PDA

View Full Version : Artikel Mengirit BBM


Riza
03-04-2007, 08:13 PM
Berikut ini artikel tentang cara mengirit BBM tanpa keluar biaya atau pemasangan alat tambahan, meskipun buat roda 4 bisa diterapkan kepada Kymco. Bisa memulai dengan memberi skala pada grip gas motor Anda, tujuannya untuk mengetahui seberapa besar kita membuka gas: 1/4, 1/2, 2/3, full throttle.
Selain hemat BBM juga Kymco Anda jadi awet:

Tips Memperpanjang Umur Kendaraan dan Menghemat Bahan Bakar

1. Hindari pemanasan mesin yang terlalu lama, jika putaran mesin sudah rata jalankan kendaraan.
2. Putaran mesin diusahakan jangan terlalu rendah dan jangan terlalu tinggi.
3. Hindarilah menjalankan kendaraan dengan kecepatan tinggi, usahakan menjalankan kendaraan dengan kecepatan konstan dan jangan mengkocok-kocok pedal gas jika tidak diperlukan.
4. Waktu mengendarai jangan meletakkan kaki di atas pedal kopling
5. Jagalah tekanan angin ban kendaraan sesuai/ tepat.
6. Bagi kendaraan yang menggunakan Exhaust Brake, posisikan switch utama pada ON jika sedang berkendara.
7. Ikuti jadwal perawatan pemeliharaan yang ada pada buku pedomn pemilik dan buku service.
Sumber: Nasmoco.com

Riza
03-04-2007, 08:14 PM
Mengemudi Irit BBM

Fatrijanto, Managing Director Nasmoco Group.

Sudah lama saya mendengar, membaca dan tahu bagaimana cara mengemudi yang tepat untuk memperoleh hasil pemakaian BBM yang irit, namun semua itu hanya sebatas pengetahuan. Walaupun merasakan mahalnya harga BBM tetap tidak juga merubah cara mengendarai mobil.


Setelah diadakan “Lomba Irit BBM Kijang Innova 2006” pada hari Minggu, 27 September 2006 lalu dimana saya ikut memantau dan melihat langsung dengan hasil pengujian konsumsi BBM yang luar biasa yaitu perolehan konsumsi BBM Kijang Innova 20,20 km/liter untuk type Standart dan 21,24 km/liter untuk type modifikasi. Berangkat dari cara mengemudi kedua pemenang tersebut maka mulailah saya ikuti dengan mempraktekkan cara mengemudi yang irit BBM.


Dalam keseharian antara lain saya menggunakan mobil Toyota Fortuner, yang kebetulan di mobil tersebut telah dilengkapi dengan MID [Multy Information Dislay] yang salah satunya menampilkan informasi digital sensor pengukur jarak yang ditempuh dibanding dengan pemakaian BBM. MID kemudian di-set pada posisi indicator pengukur nilai km/liter dimana informasi angkanya akan selalu terlihat berubah sesuai dengan cara kita mengemudi.


Dari angka yang muncul pada MID tersebut, terlihat betapa besar pengaruh injakan gas dengan konsumsi BBM. Dalam rutinitas penggunaan mobil sehari-hari ke kantor, saya melewati jalan Sultan Agung menuju ke jalan Pemuda. Indicator MID memperlihatkan angka yang terus berubah, mulai dari nyala mesin, kendaraan tidak bergerak dengan angka menunjukan 0 km/liter, terus meningkat ke 2 km/liter, 3 km/liter, dan seterusnya. Pada saat menuruni jalan Sultan Agung pedal gas tidak diinjak tetapi hanya memposisikan kaki pada pedal rem untuk menginjak rem pelan-pelan kalau kedepan harus berhenti atau mengurangi kecepatan karena hambatan mobil lain atau sampai pada lampu merah. Ternyata, pada hari Minggu pagi saat jalan kosong, angka indicator bisa mencapai 50 km/liter, ini berarti mobil berjalan dengan hasil jarak tempuh per liter dari 0 km saat mobil mulai di hidupkan sampai 50-an km/liter saat melewati turunan.


Berdasarkan pengalaman tersebut untuk memperoleh konsumsi BBM yang irit, tergantung pada pintar pintarnya kita mengemudi, dengan kata lain kita harus berusaha seminimal mungkin menginjak gas dan apabila menginjak gas harus pelan-pelan dan secukupnya untuk sampai pada jarak tertentu didepan, misalnya ada lampu merah atau ada kendaraan macet. Dengan demikian dapat diartikan kita harus seminimal mungkin menginjak pedal rem agar dapat diperoleh jarak maximal.


Walau kedengarannya mudah tetapi ternyata prakteknya tidak semudah yang kita bayangkan, kita harus mengubah kebiasaan yang selama ini telah kita jalankan yakni pada tata cara mengemudi.


Dengan meminimalkan menginjak gas, begitu terjadi jarak dengan kendaraan yang ada didepan biasanya kita akan sangat tergoda untuk menginjak gas lebih agar jarak tersebut menjadi dekat. Di sini kita harus belajar untuk sabar dan menahan diri untuk membiarkan mobil menggelinding dengan sendirinya sampai mendekati mobil didepan.


Begitu juga menjelang traffic light, apabila dari kejauhan kita sudah melihat lampu merah maka kurangi/lepaskan injakan gas supaya mobil menggelinding dengan sendirinya sampai ke lampu merah. Kalau menginjak gas di jalan datar, angka MID menunjukan 2 km/liter, 3 km/liter, 4 km/liter, dan seterusnya, tergantung tekanan pada pedal gas, tetapi sewaktu pedal gas dilepas dan mobil menggelinding angka MID tersebut akan mencapai 10 km/liter, 20 km/liter, dan seterusnya tergantung kecepatan mobil berjalan tanpa menginjak gas atau dengan kata lain tanpa membuang BBM tambahan, karena menginjak gas berarti membuka/membuang BBM. Semakin keras injakan pedal gas maka semakin banyak pula BBM yang dilepaskan.
Sumber: Nasmoco.com

renzpie
03-06-2007, 10:50 AM
mas riza, intinya cara berkendara kita yang paling utama dalam memperpanjang umur & memperirit BBM kendaraan.

itu adalah hal yang paling sulit dirubah.

paling susah adalah untuk tidak ngegas, apalagi kalau ngeliat jalanan kosong. :)

saya hampir setiap hari mencoba untuk berkendara sesuai dengan ketentuan yang berlaku. seperti melaju konstan. tidak menggas tiba-2. tapi tetap saja ngga tahan. :(

kalau boleh mengutip kata orang bijak: "intinya adalah pengendalian diri, dan bersabar." :)

bayusikasep
03-06-2007, 11:01 AM
Btul, Bro. Seirit apapun settingan kendaraan kita, tapi kalau kebiasaan mengemudinya kasar, pasti boros2 juga. Dan inget, perbandingan irit atau boros kendaraan itu berbeda-beda tergantung spesifikasinya.

Contoh, Toyota Land Cruiser 1973 saya, sering dibilang mobil boros. Padahal, dengan 3878 cc, 6 silinder, 3 tingkat percepatan, dan tenaga kuda luar biasa besar, 1 liter untuk 7 kilometer, adalah layak. Tentu akan sangat boros, kalau perbandingannya misalnya Kijang atau bahkan Suzuki ST 28 2 Tak "Trungtung". Tetapi akan sangat irit, kalau bandingannya jip-jip sekelas keluaran JEEP, seperti Cherokee misalnya.

Nah, untuk motor, kita akan merasa irit dengan "benar", bila membandingkan dengan Motor satu spek, lebih bagus lagi merk dan jenis serta cc yang sama. Contoh, Trend saya, tentu bisa dikatakan jauh lebih boros, dibanding Trend mas Riza yang terawat dari awalnya. Dengan kondisi mesin yang sudah kacau balau, sehebat apapun cara saya mengemudi, rekornya cuma sampe 1/40.

Demikian, maaf kalau banyak salah kata dan persepsi pribadi.

renzpie
03-06-2007, 11:06 AM
kang ube, rekornya 1/40, mah sudah hebat atuh, kang.

bayusikasep
03-06-2007, 11:30 AM
Dibanding rekor mas Riza yang 1/52, Bro Andri (Ai_Zeus) yang 1/53...........???? Gak ada apa2nya dong. Malah kalo luar kota paling bagus 1/32. Gara2 sering full bejek gas.

renzpie
03-06-2007, 11:35 AM
Dibanding rekor mas Riza yang 1/52, Bro Andri (Ai_Zeus) yang 1/53...........???? Gak ada apa2nya dong. Malah kalo luar kota paling bagus 1/32. Gara2 sering full bejek gas.

berarti salah saya dimana, yach?

saya kayanya paling top 1/35. :(

belum bisa bersabar, kali yach. :(

mesti banyak belajar banyak dari Aa gym, kayanya. :)

bayusikasep
03-06-2007, 11:52 AM
Betul, harus lebih banyak sabar. Tapi salah kalo harus berlatih sabar dengan Aa Gym. Hehehehe.............ini mah sentimen pribadi.

Kalau kata saya sih, gampangnya seperti yang Mas Riza bilang, bikin skala gas di grip aja. dari 0, 1/4, 1/2, 3/4, dan full. Coba perhatikan, dengan membuka gas 1/4 saja, kita sebenernya sudah bisa melaju hingga kecepatan 70 kmh. Apalagi dalam kota, mau kemana sih,.....wong ketemunya di Jakarta mah macet lagi...macet lagi.

Jalanan turun, gak usah buka gas, biar motor gelinding aja. Tahan pake rem sekali-kali.

Nah, kalo di lampu merah, apalagi yang katro bin lama banget merahnya, biar lebih irit bensin dan irit polusi, matiin aja mesinnya. Pasti lebih irit. Coba aja tahan metode ini 1 bulan. Pasti berasa banget.

renzpie
03-06-2007, 12:17 PM
Betul, harus lebih banyak sabar. Tapi salah kalo harus berlatih sabar dengan Aa Gym. Hehehehe.............ini mah sentimen pribadi.

Kalau kata saya sih, gampangnya seperti yang Mas Riza bilang, bikin skala gas di grip aja. dari 0, 1/4, 1/2, 3/4, dan full. Coba perhatikan, dengan membuka gas 1/4 saja, kita sebenernya sudah bisa melaju hingga kecepatan 70 kmh. Apalagi dalam kota, mau kemana sih,.....wong ketemunya di Jakarta mah macet lagi...macet lagi.

Jalanan turun, gak usah buka gas, biar motor gelinding aja. Tahan pake rem sekali-kali.

Nah, kalo di lampu merah, apalagi yang katro bin lama banget merahnya, biar lebih irit bensin dan irit polusi, matiin aja mesinnya. Pasti lebih irit. Coba aja tahan metode ini 1 bulan. Pasti berasa banget.

terima kasih tipsnya, kang. akan saya coba. kecuali yang maiin mesin waktu lampu merah. bensin irit accu tekor, lagi. :)

mengenai Aa gym pasti masalah poligami, nich?

kalu begitu saya mengikuti bang haji Rhoma. (yang ini malah lebih parah. :) ) maaf yang ini sentimen pribadi saya. :)

bayusikasep
03-06-2007, 01:45 PM
Hehehehe.....Aa Gym....no comment deh!

Soal tekor accu, gak lah. kalo lampu merahnya agak lama aja. Kalo bentar mah ya gak usah dimatiin atuh.

Denny Danandjaja
03-06-2007, 02:03 PM
Dulu saya ingat waktu masih SMA di Jogja, sering naik motor ke Kaliurang, dan sewaktu turun pulang ke Jogjanya motor dimatikan hingga cukup jauh menggelinding ke bawah, memang dari segi irit BBM sih irit, tapi kalau dari segi keamanan jelas ini lebih berbahaya dibandingkan motor dalam kondisi hidup. sekarang kalau inget diatas ampun nggak berani lagi.

renzpie
03-06-2007, 02:08 PM
Dulu saya ingat waktu masih SMA di Jogja, sering naik motor ke Kaliurang, dan sewaktu turun pulang ke Jogjanya motor dimatikan hingga cukup jauh menggelinding ke bawah, memang dari segi irit BBM sih irit, tapi kalau dari segi keamanan jelas ini lebih berbahaya dibandingkan motor dalam kondisi hidup. sekarang kalau inget diatas ampun nggak berani lagi.

dulu waktu masih muda, memang sepertinya jarang menggunakan otak, lebih menggunakan nafsu, yach bos.

kalau sekarang lebih sayang hidup atau lebih menghargai hidup tepatnya.

bayusikasep
03-06-2007, 02:14 PM
Dulu saya ingat waktu masih SMA di Jogja, sering naik motor ke Kaliurang, dan sewaktu turun pulang ke Jogjanya motor dimatikan hingga cukup jauh menggelinding ke bawah, memang dari segi irit BBM sih irit, tapi kalau dari segi keamanan jelas ini lebih berbahaya dibandingkan motor dalam kondisi hidup. sekarang kalau inget diatas ampun nggak berani lagi.

Untuk matic, saat di turunan, jangan menutup gas habis, tapi pertahankan sekitar 1/8 sampe 1/4, untuk mempertahankan (apa yak namanya? traksi bukan sih?) gigitan kopling. Jadi kayak ada engine break-nya, walau gak seperti engine break motor atau mobil manual.

Saya pernah posting hal ini ke milis kymcoscooterforum@yahoogroups.com, milisnya kymcoer USA, eh.....ada yang coba, dan lebih enak katanya dipake untuk melibas turunan, daripada ditutup habis gas-nya.
Aneh juga, orang Indonesia kayak saya yang masih banyak belajar, malah ngasih trik orang amrik. Hehehehehe......

Denny Danandjaja
03-06-2007, 02:15 PM
ya itulah dulu, sekarang lebih berhati hati, lebih menikmati hidup dan mensyukuri segalanya pemberian dari yg diatas.

bayusikasep
03-06-2007, 02:17 PM
Berikut ini artikel tentang cara mengirit BBM tanpa keluar biaya atau pemasangan alat tambahan, meskipun buat roda 4 bisa diterapkan kepada Kymco. Bisa memulai dengan memberi skala pada grip gas motor Anda, tujuannya untuk mengetahui seberapa besar kita membuka gas: 1/4, 1/2, 2/3, full throttle.

Baru nyadar nih, bukan 2/3 kali, Mas. Tapi 3/4. 2/3 mah agak ribet kali ngitungnya. xixixixixixixi.....

Denny Danandjaja
03-06-2007, 02:27 PM
wah boleh juga itu mas buat dipraktekan, apalagi saya pakai matic juga baru kali ini. jadi kondisi mesin tetap hidup dan gas ditahan di 1/4, oke akan saya coba. terima kasih advisnya mas.

renzpie
03-06-2007, 02:28 PM
Untuk matic, saat di turunan, jangan menutup gas habis, tapi pertahankan sekitar 1/8 sampe 1/4, untuk mempertahankan (apa yak namanya? traksi bukan sih?) gigitan kopling. Jadi kayak ada engine break-nya, walau gak seperti engine break motor atau mobil manual.

Saya pernah posting hal ini ke milis kymcoscooterforum@yahoogroups.com, milisnya kymcoer USA, eh.....ada yang coba, dan lebih enak katanya dipake untuk melibas turunan, daripada ditutup habis gas-nya.
Aneh juga, orang Indonesia kayak saya yang masih banyak belajar, malah ngasih trik orang amrik. Hehehehehe......

kang ube, tidak selamanya orang amerika itu lebih maju daripada orang melayu.

berdasarkan penelitian orang indonesia memiliki daya pikir lebih tinggi, tapi disayangkan kita tidak menggunakannya secara maksimal (alias keenakan disuapin atau kebiasaan diberi). :(

bayusikasep
03-06-2007, 02:41 PM
yaaa........namanya juga bangsa yang pernah dijajah. Hehehehe...

OOT lagi deh....ampun ah!

renzpie
03-06-2007, 03:58 PM
yaaa........namanya juga bangsa yang pernah dijajah. Hehehehe...

OOT lagi deh....ampun ah!

kang, ngomong-2 masalah dijajah nich.
mungkin ada benernya juga, sich. bukan berarti saya suka dijajah.
tapi mungkin bangsa ini masih membutuhkan sedikit bimbingan.

contohnya (kembali masalah BBM, nich.)

SPBU pertamina bukan main buruk pelayanannya, jika dibandingkan dengan SPBU Shell, bukan main perbedaannya, padahal notabenenya karyawan Shell adalah orang Indonesia. sedangkan shell itu sendiri dari Belanda.

mungkin orang belanda sekarang bilang, "koe para ekstrimis-2 lihat khan, koe orang kalau kerja sama Mister dijamin patuh 7 kerjanya bagus"

"kalau koe orang coba kerja sendiri hasilnya, seperti SPBU koe orang, jorok, kasar, kotor."

bukan main malunya kalau orang belanda bener-2 ngomong begitu.

ayo sebagai bangsa Indonesia maju bersama, jangan mo' kalah sama bangsa lain. (dalam hal yang positif, lho.)

BTW maaf kalau melenceng jauh dari topic, abis semangat sich. :)

bayusikasep
03-06-2007, 04:24 PM
Hidup Pejuang 45 !!!!

Riza
03-06-2007, 07:42 PM
TEntang turun dari Kaliurang aku masih sering melakukannya ketika solo ride ;-)

Koreksi Mas Bayu Sikasep benar adanya 1/4. 1/2, 3/4, full throttle :-)

Tentang melibas turunan dengan transmisi CVT memang sering menimbulkan kerancuan. Ada yang bilang digas sedikit => maksud kalimat ini bisa menimbulkan kesalahan yang fatal, karena engine brake jadi tidak kuat menahan laju motor.
Yang benar digas dikit sebentar sampai kopling mengunci, setelah itu tutup rapat-rapat gasnya. Kalau motor berjalan pelan kurang dari 10 km/jam nah ini perlu dipertahankan terus dengan ngegas dikit sebentar sampai kopling menggigit gitu lho.
Jadi keywordnya bukan "ngegas sedikit" tapi "NGEGAS SEDIKIT SEBENTAR"

Denny Danandjaja
03-07-2007, 07:37 AM
iya mas Riza dari atas (kaliurang) bisa sampai daerah Pakem lebih motor kita meluncur, cuma kalau dipikir pikir ngeri juga khan, apalagi banyak tikungan tajam. Kalau sekarang panyu themi dab. he...he..he.
Kembali ke....turunan jalan.
metode tadi apa berlaku untuk turunan jalan yg panjang maupun turunan yang pendek mas Riza

Riza
03-07-2007, 08:03 AM
Metode tadi hanya berlaku untuk turunan yang panjang, kalau pendek misalnya jalan turun ke basement tentu tarik rem depan belakang saja. Kalau digas dikit dan sebentar tentu turunan ke basement sudah habis. Kalau di Jogja turunan ke basement yang lumayan berbahaya adalah di Toko Gramedia.

Tambahan tip buat menghemat BBM, tekanan ban juga sangat mempengaruhi konsumsi BBM pastikan sesuai petunjuknya depan 28 belakang 30, kalo boncengan 32.

Selain itu putaran mesin yang efisien buat mesin kecil adalah cruising di 4000-5000 RPM, di atas itu untuk memutar mesinnya saja butuh energi banyak.

bayusikasep
03-07-2007, 08:53 AM
Betrul yang mas Riza bilang. Intinya buka gas sebentar. Yang penting gigitan pada kopling itu yang dipertahankan. Tapi, gak enaknya, kalo kita tutup gas-nya kelamaan, dan kopling sempat ilang gigitannya, lalu kita buka gas lagi, motor seperti mendadak "turun gigi", malah terkadang ban belakang sempat mengunci sedikit. Ini yang bahaya.

Jadi, bagusnya dilatih sampe dapat feeling-nya, kapan harus buka tutup gas.

xciting
03-07-2007, 09:41 AM
Kalau saya sih mau nanjak atau turun, gas full saja.

Perhatian "Jangan meniru adegan ini tanpa latihan, BERBAHAYA"

bayusikasep
03-07-2007, 09:48 AM
Hahaha.....yang punya kebiasaan bikin motor laen KO !!!

renzpie
03-07-2007, 01:40 PM
Kalau saya sih mau nanjak atau turun, gas full saja.

Perhatian "Jangan meniru adegan ini tanpa latihan, BERBAHAYA"

saya ngikut, kang.

yang ini lebih paten. feeling saya lebih dapat menggunakan tehnik ini. :wink:

xciting
03-07-2007, 02:14 PM
Hahaha.....yang punya kebiasaan bikin motor laen KO !!!
Kalau saya pake LX, ngejar ngejar Moge 500cc kan gak tahu diri. Kalau cuma ngejar trend 2000 bore up sih, wajar wajar aja. Iya ga?

bayusikasep
03-07-2007, 02:22 PM
Akur! Kejar terus....hehehehe......

renzpie
03-07-2007, 03:19 PM
Akur! Kejar terus....hehehehe......

jadi inget ngejar ZX 11 di rawamangun. :(

seperti bulan merindukan punuk. ( bener apa salah peribahasanya, yach)

wong 1100 cc sport mo dikejar sama 125 cc. :cry: :cry:

bayusikasep
03-07-2007, 03:29 PM
Itu mah kayak becak ngejar Ferarri!!! Kasian amat........xixixixixi.........

renzpie
03-07-2007, 03:56 PM
Itu mah kayak becak ngejar Ferarri!!! Kasian amat........xixixixixi.........

karena waktu itu macet, saya kira masih ada kesempatan, ngga taunya. :cry:

aria
03-11-2007, 12:32 PM
ngomong2 soal ngirit BBM, setelah vario saya dicangkokin per trend & SR, jujur aja saya jadi concern juga sama masalah irit2an. hehehe... tapi untuk sekarang sih apalah artinya 1:40+ turun ke 1:30+ kalo performanya naik drastis. :lol:

gorbo,
yg masih mabok SR (hic*)

Opa Al
03-11-2007, 10:15 PM
ngomong2 soal ngirit BBM, setelah vario saya dicangkokin per trend & SR, jujur aja saya jadi concern juga sama masalah irit2an. hehehe... tapi untuk sekarang sih apalah artinya 1:40+ turun ke 1:30+ kalo performanya naik drastis. :lol:

gorbo,
yg masih mabok SR (hic*)
Jangan lupa, berbanding lurus kan ?
Mau irit ya tenaga pas, mau tenaga besar ya jangan pikirin BBM lah.
Kalau saya sih tidak pernah mau menghitung konsumsi BBM, pokoknya saya bisa lari dan puas ya sudahlah, maaf bukan bermaksud meremehkan nilai harga bensin lho ya, sorry semua .............
Menurut saya lho, se-boros-2-nya skutik kan tidak seboros mobil ya toh ?

aria
03-12-2007, 11:11 AM
Setuju sama Opa! Masih lebih boros juga naik angkutan umum. :lol:

TheBlackDevil
03-12-2007, 12:09 PM
alaaaah paling bedanya cuman segini (*sendok teh)... (Deddy Mizwar - Iklan sebuah motor merk jepang) he..he..he... Just Kidding

renzpie
03-12-2007, 03:00 PM
Jangan lupa, berbanding lurus kan ?
Mau irit ya tenaga pas, mau tenaga besar ya jangan pikirin BBM lah.
Kalau saya sih tidak pernah mau menghitung konsumsi BBM, pokoknya saya bisa lari dan puas ya sudahlah, maaf bukan bermaksud meremehkan nilai harga bensin lho ya, sorry semua .............
Menurut saya lho, se-boros-2-nya skutik kan tidak seboros mobil ya toh ?

betul, opa.

ternyata opa yang satu ini benar-2 NEED FOR SPEED!

Setuju sama Opa! Masih lebih boros juga naik angkutan umum. :lol:

kalau angkutan umum di jakarta boros banget.

pas mo' naik harus lari ngejar angkutan, sampe dalem harus bayar ongkos, beli minum, beli kipas angin mini, bayar pengamen. total sekali naik bis Rp. 8.000,- (bercanda!)

alaaaah paling bedanya cuman segini (*sendok teh)... (Deddy Mizwar - Iklan sebuah motor merk jepang) he..he..he... Just Kidding

yang ini salah satu korban iklan. :D

kymcokulari
04-16-2007, 11:15 PM
Susahnya adalah klo lagi ngebejek gas, klo bebek atau motor kopling klo mesin kepaksa kan kedengeran suara klitik klitik klep nya, nah klo kymco gak kedengeran soalnya yg aktif main adalah cvt nya...
Makanya bawaan bawa matic tuh pasti turun naek gas...

Riza
04-17-2007, 07:24 AM
Kalau klitik-klitik itu sebenernya desain ruang bakarnya kurang canggih, atau mesin dirancang untuk oktan BBM yang tinggi. Kemungkinan lain suhu ruang bakar overheat.
Sedangkan Kymco sudah dirancang sedemikian rupa supaya tidak ngelitik meski diberi premium Indonesia.
Meski demikian pernah lobang hawa pendingin Trend 2000 saya tersumbat tas plastik, nah ini ngelitik melulu. Ternyata pendinginan Trend sangat baik dengan kondisi normal, ada perubahan dikit pada sistemnya akan mengganggu kinernjanya.

Kendaraan bertransmissi matik mempunyai "efek karet", nah efek ini bisa bikin boros, kalau tidak bisa mengelolanya. Efek karet itu kalau jaman kita main seret-seretan mobil-mobilan itu, nyeretnya tidak pakai benang tapi pakai karet. Efek ini terjadi pada mesin matik kuno maupun canggih seperti CVT.
Kalau akselerasi silakan bejek semaunya, sampai kecepatan yang diinginkan, nah usahakan mengurangi bukaan gas, untuk mencapai tenaga secukupnya. Pada mesin matik kuno, kalau kita mengurangi gas maka akan ada perubahan gigi, misalnya dari gigi 2 menjadi gigi 3, dst.
Kalau jalan sebaiknya kecepatannya konstan, maka kalau sudah pada fase kecepatan konstan baiknya ngegasnya tipis saja.
Ada orang yang mempunyai kebiasaan, untuk mengurangi kecepatan dia tidak mengurangi bukaan gas tapi mengerem, ini tentu bikin boros dan menyiksa mesin dan sistem remnya.

renzpie
04-17-2007, 10:25 AM
Ada orang yang mempunyai kebiasaan, untuk mengurangi kecepatan dia tidak mengurangi bukaan gas tapi mengerem, ini tentu bikin boros dan menyiksa mesin dan sistem remnya.

mas riza, kalau dengan sistem diatas, selain boros apakah membahayakan mesin?

saya sering melakukan itu, dikarenakan ketika rem dilepas, kecepatan tidak turun drastis dan naiknya lebih cepat.

denmas
04-17-2007, 11:35 AM
jelas aja om renzie kecepatan tidak akan turun.........lawong matic begitu lepas gas ya nggelosor mengikuti kelembaman.........tapi lama2 kelamaan juga akan turun sendiri.........cuma masalahnya hambatan didepan sudah dekat jadinya mau tidak mau rem yah harus ditekan............

Riza
04-17-2007, 11:44 AM
Well,,, kalau membahayakan sih tidak, tapi tentu mengurangi life time mesin, rem dan tentu boros BBM.
Baiknya jangan dibiasakan seperti itu.
Biasanya sih yang memakai teknik itu adalah ibu-ibu.
Mestinya tutup gas dulu baru rem.
Monggo dilatih hehehehe... :-)

TheBlackDevil
04-17-2007, 12:06 PM
Saya pakai teknik itu kalau berhenti / mengerem... gas dikecilkan kemudian rem sedikit... tapi saya bapak-bapak :D

Nah kalau ada hambatan didepan dan butuh aselerasi, kalau bisa jangan gunakan rem banyak2, cukup kecilkan gas kemudian bila siap putar gas lagi...

Pengaruh Dr. Pulley sangat terasa pada proses diatas... ;)

salam,

Riza
04-17-2007, 12:15 PM
Saya pakai teknik itu kalau berhenti / mengerem... gas dikecilkan kemudian rem sedikit... tapi saya bapak-bapak :D
....
salam,
Kalau Mas Pupung itu sudah bener, tapi kan belum jadi Bapak ;-)
Kapan nih undangannya :lol:

renzpie
04-17-2007, 07:41 PM
oke akan saya coba praktekkan yang diajarkan, mudah-2an terbiasa.

BTW saya yang sudah jadi bapak malah dibilang ibu-2. http://i119.photobucket.com/albums/o159/renzpie/1.gif

Riza
04-17-2007, 09:29 PM
Makanya jangan pakai teknik ibu-ibu gitu lho :mrgreen:

wiwik tjahjono
05-19-2007, 08:25 PM
Ngomong2 , ada engga yang pernah mencoba trik mengirit bensin dengan cara menginjeksikan air kedalam ruang bakar.
Nostalgia dulu tahun 80an , saya juga ngalamin PSKJ bertahun tahun jkt- bdg. Kebeneran pake hardtop yang terkenal doyan minum BBM.
Mungkin pada gak per caya , cara itu bisa menghemat BBM 30 s/d 40%.
Klo di motor gimana ya...?

Riza
05-19-2007, 10:45 PM
Wah itu mah sudah ada yang jual kitnya segala.
Aku pernah lihat motor pakai bekas tabung aquadestilata buat lewat O2 sebelum masuk hidung pasien di rumah sakit, soalnya plupuk-plupuk gitu masuk ke karbu.
http://saft7.com/?cat=30 => kalau yg ini agak ilmiah :cool:
Komentarnya lho Pak Wiwik, biar mudah dipahami ;-)

wiwik tjahjono
05-21-2007, 09:23 AM
Betul itu mas Riza , saya waktu itu memang pake kit buatan America " Patton ". Saya belum cermati betul gambar dari Saft7.com tersebut , tapi kelihatannya prinsipnya sama dengan yang waktu itu saya gunakan .

Air di injeksikan langsung ke intake manifold melalui needle valve ( adjustable ) yang dipasang di dashboard sehingga besarnya injeksi dapat dikontrol sesuai dengan kebutuhan.

Saya masih ingat keterangan si Patton itu : Menurut dia kebanyakan orang dapat merasakan bahwa ketika kita mengendarai mobil pada kondisi hujan rata2 merasakan tenaga mesin serasa bertambah , menurut dia itu akibat dari uap air yang masuk kedalam ruang bakar mesin. Dia juga menambahkan , injeksi air ini juga digunakan pesawat tempur "Zero" yang konon digunakan ketika melakukan dog fight di udara.

Klo saya sih setuju dengan berbagai alasan yang banyak di tulis di Saft7 itu yang antara lain mendinginkan ruang bakar yang katanya mampu untuk merubah kwalitas bahan bakar menjadi setara dengan bahan bakar beroktan tinggi.

Saya sendiri sebenarnya berpendapat bahwa klo air itu sendiri dapat ter urai menjadi H2 dan o2 rasanya akan lebih mudah untuk menjelaskannya. Tetapi sayang , kita tahu bahwa hal itu hampir tidak mungkin.

Riza
05-21-2007, 09:41 AM
Berarti kalau throttle ditutup tekanan vacum (negatif) semakin tinggi (sedotannya tinggi) maka tentu nyedotnya air juga tinggi, padahal RPMnya justru rendah.
Saya yg ga tau gimana mengatur aliran airnya itu :?
Baiknya sih tergantung RPM semakin tinggi putaran mesin semakin tinggi semprotan airnya.
Nah mekanisme itu yg saya belum paham.
Mau eksperimen takut kalau malah rusak.
Kalau airnya disedot sebelum masuk karbu memang lebih realistis tekanan vakumnya, semakin cepat putaran semakin kuat sedotannya.

wiwik tjahjono
05-21-2007, 04:10 PM
Klo Throtle di tutup kan otomatis RPM memang turun pak . Kebetulan klo di jeep Toyota di intake manifold memang sudah ada nipple nya jadi tidak harus merubah apa2. Pengalaman sampai lebih dari 5 th ( s/d mobil dijual ) tidak pernah mengalami efek samping yang dikhawatirkan oleh teman2 waktu itu. Tapi klo di motor blom berani nyoba mas.

ubay
05-21-2007, 04:33 PM
sepertinya teman-teman di komunitas scorpio sudah banyak yang mengaplikasikannya.
mereka malah sudah membuat 1 paket yang tinggal 'plek'.. terpasang deh.. :)

wiwik tjahjono
05-21-2007, 05:07 PM
Walah...kebeneran ya pak Bayu , kita bisa tau hasil percobaan mereka. Klo bagus baru kita ikut nyoba. :D

Riza
05-21-2007, 05:51 PM
Yg penting gambar alat-alatnya, ada? :-D

ubay
05-23-2007, 01:43 PM
Walah...kebeneran ya pak Bayu , kita bisa tau hasil percobaan mereka. Klo bagus baru kita ikut nyoba. :D

[Informasi Water Injection] (http://sheldiez.panglimaorganizer.com/index.php?option=com_content&task=view&id=5&Itemid=6)

ranggasantika
05-23-2007, 02:17 PM
sepertinya menarik untuk di coba.....

ada yang berminat sebagai kymco percobaan ????

ato si jago aja kali yeee....

bisa dapet dimana dan harga berapa yah ???

ubay
05-23-2007, 02:27 PM
bisa dibuat sendiri seperti disini :
[Situsnya Mas Saftari] (http://saft7.com/?cat=30)

ranggasantika
05-23-2007, 02:53 PM
kalo untuk Air injection ?

untuk peng-aplikasin water injection ini kan tidak boleh menggunakan sembarang air serta sembarang volume air yang masuk...

kalo untuk jenis air sudah jelas di sebutkan pada artikel2 di situs2 yang mas ubay beri..

kalo untuk pengaturan debit air yang di perlukan bagaimana ?

Riza
05-23-2007, 03:30 PM
Air Injection tidak sama dengan water injection (Wa-i) :idea:
So yg dibicarakan Wa-i.
Jenis air dipastikan bukan aqua minuman (mineral water), harus aquadestilata atau air accuu yang bisa untuk ngisi radiator.
Pakai mineral water hanya akan menambah kerak dalam ruang bakar => lihat cerek yg sering buat mendidihkan air, pasti ada keraknya.
Aquadestilata tidak akan meninggalkan kerak, karena hasil suling.
Pengaturan debit berdasarkan sedotan tenaga vakum dari manifold, jadi permukaan tabung air tidak boleh melebihi tinggi manifold untuk menghindari aliran air ketika berhenti.
Nah lebih baik jika memakai metode Wa-i stage 2: http://saft7.com/?p=147

ranggasantika
05-23-2007, 03:37 PM
kalo untuk Air injection ?

maksud pertanyaan diatas itu adalah mengenai skemanya...

yang terdapat di saft7 kan hanya Wa-i
bagaimana dengan skema dari Ai-i

karena saya baca juga http://sheldiez.panglimaorganizer.com/index.php?option=com_content&task=view&id=5&Itemid=6
ada yang jadi nambah dengan air injection...


bila air yang masuk berlebihan maka akan terjadi water hummer...
brarti harus turun mesin yah ?

mohon pencerahannya lagi....

Riza
05-23-2007, 04:01 PM
....

bila air yang masuk berlebihan maka akan terjadi water hummer...
brarti harus turun mesin yah ?

mohon pencerahannya lagi....
Wa-i kan udah ada limiternya, pada situs Oom Saft7 pakai jarum injeksi, so jadi dikit sekali percikannya, dan pastikan juga permukaan tabung airnya tidak melebihi tinggi manifold, sehingga tak mungkin membanjiri ruang bakar, tentu kalau tidak banjir tak mungkin terjadi water hummer.

ranggasantika
05-23-2007, 04:05 PM
di saft 7 menggunakan jarum ukuran 24G...
itu untuk mobil...

kalo untuk motor pake ukuran berapa ya ?

di saft7 juga di jelaskan bahwa selang yangsatu berasal dari tanki air dan yang satunya dari FPR...

kalo untuk motor kita yang tanki diatas sebagai ganti sumber yang dari FPR brarti ngambil dari mana ?

Riza
05-23-2007, 04:12 PM
Lho kayaknya Kymco ada FPRnya juga, at least Trend 2000 ada FPRnya juga lho ;-)
Istilah di Kymco Auto Fuel Valve halaman 5-12 :mrgreen:

ranggasantika
05-23-2007, 04:19 PM
di saft 7 menggunakan jarum ukuran 24G...
itu untuk mobil...

kalo untuk motor pake ukuran berapa ya ?

di saft7 juga di jelaskan bahwa selang yangsatu berasal dari tanki air dan yang satunya dari FPR...

kalo untuk motor kita yang tanki diatas sebagai ganti sumber yang dari FPR brarti ngambil dari mana ?

terjawab, untuk motor pake jarum 30 G

ranggasantika
05-24-2007, 09:30 AM
saking penasarannya semalem akhirnya bongkar2 si jago dengan di temani segelas teh manis, selembar kertas, dan ballpoint....

akhirnya di dapat gambar seperti ini
(sori jelek banget gambarnya..)
apakah ini air-injection ?
karena yang saya tangkap seperti itu, adanya campuran udara & bensin yang masuk via intake...
http://www.imageshock.eu/img_small/kymco-aeh1.jpg (http://www.imageshock.eu/?img=kymco-aeh1.jpg)


kalo water-i, adanya campuran air & bensin yang masuk via intake
http://www.imageshock.eu/img_small/wai-04.jpg (http://www.imageshock.eu/?img=wai-04.jpg)

kalo liat dari perbandingan kedua gambar tersebut sih tidak begitu jauh berbeda...


apakah Wrain ( wa&air-i ) berarti adanya campuran udara, air & bensin yang masuk via intake ?

ubay
05-24-2007, 09:53 AM
apakah Wrain ( wa&air-i ) berarti adanya campuran udara, air & bensin yang masuk via intake ?

sepertinya memang begitu, Ga.
gw sempat mengikuti perkembangan eksperimen WRAIN versi pertama/kedua (lupa) secara online (baca: pengamat pasif di milis tetangga).
air dan udara dimampatkan disebuah tabung kemudian 'ditembakkan' ke dalam intake.

muafan
05-24-2007, 10:16 AM
sorry sedikit oot, pernah baca di otomotif (entah edisi berpa) tentang perbandingan bbm shell dengan pertamina. ada sedikit bahasan tentang kandungan air (atau uap air ya?) yg terdapat dalam bbm bisa menambah oktan bbm.

Riza
05-24-2007, 11:03 AM
Apa bisa minyak dicampur air :?
Kalau alkohol dicampur minyak masih bisa.
Hasil pembakaran (reaksi kimia) minyak (bensin) salah satunya adalah air.
Minyak mengandung air,,,, :? wah belum bisa masuk akal, dicampur sabun mungkin baru bisa :-D
Kalau ketemu artikelnya boleh juga tuh.
Wa-i menyemprotkan air langsung ke ruang bakar, kalau sebelum karbu dicampur air maka bensin bisa tercampur air, hasilnya tentu tersendat, kecuali disemprotkan dengan tekanan tinggi sehingga menyerupai kabut di udara yang sedang hujan.

ranggasantika
05-24-2007, 11:08 AM
sepertinya memang harus langsung di coba....

kalo di teorikan terus, saya malah bingung karena ilmu di bidang itu memang sangat kurang memadai....

TRIAL & ERROR...............

doakan saya.......

ubay
05-24-2007, 11:14 AM
ditunggu hasilnya, Ga.
kalo perlu dibuat thread baru.. :)

Riza
05-24-2007, 11:22 AM
Yes, harusnya pembicaraan Wa-i udah pakai thread baru ;-)

wiwik tjahjono
05-25-2007, 06:51 PM
Mas Riza dan temen2 mungkin pernah mengalami juga , dulu saya pernah pake juga semacam ide A-i dimana alatnya berbentuk whaser setebal kurang lebih 3mm yang sebenarnya merupakan check valve dengan valve kearah samping ( valve < 3mm ). Valve ini dipasang sebagai whaser di busi , cara kerjanya adalah valve membuka ketika langkah isap ( nyedot udara ) dan menutup ketika langkah kompresi. Jadi menurut saya ini merupakan usaha untuk menambah udara di ruang bakar seperti ide A-i itu. Valve ini dulu dijual dengan trademark " magic whaser ". Sekaring masih ada engga yah si magic tsb... :)
Dalam hal ini kelihatannya titik lemah nya adalah udara tidak terfilter jadi ada risikonya.

Klo idealnya sih prinsip A-i tsb sangat sukses dengan diaplikasikannya turbocharger , ini hanya remind saja bahwa usaha untuk menambah oksigen ( udara ) keruang bakar memang ok banget.

Mengenai Wa-i , waduh klo ide spt di SAFT7 menggunakan actuator untuk mengontrol water kayaknya terlalu berat yah. Klo yang lebih sederhana yaitu manual saja selang air kita lewatkan melalui keran presisi ( manual ) biasanya berupa needle valve yang berfungsi sebagai " Choke" yang letaknya mudah kita kontrol , jadi pada kecepatan lambat dikecilkan dan pada kecepatan jelajah bisa kita besarkan.

Riza
05-25-2007, 09:56 PM
Mengingatkan pakai motor tua, pakai nach-voor manual di handle bar kiri xixixixi,,, :mrgreen:
Jalan cepat terus ditutup gasnya terus nach-voornya diNach kan,,, hasilnya dor... dor... dor... jadilah betul-betul British Small Army (disingkat BSA) kayak bedil nembak-nembak :idea:
Kalau di Kymco kata orang jadi gejala sesring kentut gitu lho.
So, mungkin karena modif buat pasaran Indonesia (bensin di pasaran teknologinya purba) timing ignationnya agak digeser sedikit ke arah nach kali yach.
Sorry OOT dikit ;-)

Back to Wa-i, kalau terlalu banyak dosis airnya gimana Pak Wiwik?

wiwik tjahjono
05-26-2007, 09:19 AM
Iya betul mas Riza ..., yah seperti itulah . Cuma enak nya buat yang hobby mesin kayaknya lebih banyak kesempatan untuk berkreasi ya. Sekarang jaman nya ECU , teorinya sih bisa diikuti cuma itu lho..lebih susah klo mau campurtangan alias ngoprek , lama2 bisa teralienasi juga sama teknologi baru.

Kembali ke Wa-i , klo prakteknya sih kelebihan water ( mesin terasa engga enak ) ya tinggal dikecilkan valve nya. Yang pernah saya pakai dulu valve ini bentuknya spt potensiometer , panelnya berskala sehingga hafal posisi yang sesuai dengan kebutuhan

Klo soal water hammer kayaknya tidak akan terjadi .., karena needle valve + gas stream di intake manifold ikut menciptakan terjadinya karburasi , apa lagi posisi water reservoir nya tidak seperti cairan infus , aliran water hanya mengandalkan vacum bukan gravitasi.

Tetapi ada baiknya barangkali untuk memastikan bahwa selang menuju manifold harus melewati limitter ( jangan pernah mencoba langsung memasang selang menuju intake manifold tanpa limitter / needle valve ).

kymcokulari
05-26-2007, 04:27 PM
Maaf OOT sedikit karena teringat pompa BBm di mesin diesel.
Penyakit diesel kan bila campuran airnya terlalu banyak didalam filter karena itu secara berkala harus dipompa solarnya sampai airnya keluar dari bagian bawah.
Tapi pengoplosan sekarang model baru dengan teknologi lebih "canggih", solar dicampur dengan avtur-basi ! Yup bekas BBM pesawat. Regulasinya setiap pesawat yang mendarat BBM sisa harus dibuang dan diganti-isi dgn avtur yang baru. Karena avtur sisa perjalanan biasanya mengalami oksidasi dan pengembunan di angkasa sehingga bertambah volume airnya. Nah avtur sisa inii diistilahkan orang2 dengan avtur-basi, dan banyak dicampur dengan solar yang dijual di SPBU. Susahnya campuran avtur-basi-solar ini tidak terpisah dengan baik di dalam filter solar, karena itu percuma mengeluarkan air karena si solar sendiri sudah terikat dengan avtur-basi tsb.

Riza
05-26-2007, 06:20 PM
Kalau ga salah avtur itu spt minyak tanah (kerosene), isyunya sih minyak tanah akan diolah lagi menjadi BBM jet yg bisa dijual Rp.5.500/liter, lebih menguntungkan daripada menyuplai rakyat kecil, makanya disuruh pakai LPG.
Nah solar yang dicampur minyak tanah, namanya IREX = irit dan ekonomis, banyak ditemui di Pantura.
Tentu komposisinya jadi kacau balau.
Menurutku meski pakai solar, air dalam pompa solar (boshpump) selalu terjadi akibat solar yg masuk itu mengandung gelembung-gelembung udara, pada saat ditekan gelembung udara itu terjadi pengembunan (pelepasan panas), karena air tak bisa campur dengan minyak dan berat jenisnya lebih tinggi, maka air masuk ke kantung drainase pembuangan air di bawah boshpump. Mohon koreksi pemikiranku ini ;-)

kymcokulari
05-26-2007, 09:10 PM
Yup benar sekali mas Riza...
Di dalam pesawat juga mengapa avtur sisa itu TIDAK boleh dipakai lagi untuk terbang karena kandungan air di dalam avtur plus pengembunan akibat udara dingin di angkasa sudah tidak dapat dipisahkan lagi dari avtur. Daripada memisahkan dengan harga yang mahal masih leih murah mengisi ulang avtur dan menjual (buang) sisa avtur yang kadang dinakali, dipakai sebagai oplosan solar konsumsi mobil diesel. Bagaimanapun itu tetap saja oplosan karena avtur-basi menjadi berbeda karakter bakarnya dengan avtur baru.

wiwik tjahjono
05-27-2007, 08:14 AM
Klo minyak dicampur dengan air memang bisa terjadi dua kemungkinan. Kemungkinan pertama , campuran hasil adukan akan mudah dipisahkan meskipun memerlukan waktu yang biasa disebut setling time.
Kemungkinan kedua , bila kondisi atau cara pengadukan nya ekstrim campuran tersebut akan membentuk emulsi. Klo ini yang terjadi memang memerlukan usaha khusus untuk memisahkannya.

Kelihatannya contoh yang dikemukakan mas Riza mewakili pencampuran di darat ( P dan T normal ) sedangkan contoh yang dikemukakan mas Hilman mewakili yang ke dua ( P da T tidak normal ) kondisi di udara.
Salam.

kymcokulari
05-27-2007, 09:30 PM
Sedikit info lagi dari temen2 yang berusaha di BBM, oplosan solar dan avtur-basi ini BIASA di retail di daerah luar kota di mana truk2 dan bus2 antar kota yang banyak menkonsumsinya. Untuk daerah dalam kota tidak terlalu banyak prosentasenya karena sekarang SPBU franchise Pertamina sudah ada yang pakai tester sendiri :D

Riza
05-27-2007, 10:17 PM
Wah akibatnya apa kalau solar dicampur Avtur?
Apa juga spt kalau dicampur minyak tanah :?

BTW, berarti semua minyak termasuk oli ada masa KADALUWARSAnya yach, apabila kemasannya tidak rapat.
Hmm,,,, menarik juga nih, spt pertanyaan Mas Denny Danandjaja yg sampe sekarang belum terjawab, karena di perusahaannya banyak oli dianggap kadaluwarsa, lantas dibuang begitu saja :mrgreen:

kymcokulari
05-27-2007, 10:28 PM
Solar campur avtur tidak tau hasilnya...
Solar campur avtur-basi pasti jelek hasilnya karena sudah ada emulsi di avtur-basi nya dan karena KEBOHONGAN dan KEPALSUAN PUBLIK :D