasanh di depan karbu /box filter ternyata lebih irt, dan saya juga mencoba Wai stage 1 (saft7.com) ternyata hasilnya lebih boros dgn standar
skr mo coba ukur lg ak masih penasaran hasilnya. saking penasaran hasilnya yg ga irit kmrn gas HHO ak nyalakan pake korek eh meledak smp wadah plastik hancur (bandel seh. don't this at home) bsk mo betulin wadah mo coba lg. kl dah jd tinggal pasang di mbl.
dab Riza kl beli one way filter di jogja dmn ya? dah ak cari di the best utara tugu ga ada? takut meledak lg

Riza
08-11-2008, 07:32 AM
Kalau untuk mengatasi ledakan tidak mungkin pakai oneway valve (bukan filter) karena valve belum menutup api sudah menjalar, kecepatan ledakan hidrogen setara dengan kecepatan cahaya, mungkin :cool:
Yang bisa menyekat api adalah pakai bubbler, tabung/alat spt yg untuk bikin HHO itu sendiri.
BTW, kalau diasupkan di manifold intake harus pakai kran, kayaknya di atas tidak disebutkan => pantes boros :lol:

abanganton
08-11-2008, 01:52 PM
Sependapat sama mas Riza.
Baiknya hisapan dari vakum diatur dengan pemasangan keran.
Kalo bisa diperkirakan bukaannya, sekitar 25% dari kuat hisapan kalau tanpa keran. Saya rasa sudah cukup, mengingat brown gas hasil tidak terlalu banyak. (kalau 1 tabung).
kalau bablas tanpa keran, bakalan boros, baik dipasang atau tanpa HHO.

diaz
08-12-2008, 01:34 AM
kran dah ak setting paling kecil biar tabung ga kempot aza,tp tetap aza boros kl dipasang di manifol, ya mgk kaya manifol bocor gto.
one way filter beli dimana ya?, mo buat Wai nya aza.
kl cari PURE baking soda/sodium bikarbonat di jogja dmn ya, kmrn beli ternyata smp rmh ak lihat di kasih Na sodium bikarbonat/soda kue,thanx b4

Riza
08-12-2008, 07:19 AM
Saya masih pakai bahan oneway valve yang sangat sederhana dan dijual di toko aquarium, tetapi memang kalau nanyanya oneway valve pasti orangnya bingung, lha wong oneway valve terpasang di pompa remas untuk nguras aquarium :lol:
Kayaknya udah aku posting bbrp kali tentang ini :roll:

Baking soda ada di toko bumbu kue di utara pasar prawirotaman, timur jalan, saya beli yang cap Macan, cukup 1 sendok makan sudah banyak buat 1 liter air suling, mungkin bisa dimulai test dari 1 sendok teh saja.
Tutup rapat kalau menyimpan soda kue.

Menurutku metoda penghematan BBM paling masuk akal adalah HHO ini, hanya bagaimana membangkitkan H2 nya sebanyak mungkin tanpa bikin tekor aki.

Memasukkan di intake manifold menurutku paling reliable, kalau mau ditambahkan di mulut karbu boleh saja, tapi tidak signifikan.
Nah kalau di mulut karbu berhasil di intake manifold tidak berhasil, bisa disimpulkan memasukkan di intake manifold overdosis atau ada kebocoran.

diaz
08-16-2008, 12:57 AM
harusnya seh ada alat yg bs atur amper pake sejenis potensiometer,tp ga tau komponen n rangkaiannya. dah lihat otomotif edisi 11-08 lom? disitu di ulas BBA tp knpa ya bukan dr Joko DIY, jauh X?
one filter yg kaya ini yg ak cari

diaz
08-16-2008, 01:07 AM
wah ga bs upload foto

Riza
08-16-2008, 07:34 AM
Atur beban dengan arus listrik yang tinggi belum memungkinkan, yang bisa memungkinkan dengan mengatur bebannya, yaitu lampu, bisa bikin saklar kalau posisi 1 lampu (yg diseri dengan lempeng elektroda) misalnya 10 watt, posisi 2 18 watt, posisi 3 25 watt dst.
Tapi memang masih ada energi terbuang untuk menyalakan lampu, meski teknologi ini sangat tepat guna, kalau dihubungkan langsung ke aki tentu bisa kedodoran ketika suhu air naik, semakin tinggi suhu air semakin tinggi daya hantar elektrolitnya.

Pengembang HHO sangat banyak, semua ngaku yang terbaik, bahkan yang pertama :lol:
Sebenarnya sih elektrolisis lahir sejak listrik itu sendiri lahir, jadi sudah diketahui sangat lama.

Upload foto di forum ini sangat banyak caranya, salahsatunya bisa pakai imagevenue.com atau photobucket.com dll. masih banyak.

Ditunggu fotonya Mas Diaz.

kymcokulari
08-16-2008, 10:23 PM
Setelah uji coba dll dan memikirkan faktor penempatan dan kepraktisan...project HHO di rumah di ganti dengan pembuatan charged water. Intinya gas HHO (kombinasi ideal utk pembakaran) di 'tiupkan" ke air destilasi selama kurang lebih 1 jam sampai terjadi kejenuhan dalam airnya. Kemudian charged water tsb di mix dengan hidrogen peroxide (H202 banyak di apotek) sebanyak 3 tetes utk 1 liter. Di tempatkan di botol apa saja di motor, Charged water ini yg kemudian di supply ke manifold (untuk motor 1 cylinder sebenernya yg tepat fold saja karena cuman 1 barangnya :D). Prinsipnya gas HHO yg ada di charged water menjadi suplemen pembakaran plus uap air nya sebagai penambah kompresi seperti Wa-i :D Setelah rampung nanti saya ijinn bikin thread baru ya mas Riza :D

Riza
08-16-2008, 10:49 PM
Wah ditunggu tretnya, mungkin bisa dibikin jilid 2 nya, supaya nggak kepanjangan.

inhara
08-22-2008, 06:45 PM
ada yang pernah coba di motor 2 tak ga?
klo pake dioda bridge 35A gmn ya?soalnya susah cari yang 10-20 Ampere..
bagusnya selang dari electrolyzer langsung ke intake manifold atau gimana bagusnya? sory ya smua..masih awam jd butuh bnyk pencerahan.. :D

abanganton
08-22-2008, 07:24 PM
IMHO, melihat sistem kerja 2 tak, sepertinya berbahaya kalau menerapkan HHO pada mesin 2 tak.
Kalau pada mesin 4 tak, ada kontrol kebocoran yang pasti ke manifold oleh katup. Katup ini yang mencegah bocor ke arah manifold, sehingga kompresi terjaga. Beda dengan mesin 2 tak. Bisa-bisa meledak terus tabung elektrolizernya... CMIIW...
again, that's my opinion. Saya baru sedikit sekali tahu soal permesinan.
Mas2 lainnya ada komentar ?

Riza
08-22-2008, 09:58 PM
Kayaknya juga tidak akan efektif untuk penghematan BBM di mesin 2 tak, karena mesin 2 tak dilahirkan bukan untuk hemat BBM tetapi untuk performance dan berat yang ringan.
Kalau boleh komentar lagi sih ganti mesinnya dengan yang 4 tak, kalau tidak setuju dengan pendapat saya itu ada baiknya dihapus saja.... maaf kalau salah kata :mrgreen:
Akan tetapi, saya masih menunggu pemasaran mesin 2 tak yang direct injection :cool:
Tentu Kymco juga sedang mengembangkannya untuk mass production :-)
Mesin 2 tak direct injection pasti lebih hemat energi, lebih ringan bobotnya, emisinya lebih bagus daripada mesin 4 tak, powernya juga taktertandingi mesin 4 tak. Semoga bisa segera dibeli, siapa tahu mesin 50cc setara 125cc tentu akan jadi mesin revolusioner :cool:

inhara
08-24-2008, 07:09 PM
IMHO, melihat sistem kerja 2 tak, sepertinya berbahaya kalau menerapkan HHO pada mesin 2 tak.
Kalau pada mesin 4 tak, ada kontrol kebocoran yang pasti ke manifold oleh katup. Katup ini yang mencegah bocor ke arah manifold, sehingga kompresi terjaga. Beda dengan mesin 2 tak. Bisa-bisa meledak terus tabung elektrolizernya... CMIIW...
again, that's my opinion. Saya baru sedikit sekali tahu soal permesinan.
Mas2 lainnya ada komentar ?

ini saya copy dari link sebelah..

---Submitted by bibir on Wed, 30/07/2008 - 05:37.

----"Harusnya sih bisa di 2tak, memang di motor 2 tak tidak ada mekanisme buka tutup, tapi 2 tak juga punya "semacam" klep/membran. fungsinya klep adalah untuk mencegah tendangan balik ke tabung HHO yang dapat menyebabkan tabung terbakar (mungkin gini kali ya nulisnya, sori kalo bingung)"--------


sejujurnya saya juga kurang mengerti, tapi mungkin mas2 bisa meluruskan atau mengkoreksi apakah komentar itu bisa dibenarkan?? thanks ya..

Riza
08-24-2008, 07:27 PM
Kalau cari pembatas api maka paling cocok dengan bubbler.
Jika tanpa bubbler bisa jadi api hasil pembakaran akan merambat melalui selang ke tabung HHO.
Untuk keamanan sebaiknya memakai tabung bubbler, cukup kecil saja sehingga kalupun ada kebakaran tabung bubbler tidak memuat banyak gas hidrogen.
Semoga lebih jelas perkara dan solusinya ;-)

inhara
08-24-2008, 11:41 PM
klo begitu, asal ada bubbler, 2 tak masih ada harapan ya?

Riza
08-25-2008, 07:16 AM
Saya tunggu karya, hasil dan efektifitas HHO di mesin 2 tak :-)

inhara
08-25-2008, 05:18 PM
oke deh... mudah2an aja sesuai harapan.. kan udah dapet masukan dari mas2 semua..masa' iya gagal siy.. :D

johanesbrain
08-25-2008, 05:51 PM
Hehehe ga ngerti gw... maklum GAPOT!

darsonosu
09-01-2008, 03:11 PM
wah ga bs upload foto

coba pake www.tinypic.com bro

kiwil
09-01-2008, 03:47 PM
g dah pasang yg buatan http://pengiritbbm.blogspot.com

tapi g masukin selangnya ke saringan udara bukan ke intake karena susah ngebornya.. akhirnya setelah 1 hari motor g ga bisa distater.. pas g bongkar karbu gw ternyata banyak lumpur/kotoran coklat yg pada nempel..

g pasang itu hho booster langsung ke ke aki [ g dah pasang capacitor bank dng feeling ga bakalan drop :? tapi ternyata drop juga..:(]

emang gas yg dihasilkan super banyak tapi skrg udah g lepas lagi.. dan motor setelah g bersihin karbunya bisa stater dng mulus & ga mogok2 lagi..

g bingung apa g salah pasangnya ya..? :cry:

Riza
09-01-2008, 04:13 PM
http://pengiritbbm.blogspot.com => Kalau memang sudah beli kan komplainnya ke pembikinnya setelah dipasang sesuai petunjuk ;-)
Mestinya Mas Kiwil membedah teknologi yg digunakannya, kami ini justru belum tahu teknologi itu.
Ditunggu Mas.

kiwil
09-01-2008, 04:39 PM
teknologi owe akui lumayan.. gas H2 banyak bgt.. tapi musti di langsungin ke aki :lol: ukuran botol gede terbuat dari pipa pralon jadi tebal ga ngeri lumer krn panas.. tapi resiko agak berat.. kabel juga lumayan tebal jadi bisa ngalirin arus lumayan gede.. tapi katup bypass ga ada guna..

Riza
09-01-2008, 04:53 PM
Kalau berlumpur dipastikan bukan gas yang masuk tapi air.
Kalau air biasa dijadikan elektrolit memang hasilnya coklat, kalau air suling tidak berwarna coklat.
Aku menyuling sendiri airnya, cukup masukkan aja pipa atau selang tetesan air AC ke dalam botol aqua, kita sudah memproduksi air suling sendiri :cool:
Mungkin supaya air tidak masuk perlu ada water trapnya, bisa pakai bubbler untuk mengurangi risiko masuk air. Bubbler diisi air 1/4-1/3 dari besar tabung saja.
Kalau dimasukkan ke mulut karbu harusnya susah gas tersedot. Bahkan yang mungkin terjadi justru airnya tumpah dan masuk ke karbu, maklum untuk motor bisa miring kanan kiri, lebih aman perpanjang selang, pastikan selang bisa terlihat pengendara, kalau ada air lewat harus dicabut supaya aman :cool:

kiwil
09-01-2008, 05:06 PM
Kalau berlumpur dipastikan bukan gas yang masuk tapi air.
Kalau air biasa dijadikan elektrolit memang hasilnya coklat, kalau air suling tidak berwarna coklat.
Aku menyuling sendiri airnya, cukup masukkan aja pipa atau selang tetesan air AC ke dalam botol aqua, kita sudah memproduksi air suling sendiri :cool:
Mungkin supaya air tidak masuk perlu ada water trapnya, bisa pakai bubbler untuk mengurangi risiko masuk air. Bubbler diisi air 1/4-1/3 dari besar tabung saja.
Kalau dimasukkan ke mulut karbu harusnya susah gas tersedot. Bahkan yang mungkin terjadi justru airnya tumpah dan masuk ke karbu, maklum untuk motor bisa miring kanan kiri, lebih aman perpanjang selang, pastikan selang bisa terlihat pengendara, kalau ada air lewat harus dicabut supaya aman :cool:

owe dah pake air ac koq ga pake air pam ktnya ga boleh.. dulu pernah mesin mati mendadak en jadi susah banget distart mesti 10x lebih ngengkol baru start elektrik baru nyala.. ternyata air kebanyakan jadi gelembung masuk ke selang keliatan tapi kmrn udah g kurangin airnya 1-2 hari gpp tapi hari 3 jadi sering mogok.. pas g bongkar karbu emang bnyk kotoran coklat, spuyer ada clog putih2.

pas owe renunging ternyata g terlalu idealis juga.. :oops: mau irit bensin en mendukung lingkungan ternyata ngerepotin sendiri.. juga sptnya ga ngepek tuh alat klo gasnya ga banyak , smntara mau gas banyak listrik boros,..kecuali klo mboil

mending nunggu bbg aja kali ya ato pake 2 busi kayak motor bajay tapi motor owe honda [nasib.. :lol:]

nih ada alat sejenis di http://unusual-creation.com tapi harganye muahal euy.. :lol:

joke:
owe mau ke bengkel minta tolong montir pasangin tuh alat tapi kata montirnya apaan ni alat ? bom ? ampe bingung tuh montir.. owe jadi gondok :lol:] tapi mungkin owe yg salah juga seh.. :oops:

Riza
09-01-2008, 08:02 PM
Saya sih sudah pakai HHO seumur tret ini sendiri, lihat halaman pertama tret ini, mobil/motor tidakmasalah :cool:
Coba setelah dibersihkan karbunya, pasang lagi, pastikan tidak terlalu banyak air elektrolitnya.
Ditunggu reviewnya.